<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RUPSLB BTN Setujui Rights Issue 4,6 Miliar Saham</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyetujui rights issue sebanyak-banyaknya 4,6 miliar saham Seri B.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/278/2689673/rupslb-btn-setujui-rights-issue-4-6-miliar-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/278/2689673/rupslb-btn-setujui-rights-issue-4-6-miliar-saham"/><item><title>RUPSLB BTN Setujui Rights Issue 4,6 Miliar Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/278/2689673/rupslb-btn-setujui-rights-issue-4-6-miliar-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/278/2689673/rupslb-btn-setujui-rights-issue-4-6-miliar-saham</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2022 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/18/278/2689673/rupslb-btn-setujui-rights-issue-4-6-miliar-saham-SYELCOK4Gp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rencana penggunaan dana rights issue BTN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/18/278/2689673/rupslb-btn-setujui-rights-issue-4-6-miliar-saham-SYELCOK4Gp.jpeg</image><title>Rencana penggunaan dana rights issue BTN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyetujui rights issue sebanyak-banyaknya 4,6 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp500 per saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disepakati dana hasil rights issue akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit, terutama KPR untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, harga pelaksanaan (exercise price) dan rasio rights akan disampaikan di dalam prospektus final, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BACA JUGA:Bank Tabungan Negara (BBTN) Bagikan Dividen, Catat Tanggalnya

&amp;ldquo;RUPSLB juga menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan rights issue,&amp;rdquo; jelas Haru dalam Konferensi Pers BTN, Selasa (18/10/2022).
Haru mengungkapkan, dari penerbitan saham baru ini, BBTN menargetkan dana senilai total Rp4,13 triliun dengan rincian sebanyak Rp2,48 triliun merupakan penyertaan modal negara (PMN) dan sisanya sekitar Rp1,65 triliun dari pemegang saham publik. Pasca rights issue, persentase saham pemerintah tidak mengalami perubahan dan tetap menjadi pemegang saham pengendali.
BACA JUGA:BTN (BBTN) Kantongi Laba Rp2,3 Triliun di 2021, Naik 48%

&amp;ldquo;Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk penyaluran kredit Perseroan dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah,&amp;rdquo; tegas Haru.
Menurut Haru, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi rights issue yang dilakukan perseroan. Pertama, kebutuhan perumahan Nasional masih sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, backlog kepemilikan rumah pada tahun 2021 adalah sebesar 12,7 juta rumah tangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Perseroan memiliki peran strategis dalam mempercepat penyelesaian  backlog kepemilikan rumah melalui pemberian Kredit Pemilikan Rumah  (KPR), khususnya kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),&amp;rdquo;  katanya.
Kedua, dalam rangka mempercepat penyelesaian backlog perumahan  tersebut, perseroan menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 1,32 juta  unit sampai dengan tahun 2025. Selain menyediakan akses pembiayaan  perumahan, perseroan juga akan bekerjasama dengan pengembang untuk  mengembangkan hunian yang terjangkau bagi generasi milenial.
Ketiga, perseroan terus mengembangkan bisnis dalam ekosistem  perumahan, salah satunya melalui ekspansi bisnis di sepanjang rantai  pasok perumahan dan mengembangkan ekosistem perumahan digital sebagai  sumber pertumbuhan baru ke depannya.
Untuk mewujudkan rencana bisnis tersebut, lanjut dia, perseroan  membutuhkan peningkatan kapasitas dalam penyaluran kredit. Selain itu,  rights issue ini juga akan memperluas lapangan pekerjaan di sektor  perumahan dan juga mengoptimalkan 174 sub sektor industri terkait  perumahan yang akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian  nasional.
&amp;ldquo;Rights issue akan mampu meningkatkan value creation Perseroan.  Dengan bisnis yang bertumbuh, Perseroan dapat meningkatkan dividen dan  pajak,&amp;rdquo; katanya.
Terkait tanggal pelaksanaan rights issue, seperti cum date, ex date  dan periode perdagangan rights akan disampaikan setelah mendapatkan  persetujuan dewan komisaris dan pernyataan efektif dari OJK.
&amp;ldquo;Kami optimistis rights issue akan optimal karena seluruh dana yang  diperoleh akan kami pergunakan untuk menyalurkan kredit. Ini menjadi  ikhtiar bersama untuk meningkatkan jumlah MBR dan milenial yang memiliki  hunian layak,&amp;rdquo; pungkas Haru.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyetujui rights issue sebanyak-banyaknya 4,6 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp500 per saham. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disepakati dana hasil rights issue akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit, terutama KPR untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, harga pelaksanaan (exercise price) dan rasio rights akan disampaikan di dalam prospektus final, setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
BACA JUGA:Bank Tabungan Negara (BBTN) Bagikan Dividen, Catat Tanggalnya

