<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indika Energy (INDY) Suntik Modal Anak Usaha Rp20 Miliar</title><description>PT Indika Energy Tbk (INDY) suntik modal ke anak usahanya sebesar Rp20 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690929/indika-energy-indy-suntik-modal-anak-usaha-rp20-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690929/indika-energy-indy-suntik-modal-anak-usaha-rp20-miliar"/><item><title>Indika Energy (INDY) Suntik Modal Anak Usaha Rp20 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690929/indika-energy-indy-suntik-modal-anak-usaha-rp20-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690929/indika-energy-indy-suntik-modal-anak-usaha-rp20-miliar</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/278/2690929/indika-energy-indy-suntik-modal-anak-usaha-rp20-miliar-8k4m6WIpkf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">INDY suntik anak usaha (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/278/2690929/indika-energy-indy-suntik-modal-anak-usaha-rp20-miliar-8k4m6WIpkf.jpg</image><title>INDY suntik anak usaha (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Indika Energy Tbk (INDY) suntik modal ke anak usahanya sebesar Rp20 miliar. INDY melalui anak usahanya PT Mitra Motor Group (MMG) melakukan penyertaan saham ke PT Energi Makmur Buana (EMB).
EMB merupakan perseroan terbatas yang bergerak di bidang distribusi kendaraan listrik roda empat. Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono mengatakan, penyertaan saham dilakukan MMG dalam bentuk konversi atas pinjaman sejumlah Rp20 miliar yang telah diberikan MMG kepada EMB berdasarkan perjanjian pinjaman yang wajib dikonversi tertanggal 16 September 2022.
BACA JUGA:Menhub Colek Industri Otomotif Bikin Kendaraan Listrik yang Ekonomis 

Setelah penyertaan saham berlaku efektif, MMG akan memiliki jumlah saham sebesar 14.572 saham, dengan jumlah total nilai nominal saham Rp14,57 miliar atau sebesar 49% dari total saham. Sementara itu, sisanya sebesar 51% atau 14.000 saham dimiliki oleh PT Buana Auto Sejahtera.
&amp;rdquo;Penyertaan saham ini merupakan langkah strategis perseroan secara grup untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik, khususnya kendaraan listrik roda empat di Indonesia,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Kendaraan Listrik Lebih Hemat tapi Investasi Awal Mahal

Sebagaimana diketahui, selain ekspansi di mobil listrik, INDY juga melakukan investasi di motor listrik. INDY menargetkan pabrik sepeda motor listrik di bawah PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) rampung pada November 2022. Targetnya, pabrik sepeda motor Alfa One yang baru saja diluncurkan pada gelaran GIIAS 2022 ini bisa memproduksi 100.000 unit sepeda motor per tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNy80LzE1NTA3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut, INDY menargetkan pendapatan dari bisnis kendaraan  listrik bakal menjadi kontributor terbesar setelah bisnis terkait batu  bara. Belanja modal di bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle  (EV) juga cukup tinggi dengan belanja modal pada PT Electra Mobilitas  Indonesia (EMI) produsen sepeda motor listrik Indika senilai USD12 juta  atau Rp182,4 miliar (kurs Rp15.200). Selain sepeda motor listrik, INDY  juga baru saja membuat perusahaan patungan bersama Foxconn untuk  mengembangkan kendaraan komersial bertenaga listrik, seperti bus.
Paruh pertama 2022, INDY membukukan pendapatan USD1,94 miliar atau  melesat 67,24% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD1,16  miliar. Adapun untuk laba periode berjalan yang dapat diatribusikan  kepada pemilik entitas induk hingga 30 Juni 2022 sebesar USD200,65 juta,  melesat 1.572% dari realisasi periode yang sama tahun 2021 yang senilai  USD12 juta.
Dalam laporan keuangannya, Indika Energy mencatatkan juga beban pokok  kontrak dan penjualan per 30 Juni 2022 sebesar USD1,27 miliar, lebih  besar dari 30 Juni 2021 yang sebanyak USD905,74 juta. Laba pada semester  I-2022 mencapai USD668,87 juta, melonjak dari periode yang sama tahun  lalu yang berjumlah USD258,91 juta.
Selain itu, INDY membukukan bagian laba bersih entitas asosiasi  USD10,39 juta pada semester I-2022; beban penjualan umum dan  administrasi USD92,63 juta; pendapatan investasi USD3,24 juta; beban  keuangan USD53,15 juta; beban pajak final USD3,93 juta; amortisasi aset  tidak berwujud USD68,03 juta; perubahan nilai wajar utang kontinjensi  USD5,6 juta; lain-lain (bersih) 5,47 juta. Sementara Indika membukukan  laba sebelum pajak sebanyak USD453,68 juta pada semester I-2022,  melonjak dari semester I-2021 dengan capaian USD87,85 juta.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indika Energy Tbk (INDY) suntik modal ke anak usahanya sebesar Rp20 miliar. INDY melalui anak usahanya PT Mitra Motor Group (MMG) melakukan penyertaan saham ke PT Energi Makmur Buana (EMB).
EMB merupakan perseroan terbatas yang bergerak di bidang distribusi kendaraan listrik roda empat. Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono mengatakan, penyertaan saham dilakukan MMG dalam bentuk konversi atas pinjaman sejumlah Rp20 miliar yang telah diberikan MMG kepada EMB berdasarkan perjanjian pinjaman yang wajib dikonversi tertanggal 16 September 2022.
BACA JUGA:Menhub Colek Industri Otomotif Bikin Kendaraan Listrik yang Ekonomis 

