<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Inflasi akibat Kenaikan Harga BBM Tidak Sebesar Perkiraan Awal</title><description>Bank Indonesia (BI) menilai inflasi yang dipicu kenaikan harga BBM tidak sebesar perkiraan awal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2691191/bi-inflasi-akibat-kenaikan-harga-bbm-tidak-sebesar-perkiraan-awal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2691191/bi-inflasi-akibat-kenaikan-harga-bbm-tidak-sebesar-perkiraan-awal"/><item><title>BI: Inflasi akibat Kenaikan Harga BBM Tidak Sebesar Perkiraan Awal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2691191/bi-inflasi-akibat-kenaikan-harga-bbm-tidak-sebesar-perkiraan-awal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/20/320/2691191/bi-inflasi-akibat-kenaikan-harga-bbm-tidak-sebesar-perkiraan-awal</guid><pubDate>Kamis 20 Oktober 2022 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/320/2691191/bi-inflasi-akibat-kenaikan-harga-bbm-tidak-sebesar-perkiraan-awal-WwLwJ1hYDn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi tidak sebesar perkiraan awal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/320/2691191/bi-inflasi-akibat-kenaikan-harga-bbm-tidak-sebesar-perkiraan-awal-WwLwJ1hYDn.jpg</image><title>Inflasi tidak sebesar perkiraan awal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi yang dipicu kenaikan harga BBM tidak sebesar perkiraan awal. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2022 tercatat sebesar 5,95% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,69% (yoy), didorong oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
BACA JUGA:Sambil Makan Taco dan Burrito di AS, Sri Mulyani Curhat Harga Makanan Naik Efek Inflasi

&quot;Realisasi inflasi tersebut lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sejalan dengan dampak penyesuaian harga BBM terhadap kenaikan inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi kelompok harga diatur Pemerintah (administered prices) yang tidak sebesar prakiraan awal,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis(20/10/2022).
BACA JUGA:Singgung Inflasi, Luhut Bahas Serangan ke Jembatan Crimea

Inflasi volatile food terkendali sebesar 9,02% (yoy) sejalan dengan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif. Kenaikan inflasi administered prices juga tidak setinggi yang diprakirakan yaitu 13,28% (yoy) sejalan dengan penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan yang lebih rendah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTEyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah yaitu sebesar 3,21%  (yoy) sejalan dengan lebih rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian  harga BBM tersebut di atas dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi  permintaan. Di tengah ekspektasi inflasi Consensus Forecast yang terlalu  tinggi (overshooting), Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga minggu  kedua menunjukkan inflasi pada bulan Oktober diprakirakan lebih rendah  dibandingkan bulan September 2022.
&quot;Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memandang inflasi tahun  2022 akan lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan awal, meski masih  di atas sasaran 3,0&amp;plusmn;1%. Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan  Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk memastikan  inflasi agar segera kembali ke sasaran yang telah ditetapkan,&quot; pungkas  Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi yang dipicu kenaikan harga BBM tidak sebesar perkiraan awal. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) September 2022 tercatat sebesar 5,95% (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,69% (yoy), didorong oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
BACA JUGA:Sambil Makan Taco dan Burrito di AS, Sri Mulyani Curhat Harga Makanan Naik Efek Inflasi

&quot;Realisasi inflasi tersebut lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sejalan dengan dampak penyesuaian harga BBM terhadap kenaikan inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile food) dan inflasi kelompok harga diatur Pemerintah (administered prices) yang tidak sebesar prakiraan awal,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis(20/10/2022).
BACA JUGA:Singgung Inflasi, Luhut Bahas Serangan ke Jembatan Crimea

Inflasi volatile food terkendali sebesar 9,02% (yoy) sejalan dengan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam mendorong ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif. Kenaikan inflasi administered prices juga tidak setinggi yang diprakirakan yaitu 13,28% (yoy) sejalan dengan penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan yang lebih rendah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTEyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga rendah yaitu sebesar 3,21%  (yoy) sejalan dengan lebih rendahnya dampak rambatan dari penyesuaian  harga BBM tersebut di atas dan belum kuatnya tekanan inflasi dari sisi  permintaan. Di tengah ekspektasi inflasi Consensus Forecast yang terlalu  tinggi (overshooting), Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga minggu  kedua menunjukkan inflasi pada bulan Oktober diprakirakan lebih rendah  dibandingkan bulan September 2022.
&quot;Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memandang inflasi tahun  2022 akan lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan awal, meski masih  di atas sasaran 3,0&amp;plusmn;1%. Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan  Daerah dengan Bank Indonesia akan terus diperkuat untuk memastikan  inflasi agar segera kembali ke sasaran yang telah ditetapkan,&quot; pungkas  Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
