<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngeri! Sektor Migas Sudah Mulai Kena Dampak Krisis Ekonomi</title><description>Krisis ekonomi memiliki dampak besar pada sektor migas di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689049/ngeri-sektor-migas-sudah-mulai-kena-dampak-krisis-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689049/ngeri-sektor-migas-sudah-mulai-kena-dampak-krisis-ekonomi"/><item><title>Ngeri! Sektor Migas Sudah Mulai Kena Dampak Krisis Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689049/ngeri-sektor-migas-sudah-mulai-kena-dampak-krisis-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/17/320/2689049/ngeri-sektor-migas-sudah-mulai-kena-dampak-krisis-ekonomi</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/320/2689049/ngeri-sektor-migas-sudah-mulai-kena-dampak-krisis-ekonomi-Ne1l1iD3KU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis ekonomi berdampak pada sektor migas (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/320/2689049/ngeri-sektor-migas-sudah-mulai-kena-dampak-krisis-ekonomi-Ne1l1iD3KU.jpg</image><title>Krisis ekonomi berdampak pada sektor migas (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Krisis ekonomi memiliki dampak besar pada sektor migas di Indonesia. Untuk itu, SKK Migas mengantisipasi ancaman krisis ekonomi pada 2023 yang bisa berdampak pada industri migas.
BACA JUGA:Realisasi Lifting Migas 89,8%, Investasi 60%

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan inflasi dunia yang naik tinggi hingga menyebabkan krisis ekonomi akan berdampak pada turunnya permintaan pada sektor industri migas hingga pada harga minyak dunia.
BACA JUGA:OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, SKK Migas Ungkap Keuntungan bagi Indonesia

&amp;ldquo;Krisis ekonomi dampaknya kepada industri migas adalah turunnya permintaan sangat drastis dan di sana juga akan berdampak lebih, baik demand, produksi, dan kemudian tentu harga. Oleh karena ini kita masih sangat hati-hati bicara menganalisa harga ke depan,&amp;rdquo; kata Dwi dilansir dari Antara, Senin (17/10/2022).
Selain itu, lanjutnya,  isu transisi energi dari berbasis fosil menjadi energi baru terbarukan juga akan mengurangi permintaan migas dan berdampak pada rendahnya minat investasi di sektor tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Bahkan keseriusan untuk investasi dan energi baru terbarukan menjadi  sangat masif. Buat industri migas tentu saja tidak gampang lagi mencari  pendanaan, mencari orang yang bersedia untuk investasi di dunia  industri migas,&quot; katanya.
Dwi menjabarkan lima isu pada tahun 2023 yang memengaruhi kondisi  minyak dunia, antara lain OPEC + yang memotong produksi minyak yang  dapat menaikkan harga minyak setelah sempat turun karena tingginya  inflasi, produksi migas AS yang sangat berpengaruh pada harga dunia,  kebutuhan konsumsi migas dari China yang akan meningkatkan permintaan,  ketidakpastian dari kebijakan yang akan diambil oleh Rusia dalam konflik  dengan Ukraina, dan ancaman perang nuklir.
Kendati demikian SKK Migas memprediksi harga minyak dunia berada di  angka USD90 pada tahun 2023. Dwi menyebut angka tersebut bisa kembali  turun jika terjadi pelemahan ekonomi dunia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Krisis ekonomi memiliki dampak besar pada sektor migas di Indonesia. Untuk itu, SKK Migas mengantisipasi ancaman krisis ekonomi pada 2023 yang bisa berdampak pada industri migas.
BACA JUGA:Realisasi Lifting Migas 89,8%, Investasi 60%

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan inflasi dunia yang naik tinggi hingga menyebabkan krisis ekonomi akan berdampak pada turunnya permintaan pada sektor industri migas hingga pada harga minyak dunia.
BACA JUGA:OPEC+ Pangkas Produksi Minyak, SKK Migas Ungkap Keuntungan bagi Indonesia

&amp;ldquo;Krisis ekonomi dampaknya kepada industri migas adalah turunnya permintaan sangat drastis dan di sana juga akan berdampak lebih, baik demand, produksi, dan kemudian tentu harga. Oleh karena ini kita masih sangat hati-hati bicara menganalisa harga ke depan,&amp;rdquo; kata Dwi dilansir dari Antara, Senin (17/10/2022).
Selain itu, lanjutnya,  isu transisi energi dari berbasis fosil menjadi energi baru terbarukan juga akan mengurangi permintaan migas dan berdampak pada rendahnya minat investasi di sektor tersebut.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOS8xNi80LzE1MzMyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Bahkan keseriusan untuk investasi dan energi baru terbarukan menjadi  sangat masif. Buat industri migas tentu saja tidak gampang lagi mencari  pendanaan, mencari orang yang bersedia untuk investasi di dunia  industri migas,&quot; katanya.
Dwi menjabarkan lima isu pada tahun 2023 yang memengaruhi kondisi  minyak dunia, antara lain OPEC + yang memotong produksi minyak yang  dapat menaikkan harga minyak setelah sempat turun karena tingginya  inflasi, produksi migas AS yang sangat berpengaruh pada harga dunia,  kebutuhan konsumsi migas dari China yang akan meningkatkan permintaan,  ketidakpastian dari kebijakan yang akan diambil oleh Rusia dalam konflik  dengan Ukraina, dan ancaman perang nuklir.
Kendati demikian SKK Migas memprediksi harga minyak dunia berada di  angka USD90 pada tahun 2023. Dwi menyebut angka tersebut bisa kembali  turun jika terjadi pelemahan ekonomi dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
