<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wilmar Cahaya (CEKA) Raup Laba Rp140,85 Miliar di Kuartal III-2022</title><description>PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) meraup laba Rp140,85 miliar di kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2691205/wilmar-cahaya-ceka-raup-laba-rp140-85-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2691205/wilmar-cahaya-ceka-raup-laba-rp140-85-miliar-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Wilmar Cahaya (CEKA) Raup Laba Rp140,85 Miliar di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2691205/wilmar-cahaya-ceka-raup-laba-rp140-85-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/278/2691205/wilmar-cahaya-ceka-raup-laba-rp140-85-miliar-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/278/2691205/wilmar-cahaya-ceka-raup-laba-rp140-85-miliar-di-kuartal-iii-2022-ZqDdoKwWbW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba CEKA alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/278/2691205/wilmar-cahaya-ceka-raup-laba-rp140-85-miliar-di-kuartal-iii-2022-ZqDdoKwWbW.jpg</image><title>Laba CEKA alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) meraup laba Rp140,85 miliar di kuartal III 2022. Laba CEKA tumbuh 8,70% dari sebelumnya Rp129,56 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Kamis (20/10/2022), penjualan perseroan juga naik menjadi Rp4,93 triliun dari sebelumnya sebesar Rp3,68 triliun. Penjualan domestik tercatat sebesar Rp4,75 triliun atau naik 35,09% dari sebelumnya Rp3,51 triliun.
BACA JUGA:Bos Wilmar Borong Saham CEKA, untuk Apa?

Penjualan domestik untuk produk CPO yakni sebesar Rp2,40 triliun, produk palm kernel tercatat sebesar Rp1,76 triliun, dan penjualan domestik produk lainnya sebesar Rp582,73 miliar.
Sementara itu, total penjualan ekspor tercatat sebesar Rp182,65 miliar, yang seluruhnya dikontribusi oleh penjualan produk CPO.
BACA JUGA:Penjualan Capai Rp3,6 Triliun, Laba Wilmar (CEKA) Meroket 137%

Di sisi pengeluaran, beban pokok penjualan CEKA juga naik menjadi Rp4,64 triliun dari sebelumnya Rp3,43 triliun, Hal ini karena biaya pembelian komoditas yang juga naik menjadi Rp4,53 triliun dari Rp3,30 triliun.
Selain itu, beban umum dan administrasi perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp38,99 miliar dari sebelumnya sebesar Rp36,37 miliar. Sedangkan, beban penjualan susut menjadi Rp75,92 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Total nilai aset CEKA hingga akhir September 2022 tercatat naik 1,71%  menjadi Rp1,72 triliun, dibanding posisi akhir tahun lalu yang sebesar  Rp1,69 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp257,78  miliar dan ekuitas sebesar Rp1,46 triliun.
Sebagai tambahan, pada akhir Juli lalu perseroan telah mendapatkan  persetujuan untuk menambah kegiatan usahanya yakni, di bidang penjualan  tepung terigu dan beras. Sebagaimana diketahui, CEKA merupakan  perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak mentah dan lemak  nabati.
Penambahan kegiatan usaha ini akan dilakukan bekerja sama dengan  entitas usaha perseroan yakni, PT Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA) dan  PT Wilmar Padi Indonesia (PT WPI).
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa, penambahan kegiatan usaha  tersebut dikarenakan perseroan melihat dan menjajaki adanya peluang  usaha dalam bidang perdagangan besar, yang sesuai dengan maksud dan  tujuan serta kegiatan usaha perseroan.
Perseroan juga telah menghitung dengan seksama peluang usaha tersebut  dan dapat dijalankan secara berkelanjutan. Perseroan juga meyakini  bahwa rencana ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang  saham.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) meraup laba Rp140,85 miliar di kuartal III 2022. Laba CEKA tumbuh 8,70% dari sebelumnya Rp129,56 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Kamis (20/10/2022), penjualan perseroan juga naik menjadi Rp4,93 triliun dari sebelumnya sebesar Rp3,68 triliun. Penjualan domestik tercatat sebesar Rp4,75 triliun atau naik 35,09% dari sebelumnya Rp3,51 triliun.
BACA JUGA:Bos Wilmar Borong Saham CEKA, untuk Apa?

Penjualan domestik untuk produk CPO yakni sebesar Rp2,40 triliun, produk palm kernel tercatat sebesar Rp1,76 triliun, dan penjualan domestik produk lainnya sebesar Rp582,73 miliar.
Sementara itu, total penjualan ekspor tercatat sebesar Rp182,65 miliar, yang seluruhnya dikontribusi oleh penjualan produk CPO.
BACA JUGA:Penjualan Capai Rp3,6 Triliun, Laba Wilmar (CEKA) Meroket 137%

Di sisi pengeluaran, beban pokok penjualan CEKA juga naik menjadi Rp4,64 triliun dari sebelumnya Rp3,43 triliun, Hal ini karena biaya pembelian komoditas yang juga naik menjadi Rp4,53 triliun dari Rp3,30 triliun.
Selain itu, beban umum dan administrasi perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp38,99 miliar dari sebelumnya sebesar Rp36,37 miliar. Sedangkan, beban penjualan susut menjadi Rp75,92 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Total nilai aset CEKA hingga akhir September 2022 tercatat naik 1,71%  menjadi Rp1,72 triliun, dibanding posisi akhir tahun lalu yang sebesar  Rp1,69 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp257,78  miliar dan ekuitas sebesar Rp1,46 triliun.
Sebagai tambahan, pada akhir Juli lalu perseroan telah mendapatkan  persetujuan untuk menambah kegiatan usahanya yakni, di bidang penjualan  tepung terigu dan beras. Sebagaimana diketahui, CEKA merupakan  perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak mentah dan lemak  nabati.
Penambahan kegiatan usaha ini akan dilakukan bekerja sama dengan  entitas usaha perseroan yakni, PT Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA) dan  PT Wilmar Padi Indonesia (PT WPI).
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa, penambahan kegiatan usaha  tersebut dikarenakan perseroan melihat dan menjajaki adanya peluang  usaha dalam bidang perdagangan besar, yang sesuai dengan maksud dan  tujuan serta kegiatan usaha perseroan.
Perseroan juga telah menghitung dengan seksama peluang usaha tersebut  dan dapat dijalankan secara berkelanjutan. Perseroan juga meyakini  bahwa rencana ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang  saham.</content:encoded></item></channel></rss>
