<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar 4 Negara Hapus Utang Indonesia Rp5 Triliun, Stafsus Sri Mulyani: Menarik Bukan?</title><description>Empat negara hapus utang Indonesia sebesar USD334,94 juta setara Rp5 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689572/daftar-4-negara-hapus-utang-indonesia-rp5-triliun-stafsus-sri-mulyani-menarik-bukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689572/daftar-4-negara-hapus-utang-indonesia-rp5-triliun-stafsus-sri-mulyani-menarik-bukan"/><item><title>Daftar 4 Negara Hapus Utang Indonesia Rp5 Triliun, Stafsus Sri Mulyani: Menarik Bukan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689572/daftar-4-negara-hapus-utang-indonesia-rp5-triliun-stafsus-sri-mulyani-menarik-bukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689572/daftar-4-negara-hapus-utang-indonesia-rp5-triliun-stafsus-sri-mulyani-menarik-bukan</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2022 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/18/320/2689572/daftar-4-negara-hapus-utang-indonesia-rp5-triliun-stafsus-sri-mulyani-menarik-bukan-UV7dqrqU5s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Empat negara hapus utang Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/18/320/2689572/daftar-4-negara-hapus-utang-indonesia-rp5-triliun-stafsus-sri-mulyani-menarik-bukan-UV7dqrqU5s.jpg</image><title>Empat negara hapus utang Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Empat negara hapus utang Indonesia sebesar USD334,94 juta setara Rp5 triliun. Empat negara yang menghapus utang Indonesia adalah AS, Jerman, Italia, dan Australia.
&quot;Empat negara kreditur berkomitmen menghapus utang Indonesia lewat skema konversi atau debt swap. Konversi utang yang disepakati adalah ke dalam bentuk program/proyek yang harus dilaksanakan oleh pemerintah RI,&quot; jelas Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Yustinus Prastowo dalam akun Twitter pribadinya @prastow dikutip Selasa (18/10/2022).

BACA JUGA:Utang Indonesia ke China Naik Jadi Rp311,9 Triliun


Lebih lanjut dia menjabarkan, proyek yang akan dilaksanakan beragam. Contohnya, dari kreditur Jerman digunakan untuk proyek pendidikan, edukasi, kesehatan, dan global fund. Sementara utang dari Australia digunakan untuk kesehatan.
&quot;Sementara AS untuk tropical forest, dan debt swap dengan kreditur Italia untuk proyek housing and settlement. Menarik bukan?,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Kabar Baik! Utang Indonesia Turun Lho 

Menurutnya, total kumulatif nilai komitmen debt swap yang disepakati dengan kreditor bilateral adalah eq USD334,94juta (utang yang akan dihapus).
&quot;Hingga per 30 September 2022 sudah terealisasi sebesar eq USD 290,51 juta. Capaian yang cukup bagus dan menunjukkan mutual trust yang tinggi,&quot; ujar Prastowo.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDcyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan kegiatan yang  disepakati, Prastowo mengungkapkan bahwa pemerintah juga turut  berkontribusi untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan nilai setara  USD215,35 juta atau Rp3,33 triliun.
Hal ini menjadi cara untuk meneguhkan komitmen dengan  sungguh-sungguh. &quot;Jadi jelas penghapusan utang ini memang menimbulkan  konsekuensi, namun konsekuensi yang baik,&quot; katanya.
&quot;Sejalan dengan semangat PBB: ketimbang digunakan membayar utang,  lebih baik uangnya dipakai untuk berinvestasi dalam ketahanan iklim,  infrastruktur berkelanjutan, dan transisi hijau perekonomian,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Empat negara hapus utang Indonesia sebesar USD334,94 juta setara Rp5 triliun. Empat negara yang menghapus utang Indonesia adalah AS, Jerman, Italia, dan Australia.
&quot;Empat negara kreditur berkomitmen menghapus utang Indonesia lewat skema konversi atau debt swap. Konversi utang yang disepakati adalah ke dalam bentuk program/proyek yang harus dilaksanakan oleh pemerintah RI,&quot; jelas Staf Khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Yustinus Prastowo dalam akun Twitter pribadinya @prastow dikutip Selasa (18/10/2022).

BACA JUGA:Utang Indonesia ke China Naik Jadi Rp311,9 Triliun


Lebih lanjut dia menjabarkan, proyek yang akan dilaksanakan beragam. Contohnya, dari kreditur Jerman digunakan untuk proyek pendidikan, edukasi, kesehatan, dan global fund. Sementara utang dari Australia digunakan untuk kesehatan.
&quot;Sementara AS untuk tropical forest, dan debt swap dengan kreditur Italia untuk proyek housing and settlement. Menarik bukan?,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:Kabar Baik! Utang Indonesia Turun Lho 

Menurutnya, total kumulatif nilai komitmen debt swap yang disepakati dengan kreditor bilateral adalah eq USD334,94juta (utang yang akan dihapus).
&quot;Hingga per 30 September 2022 sudah terealisasi sebesar eq USD 290,51 juta. Capaian yang cukup bagus dan menunjukkan mutual trust yang tinggi,&quot; ujar Prastowo.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi80LzE1NDcyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan kegiatan yang  disepakati, Prastowo mengungkapkan bahwa pemerintah juga turut  berkontribusi untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan nilai setara  USD215,35 juta atau Rp3,33 triliun.
Hal ini menjadi cara untuk meneguhkan komitmen dengan  sungguh-sungguh. &quot;Jadi jelas penghapusan utang ini memang menimbulkan  konsekuensi, namun konsekuensi yang baik,&quot; katanya.
&quot;Sejalan dengan semangat PBB: ketimbang digunakan membayar utang,  lebih baik uangnya dipakai untuk berinvestasi dalam ketahanan iklim,  infrastruktur berkelanjutan, dan transisi hijau perekonomian,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
