<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Turun, Pelaku Industri Plastik Pangkas Produksi</title><description>Pemintaan domestik industri plastik mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690911/permintaan-turun-pelaku-industri-plastik-pangkas-produksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690911/permintaan-turun-pelaku-industri-plastik-pangkas-produksi"/><item><title>Permintaan Turun, Pelaku Industri Plastik Pangkas Produksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690911/permintaan-turun-pelaku-industri-plastik-pangkas-produksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2690911/permintaan-turun-pelaku-industri-plastik-pangkas-produksi</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/320/2690911/permintaan-turun-pelaku-industri-plastik-pangkas-produksi-UHw9XRJ19Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku industri plastik pangkas produksi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/320/2690911/permintaan-turun-pelaku-industri-plastik-pangkas-produksi-UHw9XRJ19Z.jpg</image><title>Pelaku industri plastik pangkas produksi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemintaan domestik industri plastik mengalami penurunan. Merespons hal tersebut, pelaku industri plastik dan barang jadi plastik akan melakukan pemangkasan produksi.
BACA JUGA:Implementasi Energi Terbarukan, Industri Plastik Pasang PLTS Atap

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, penurunan permintaan sudah dirasakan pada pertengahan September. Dia menilai ada beberapa aplikasi terutama untuk botol-botol air minum sudah agak susah transaksinya.
BACA JUGA:Kemenparekraf x SmesHub Kerja Sama Olah Limbah Plastik, Sandiaga Uno: Ciptakan Lapangan Kerja 

&quot;Kelihatannya barang-barang jadi di gudang sudah tidak bisa keluar lagi ke pasar. Kalau ini kita teruskan, kemungkinan besar di bulan November kita akan turunkan produksi,&quot; ujarnya dalam program Market Review di IDX Channel, Kamis (20/10/2022).
Dia mengatakan, melemahnya permintaan pasar juga didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC80LzE1NDUxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sehingga harga turun, daya beli juga turun, tapi harga barang naik  karena secara rupiah jadi agak naik. Sehingga ada koreksi harga jadi  memperparah permintaan pasar,&quot; ungkap Fajar.
Lebih lanjut dia menuturkan, musim hujan yang datang lebih cepat  turut berpengaruh terhadap permintaan, sebab ada beberapa produk-produk  tertentu yang sama sekali tidak bisa keluar dari gudang bentuk jadinya.
&quot;Sehingga ini kita sudah kalkulasi ulang, kemungkinan besar bulan  depan banyak sekali produk revisi dari penjualan dan revisi dari  produksi, kemungkinan besar kita akan turunkan utilitas dari produk  plastiknya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemintaan domestik industri plastik mengalami penurunan. Merespons hal tersebut, pelaku industri plastik dan barang jadi plastik akan melakukan pemangkasan produksi.
BACA JUGA:Implementasi Energi Terbarukan, Industri Plastik Pasang PLTS Atap

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, penurunan permintaan sudah dirasakan pada pertengahan September. Dia menilai ada beberapa aplikasi terutama untuk botol-botol air minum sudah agak susah transaksinya.
BACA JUGA:Kemenparekraf x SmesHub Kerja Sama Olah Limbah Plastik, Sandiaga Uno: Ciptakan Lapangan Kerja 

&quot;Kelihatannya barang-barang jadi di gudang sudah tidak bisa keluar lagi ke pasar. Kalau ini kita teruskan, kemungkinan besar di bulan November kita akan turunkan produksi,&quot; ujarnya dalam program Market Review di IDX Channel, Kamis (20/10/2022).
Dia mengatakan, melemahnya permintaan pasar juga didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOC80LzE1NDUxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Sehingga harga turun, daya beli juga turun, tapi harga barang naik  karena secara rupiah jadi agak naik. Sehingga ada koreksi harga jadi  memperparah permintaan pasar,&quot; ungkap Fajar.
Lebih lanjut dia menuturkan, musim hujan yang datang lebih cepat  turut berpengaruh terhadap permintaan, sebab ada beberapa produk-produk  tertentu yang sama sekali tidak bisa keluar dari gudang bentuk jadinya.
&quot;Sehingga ini kita sudah kalkulasi ulang, kemungkinan besar bulan  depan banyak sekali produk revisi dari penjualan dan revisi dari  produksi, kemungkinan besar kita akan turunkan utilitas dari produk  plastiknya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