&amp;ldquo;RUPSLB juga menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan rights issue,&amp;rdquo; jelas Haru dalam Konferensi Pers BTN, Selasa (18/10/2022).
Haru mengungkapkan, dari penerbitan saham baru ini, BBTN menargetkan dana senilai total Rp4,13 triliun dengan rincian sebanyak Rp2,48 triliun merupakan penyertaan modal negara (PMN) dan sisanya sekitar Rp1,65 triliun dari pemegang saham publik. Pasca rights issue, persentase saham pemerintah tidak mengalami perubahan dan tetap menjadi pemegang saham pengendali.
BACA JUGA:BTN (BBTN) Kantongi Laba Rp2,3 Triliun di 2021, Naik 48%

&amp;ldquo;Seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue ini setelah dikurangi biaya-biaya akan digunakan untuk penyaluran kredit Perseroan dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah,&amp;rdquo; tegas Haru.
Menurut Haru, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi rights issue yang dilakukan perseroan. Pertama, kebutuhan perumahan Nasional masih sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, backlog kepemilikan rumah pada tahun 2021 adalah sebesar 12,7 juta rumah tangga.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Perseroan memiliki peran strategis dalam mempercepat penyelesaian  backlog kepemilikan rumah melalui pemberian Kredit Pemilikan Rumah  (KPR), khususnya kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),&amp;rdquo;  katanya.
Kedua, dalam rangka mempercepat penyelesaian backlog perumahan  tersebut, perseroan menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 1,32 juta  unit sampai dengan tahun 2025. Selain menyediakan akses pembiayaan  perumahan, perseroan juga akan bekerjasama dengan pengembang untuk  mengembangkan hunian yang terjangkau bagi generasi milenial.
Ketiga, perseroan terus mengembangkan bisnis dalam ekosistem  perumahan, salah satunya melalui ekspansi bisnis di sepanjang rantai  pasok perumahan dan mengembangkan ekosistem perumahan digital sebagai  sumber pertumbuhan baru ke depannya.
Untuk mewujudkan rencana bisnis tersebut, lanjut dia, perseroan  membutuhkan peningkatan kapasitas dalam penyaluran kredit. Selain itu,  rights issue ini juga akan memperluas lapangan pekerjaan di sektor  perumahan dan juga mengoptimalkan 174 sub sektor industri terkait  perumahan yang akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian  nasional.
&amp;ldquo;Rights issue akan mampu meningkatkan value creation Perseroan.  Dengan bisnis yang bertumbuh, Perseroan dapat meningkatkan dividen dan  pajak,&amp;rdquo; katanya.
Terkait tanggal pelaksanaan rights issue, seperti cum date, ex date  dan periode perdagangan rights akan disampaikan setelah mendapatkan  persetujuan dewan komisaris dan pernyataan efektif dari OJK.
&amp;ldquo;Kami optimistis rights issue akan optimal karena seluruh dana yang  diperoleh akan kami pergunakan untuk menyalurkan kredit. Ini menjadi  ikhtiar bersama untuk meningkatkan jumlah MBR dan milenial yang memiliki  hunian layak,&amp;rdquo; pungkas Haru.</content:encoded></item></channel></rss>
