<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLTU Pelabuhan Ratu Bakal Pensiun Dini</title><description>PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat bakal pensiun dini. Rencana ini tengah  dimatangkan PT PLN (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690885/pltu-pelabuhan-ratu-bakal-pensiun-dini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690885/pltu-pelabuhan-ratu-bakal-pensiun-dini"/><item><title>PLTU Pelabuhan Ratu Bakal Pensiun Dini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690885/pltu-pelabuhan-ratu-bakal-pensiun-dini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690885/pltu-pelabuhan-ratu-bakal-pensiun-dini</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/320/2690885/pltu-pelabuhan-ratu-bakal-pensiun-dini-E0rbGyyuuJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PLTU batu bara pelabuhan ratu pensiun dini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/320/2690885/pltu-pelabuhan-ratu-bakal-pensiun-dini-E0rbGyyuuJ.jpg</image><title>PLTU batu bara pelabuhan ratu pensiun dini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat bakal pensiun dini. Rencana ini tengah dimatangkan PT PLN (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Komitmen ini dituangkan dalam penandatanganan Principal Framework Agreement dalam rangkaian agenda Stated-Owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali. Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyampaikan komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong pensiun dini PLTU dalam rangka transisi menuju energi bersih.
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Ambil Alih PLTU Milik PLN, BEI Buka Suara

&quot;Kerja sama dengan PLN dalam melakukan early retirement PLTU sejalan dengan visi PTBA menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Kami berharap agar target-target penurunan emisi karbon dapat tercapai dan ketahanan energi tetap terjaga,&quot; kata Arsal Ismail dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/10/2022).
Arsal menjelaskan bahwa kerja sama ini turut mempertimbangkan berbagai aspek baik aspek lingkungan hingga keekonomian. Principal Framework Agreement ini merupakan komitmen bersama yang memberi ruang untuk mencapai kesepakatan terbaik yang memberi nilai maksimal bagi kedua belah pihak.
BACA JUGA:Bye! PLTU Batu Bara Dipastikan Ditutup pada 2050

&quot;Kerja sama ini menguntungkan semua pihak, baik PLN maupun PTBA,&quot; ujarnya.
Dengan adanya program pengakhiran lebih awal, masa operasional PLTU Pelabuhan Ratu akan terpangkas dari 24 tahun menjadi 15 tahun. Penurunan masa operasional tersebut akan dibarengi oleh potensi pemangkasan emisi karbondioksida (CO2) ekuivalen sebesar 51 juta ton atau setara Rp220 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8xNy8xLzEyOTExMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Keikutsertaan PTBA dalam rencana early retirement PLTU Pelabuhan Ratu  ini didasari oleh beberapa pertimbangan strategis. PLTU Pelabuhan Ratu  merupakan tulang punggung pasokan listrik di wilayah bagian selatan  Pulau Jawa. Berdasarkan lokasi geografis, tata kelola PLTU Pelabuhan  Ratu relatif lebih mudah diintegrasikan dengan sistem rantai pasok PTBA.
Kebutuhan batu bara PLTU Pelabuhan Ratu sebanyak 4,5 juta ton per  tahun atau 67,5 juta ton selama 15 tahun. Hal tersebut selaras dengan  Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk pemanfaatan cadangan batu  bara PTBA.
Setelah penandatanganan Principal Framework Agreement ini, PTBA dan  PLN akan melakukan proses due dilligence (uji tuntas) untuk progam early  retirement PLTU tersebut. Pengambilalihan PLTU akan menggunakan  pendanaan murah dengan skema Energy Transition Mechanism (ETM) yang  disusun oleh Kementerian Keuangan. Skema ini merupakan pembiayaan  campuran (blended finance) yang melibatkan para investor.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PLTU Pelabuhan Ratu, Jawa Barat bakal pensiun dini. Rencana ini tengah dimatangkan PT PLN (Persero) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Komitmen ini dituangkan dalam penandatanganan Principal Framework Agreement dalam rangkaian agenda Stated-Owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali. Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyampaikan komitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong pensiun dini PLTU dalam rangka transisi menuju energi bersih.
BACA JUGA:Bukit Asam (PTBA) Ambil Alih PLTU Milik PLN, BEI Buka Suara

&quot;Kerja sama dengan PLN dalam melakukan early retirement PLTU sejalan dengan visi PTBA menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Kami berharap agar target-target penurunan emisi karbon dapat tercapai dan ketahanan energi tetap terjaga,&quot; kata Arsal Ismail dikutip dari Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/10/2022).
Arsal menjelaskan bahwa kerja sama ini turut mempertimbangkan berbagai aspek baik aspek lingkungan hingga keekonomian. Principal Framework Agreement ini merupakan komitmen bersama yang memberi ruang untuk mencapai kesepakatan terbaik yang memberi nilai maksimal bagi kedua belah pihak.
BACA JUGA:Bye! PLTU Batu Bara Dipastikan Ditutup pada 2050

&quot;Kerja sama ini menguntungkan semua pihak, baik PLN maupun PTBA,&quot; ujarnya.
Dengan adanya program pengakhiran lebih awal, masa operasional PLTU Pelabuhan Ratu akan terpangkas dari 24 tahun menjadi 15 tahun. Penurunan masa operasional tersebut akan dibarengi oleh potensi pemangkasan emisi karbondioksida (CO2) ekuivalen sebesar 51 juta ton atau setara Rp220 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8xNy8xLzEyOTExMi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Keikutsertaan PTBA dalam rencana early retirement PLTU Pelabuhan Ratu  ini didasari oleh beberapa pertimbangan strategis. PLTU Pelabuhan Ratu  merupakan tulang punggung pasokan listrik di wilayah bagian selatan  Pulau Jawa. Berdasarkan lokasi geografis, tata kelola PLTU Pelabuhan  Ratu relatif lebih mudah diintegrasikan dengan sistem rantai pasok PTBA.
Kebutuhan batu bara PLTU Pelabuhan Ratu sebanyak 4,5 juta ton per  tahun atau 67,5 juta ton selama 15 tahun. Hal tersebut selaras dengan  Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk pemanfaatan cadangan batu  bara PTBA.
Setelah penandatanganan Principal Framework Agreement ini, PTBA dan  PLN akan melakukan proses due dilligence (uji tuntas) untuk progam early  retirement PLTU tersebut. Pengambilalihan PLTU akan menggunakan  pendanaan murah dengan skema Energy Transition Mechanism (ETM) yang  disusun oleh Kementerian Keuangan. Skema ini merupakan pembiayaan  campuran (blended finance) yang melibatkan para investor.</content:encoded></item></channel></rss>