Setelah penyertaan saham berlaku efektif, MMG akan memiliki jumlah saham sebesar 14.572 saham, dengan jumlah total nilai nominal saham Rp14,57 miliar atau sebesar 49% dari total saham. Sementara itu, sisanya sebesar 51% atau 14.000 saham dimiliki oleh PT Buana Auto Sejahtera.
&amp;rdquo;Penyertaan saham ini merupakan langkah strategis perseroan secara grup untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik, khususnya kendaraan listrik roda empat di Indonesia,&quot; ujarnya.
BACA JUGA:Kendaraan Listrik Lebih Hemat tapi Investasi Awal Mahal

Sebagaimana diketahui, selain ekspansi di mobil listrik, INDY juga melakukan investasi di motor listrik. INDY menargetkan pabrik sepeda motor listrik di bawah PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) rampung pada November 2022. Targetnya, pabrik sepeda motor Alfa One yang baru saja diluncurkan pada gelaran GIIAS 2022 ini bisa memproduksi 100.000 unit sepeda motor per tahun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNy80LzE1NTA3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Lebih lanjut, INDY menargetkan pendapatan dari bisnis kendaraan  listrik bakal menjadi kontributor terbesar setelah bisnis terkait batu  bara. Belanja modal di bisnis kendaraan listrik atau electric vehicle  (EV) juga cukup tinggi dengan belanja modal pada PT Electra Mobilitas  Indonesia (EMI) produsen sepeda motor listrik Indika senilai USD12 juta  atau Rp182,4 miliar (kurs Rp15.200). Selain sepeda motor listrik, INDY  juga baru saja membuat perusahaan patungan bersama Foxconn untuk  mengembangkan kendaraan komersial bertenaga listrik, seperti bus.
Paruh pertama 2022, INDY membukukan pendapatan USD1,94 miliar atau  melesat 67,24% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD1,16  miliar. Adapun untuk laba periode berjalan yang dapat diatribusikan  kepada pemilik entitas induk hingga 30 Juni 2022 sebesar USD200,65 juta,  melesat 1.572% dari realisasi periode yang sama tahun 2021 yang senilai  USD12 juta.
Dalam laporan keuangannya, Indika Energy mencatatkan juga beban pokok  kontrak dan penjualan per 30 Juni 2022 sebesar USD1,27 miliar, lebih  besar dari 30 Juni 2021 yang sebanyak USD905,74 juta. Laba pada semester  I-2022 mencapai USD668,87 juta, melonjak dari periode yang sama tahun  lalu yang berjumlah USD258,91 juta.
Selain itu, INDY membukukan bagian laba bersih entitas asosiasi  USD10,39 juta pada semester I-2022; beban penjualan umum dan  administrasi USD92,63 juta; pendapatan investasi USD3,24 juta; beban  keuangan USD53,15 juta; beban pajak final USD3,93 juta; amortisasi aset  tidak berwujud USD68,03 juta; perubahan nilai wajar utang kontinjensi  USD5,6 juta; lain-lain (bersih) 5,47 juta. Sementara Indika membukukan  laba sebelum pajak sebanyak USD453,68 juta pada semester I-2022,  melonjak dari semester I-2021 dengan capaian USD87,85 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
