<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>White Horse (WEHA) Kantongi Pendapatan Rp123 Miliar, Melesat 112%</title><description>PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) atau White Horse membukukan pendapatan sebesar Rp123 miliar di kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690935/white-horse-weha-kantongi-pendapatan-rp123-miliar-melesat-112</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690935/white-horse-weha-kantongi-pendapatan-rp123-miliar-melesat-112"/><item><title>White Horse (WEHA) Kantongi Pendapatan Rp123 Miliar, Melesat 112%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690935/white-horse-weha-kantongi-pendapatan-rp123-miliar-melesat-112</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2690935/white-horse-weha-kantongi-pendapatan-rp123-miliar-melesat-112</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/278/2690935/white-horse-weha-kantongi-pendapatan-rp123-miliar-melesat-112-35xg1KfksB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan WEHA naik tajam (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/278/2690935/white-horse-weha-kantongi-pendapatan-rp123-miliar-melesat-112-35xg1KfksB.jpg</image><title>Pendapatan WEHA naik tajam (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) atau White Horse membukukan pendapatan sebesar Rp123 miliar di kuartal III 2022. Pendapatan WEHA melesat 112% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp58 miliar.
Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp12 miliar di mana perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp11 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya. Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata mengatakan, segmen bus carter membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 87% dibandingkan dengan tahun lalu.
BACA JUGA:Weha Transportasi Indonesia (WEHA) Catat Laba Bersih Rp6,06 Miliar di Kuartal II-2022

Segmen shuttle dan logistik membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 125% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian juga segmen open trip membukukan kenaikan pendapatan sebesar 387% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
&amp;rdquo;Ada beberapa poin yang dapat menjadi alasan perseroan mencetak kinerja yang positif di tahun ini. Pertama, perseroan melihat demand recovery dari pandemi itu sangat kuat. Ditunjang lagi dari menurunnya ketakutan akan Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Weha Transportasi (WEHA) Bakal Right Issue

Kedua, lanjutnya, pembangunan infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan melalui darat. Bisa terlihat sekarang perjalanan dari Jakarta ke Semarang hanya menempuh waktu 5 jam, perjalanan ke Yogyakarta hanya memakan waktu 8 jam.
Ketiga, kenaikan harga tiket pesawat terbang karena tingginya harga minyak menjadikan transportasi darat menjadi alternatif yang sangat ekonomis untuk melakukan perjalanan, serta tingginya harga tiket pesawat menyebabkan tren masyarakat untuk berlibur di Indonesia ketimbang ke luar negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Keempat, meredanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan perkantoran  ataupun institusi pendidikan kembali stabil dan ini sangat menguntungkan  perseroan karena kegiatan seperti outing, family gathering, dan field  trip kembali berjalan.
&amp;ldquo;Hal ini membuat perseroan berhasil meningkatkan tingkat utilisasi  dari bus kategori besar di mana sebelumnya masyarakat yang hanya  menggunakan bus medium untuk perjalanan dengan grup kecil,&amp;rdquo; papar  Andrianto.
Menurutnya, kenaikan harga BBM yang terjadi di bulan terakhir di  kuartal III-2022 juga tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja  perseroan. Di lini usaha intercity shuttle, perseroan memutuskan  menaikkan harga jual rata-rata sebesar 8-10% untuk bisa meredam kenaikan  harga BBM. Untuk lini usaha bus carter, margin memang sedikit tertekan  karena imbas kenaikan BBM.
Hal ini disebabkan sifat pemesanan bus yang biasa di lakukan  rata-rata 2-3 minggu sebelum perjalanan sehingga perseroan tidak bisa  menaikkan harga setelah terjadinya forward booking. Akan tetapi  perseroan cukup optimis di kuartal IV-2022 margin dari bus carter akan  membaik karena forward booking yang terjadi akan mengikuti kenaikan  harga yang sudah disesuaikan dengan kenaikan BBM.
Di kuartal IV-2022, WEHA memproyeksikan pendapatan sebesar Rp51  miliar dengan target laba bersih sebesar Rp6 miliar . Sehingga di akhir  tahun 2022 perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar  hampir Rp175  miliar dan diharapkan laba bersih di akhir tahun 2022 dapat mencapai  Rp18 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) atau White Horse membukukan pendapatan sebesar Rp123 miliar di kuartal III 2022. Pendapatan WEHA melesat 112% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp58 miliar.
Perseroan juga berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp12 miliar di mana perseroan mengalami rugi bersih sebesar Rp11 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya. Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata mengatakan, segmen bus carter membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 87% dibandingkan dengan tahun lalu.
BACA JUGA:Weha Transportasi Indonesia (WEHA) Catat Laba Bersih Rp6,06 Miliar di Kuartal II-2022

Segmen shuttle dan logistik membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 125% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian juga segmen open trip membukukan kenaikan pendapatan sebesar 387% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
&amp;rdquo;Ada beberapa poin yang dapat menjadi alasan perseroan mencetak kinerja yang positif di tahun ini. Pertama, perseroan melihat demand recovery dari pandemi itu sangat kuat. Ditunjang lagi dari menurunnya ketakutan akan Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA:Weha Transportasi (WEHA) Bakal Right Issue

Kedua, lanjutnya, pembangunan infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan melalui darat. Bisa terlihat sekarang perjalanan dari Jakarta ke Semarang hanya menempuh waktu 5 jam, perjalanan ke Yogyakarta hanya memakan waktu 8 jam.
Ketiga, kenaikan harga tiket pesawat terbang karena tingginya harga minyak menjadikan transportasi darat menjadi alternatif yang sangat ekonomis untuk melakukan perjalanan, serta tingginya harga tiket pesawat menyebabkan tren masyarakat untuk berlibur di Indonesia ketimbang ke luar negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Keempat, meredanya pandemi Covid-19 membuat kegiatan perkantoran  ataupun institusi pendidikan kembali stabil dan ini sangat menguntungkan  perseroan karena kegiatan seperti outing, family gathering, dan field  trip kembali berjalan.
&amp;ldquo;Hal ini membuat perseroan berhasil meningkatkan tingkat utilisasi  dari bus kategori besar di mana sebelumnya masyarakat yang hanya  menggunakan bus medium untuk perjalanan dengan grup kecil,&amp;rdquo; papar  Andrianto.
Menurutnya, kenaikan harga BBM yang terjadi di bulan terakhir di  kuartal III-2022 juga tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja  perseroan. Di lini usaha intercity shuttle, perseroan memutuskan  menaikkan harga jual rata-rata sebesar 8-10% untuk bisa meredam kenaikan  harga BBM. Untuk lini usaha bus carter, margin memang sedikit tertekan  karena imbas kenaikan BBM.
Hal ini disebabkan sifat pemesanan bus yang biasa di lakukan  rata-rata 2-3 minggu sebelum perjalanan sehingga perseroan tidak bisa  menaikkan harga setelah terjadinya forward booking. Akan tetapi  perseroan cukup optimis di kuartal IV-2022 margin dari bus carter akan  membaik karena forward booking yang terjadi akan mengikuti kenaikan  harga yang sudah disesuaikan dengan kenaikan BBM.
Di kuartal IV-2022, WEHA memproyeksikan pendapatan sebesar Rp51  miliar dengan target laba bersih sebesar Rp6 miliar . Sehingga di akhir  tahun 2022 perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar  hampir Rp175  miliar dan diharapkan laba bersih di akhir tahun 2022 dapat mencapai  Rp18 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
