<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Ada yang Prediksi Ekonomi RI Melemah di 2023</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melemah pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689773/duh-ada-yang-prediksi-ekonomi-ri-melemah-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689773/duh-ada-yang-prediksi-ekonomi-ri-melemah-di-2023"/><item><title>Duh! Ada yang Prediksi Ekonomi RI Melemah di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689773/duh-ada-yang-prediksi-ekonomi-ri-melemah-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/18/320/2689773/duh-ada-yang-prediksi-ekonomi-ri-melemah-di-2023</guid><pubDate>Selasa 18 Oktober 2022 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/18/320/2689773/duh-ada-yang-prediksi-ekonomi-ri-melemah-di-2023-4PQQLm0YEQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi melambat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/18/320/2689773/duh-ada-yang-prediksi-ekonomi-ri-melemah-di-2023-4PQQLm0YEQ.jpeg</image><title>Pertumbuhan ekonomi melambat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melemah pada 2023. Kendati demikian, kecil kemungkinan ekonomi Indonesia mengalami resesi.
&amp;ldquo;Saya tidak melihat kemungkinan Indonesia untuk mengalami pertumbuhan negatif, mungkin pertumbuhan ekonomi akan melemah, tetapi tidak negatif,&amp;rdquo; kata Mantan Menkeu Chatib Basri dilansir dari Antara, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA:ADB Sebut Prospek Ekonomi Indonesia Cerah

Lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional atau Internasional Monetary Fund (IMF) sebelumnya hanya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,2% secara tahunan menjadi 5% pada 2023.

&amp;ldquo;Barangkali dalam skenario kasus terburuk, kita mungkin akan tumbuh 4% secara tahunan di bawah situasi seperti ini,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5% pada 2023

Sebelumnya dia menjelaskan Indonesia lebih kecil terdampak resesi global karena keterhubungannya dengan rantai pasok global masih rendah, sebagaimana tampak dari sumbangan ekspor terhadap PDB yang hanya mencapai 19,79% di kuartal II 2022.
Penting untuk menyiapkan diri terhadap potensi terburuk, tetapi optimisme tetap perlu dijaga secara berkelanjutan agar masyarakat terus bersedia membelanjakan uang mereka. Pasalnya lebih dari 50% dari PDB disumbang oleh konsumsi masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNC80LzE1NDkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, pada 2023 pemerintah kemungkinan akan menahan laju  belanja negara untuk mengejar target defisit Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN) di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Adapun khusus untuk sektor perbankan, meskipun masih terbilang sehat,  Chatib Basri memandang kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 9%  dapat berdampak terhadap bank-bank yang berukuran kecil.
&amp;ldquo;Mereka akan melihat masalah dari pengetatan likuiditas, lalu mereka  akan mulai meningkatkan suku bunga sehingga terjadi perang harga antar  bank yang berpotensi berujung pada ketidakstabilan yang perlu  diantisipasi,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi melemah pada 2023. Kendati demikian, kecil kemungkinan ekonomi Indonesia mengalami resesi.
&amp;ldquo;Saya tidak melihat kemungkinan Indonesia untuk mengalami pertumbuhan negatif, mungkin pertumbuhan ekonomi akan melemah, tetapi tidak negatif,&amp;rdquo; kata Mantan Menkeu Chatib Basri dilansir dari Antara, Selasa (18/10/2022).
BACA JUGA:ADB Sebut Prospek Ekonomi Indonesia Cerah

Lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional atau Internasional Monetary Fund (IMF) sebelumnya hanya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,2% secara tahunan menjadi 5% pada 2023.

&amp;ldquo;Barangkali dalam skenario kasus terburuk, kita mungkin akan tumbuh 4% secara tahunan di bawah situasi seperti ini,&amp;rdquo; katanya.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5% pada 2023

Sebelumnya dia menjelaskan Indonesia lebih kecil terdampak resesi global karena keterhubungannya dengan rantai pasok global masih rendah, sebagaimana tampak dari sumbangan ekspor terhadap PDB yang hanya mencapai 19,79% di kuartal II 2022.
Penting untuk menyiapkan diri terhadap potensi terburuk, tetapi optimisme tetap perlu dijaga secara berkelanjutan agar masyarakat terus bersedia membelanjakan uang mereka. Pasalnya lebih dari 50% dari PDB disumbang oleh konsumsi masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNC80LzE1NDkyMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, pada 2023 pemerintah kemungkinan akan menahan laju  belanja negara untuk mengejar target defisit Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN) di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Adapun khusus untuk sektor perbankan, meskipun masih terbilang sehat,  Chatib Basri memandang kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 9%  dapat berdampak terhadap bank-bank yang berukuran kecil.
&amp;ldquo;Mereka akan melihat masalah dari pengetatan likuiditas, lalu mereka  akan mulai meningkatkan suku bunga sehingga terjadi perang harga antar  bank yang berpotensi berujung pada ketidakstabilan yang perlu  diantisipasi,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
