<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalbe Farma (KLBF) Tegaskan Tak Pakai Bahan Baku Etilen dan Dietilen</title><description>PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan anak perusahaan menegaskan tidak menggunakan bahan balku Etilen glycol dan dietilen glicol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/278/2691716/kalbe-farma-klbf-tegaskan-tak-pakai-bahan-baku-etilen-dan-dietilen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/278/2691716/kalbe-farma-klbf-tegaskan-tak-pakai-bahan-baku-etilen-dan-dietilen"/><item><title>Kalbe Farma (KLBF) Tegaskan Tak Pakai Bahan Baku Etilen dan Dietilen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/278/2691716/kalbe-farma-klbf-tegaskan-tak-pakai-bahan-baku-etilen-dan-dietilen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/278/2691716/kalbe-farma-klbf-tegaskan-tak-pakai-bahan-baku-etilen-dan-dietilen</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2022 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/21/278/2691716/kalbe-farma-klbf-tegaskan-tak-pakai-bahan-baku-etilen-dan-dietilen-zQ3g26kypV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kalbe Farma angkat bicara soal bahan baku obat sirup (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/21/278/2691716/kalbe-farma-klbf-tegaskan-tak-pakai-bahan-baku-etilen-dan-dietilen-zQ3g26kypV.jpg</image><title>Kalbe Farma angkat bicara soal bahan baku obat sirup (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan anak perusahaan menegaskan tidak menggunakan bahan balku Etilen glycol dan dietilen glicol. Hal ini terkait dengan kebijakan tidak mengedarkan atau mengkonsumsi obat sirup.
BACA JUGA:5 Obat Sirup yang Mengandung Etilen Glikol Berbahaya, Bunda Wajib Baca!

Perseroan menyatakan, selalu menjaga kualitas dan memenuhi standar pembuatan obat (CPOB) dan distribusi obat (CDOB) yang sudah ditetapkan Badan POM.  Kebijakan antisipatif pemerintah terhadap pengaturan peredaran produk sediaan sirup merupakan bentuk kehati-hatian yang juga menjadi perhatian Kalbe dalam memasarkan obat kepada masyarakat.
BACA JUGA:Obat Tablet Boleh Digerus? Ahli Farmakologi: Tidak Bisa Pukul Rata 

Selain itu, Kalbe mematuhi seluruh ketentuan Badan POM dan tidak menggunakan bahan baku Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Manajemen Kalbe juga menegaskan akan mematuhi arahan dan permintaan Badan POM untuk memeriksa kembali produk-produk Kalbe dari kandungan EG dan DEG  agar aman untuk dikonsumsi masyarakat. Untuk itu, KLBF akan terus berkoordinasi dengan Badan POM dan pihak terkait lainnya dalam hal peredaran obat sediaan sirup sesuai dengan panduan yang ditetapkan pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS8zNC8xNTUzMTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kalbe berkomitmen untuk menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat dan  pasien yang membutuhkan. Di semester pertama 2022, Kalbe Farma  mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 9,39% secara tahunan atau year  on year (yoy) menjadi Rp1,63 triliun. Pertumbuhan laba bersih seiring  kenaikan pendapatan Kalbe Farma yang capai 12,12% menjadi Rp13,87  triliun di semester I-2022. Sebagai pembanding, pendapatan KLBF di  periode yang sama tahun lalu hanya Rp12,37 triliun.
Pasar domestik memberi kontribusi terbesar atas produk farmasi Kalbe  Farma yang mencapai Rp13,28 triliun, sebagian besar diserap melalui  segmen distribusi dan logistik. Sementara pasar ekspor, memberi  kontribusi pemasukan senilai Rp645,99 miliar, diserap terbanyak oleh  penjualan obat resep.
Sementara itu, beban pokok pendapatan Kalbe Farma tercatat sebesar  Rp8,07 triliun, naik 15,78% yoy. Hal itu, menghasilkan laba kotor  sebesar Rp5,79 triliun, naik 7,42% dibandingkan periode yang sama tahun  lalu sebesar Rp5,39 triliun. Setelah dikurangi beban-beban, KLBF  membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp2,13 triliun,  naik 10,93% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,92 triliun.
Per Juni 2022, KLBF membukukan total aset sebesar Rp25,26 triliun,  lebih rendah 1,57% dari posisi Desember 2021 senilai Rp25,66 triliun.  Rinciannya, total naik 3,01% menjadi Rp4,53 triliun dan total ekuitas  menyusut 2,52% menjadi Rp20,72 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan anak perusahaan menegaskan tidak menggunakan bahan balku Etilen glycol dan dietilen glicol. Hal ini terkait dengan kebijakan tidak mengedarkan atau mengkonsumsi obat sirup.
BACA JUGA:5 Obat Sirup yang Mengandung Etilen Glikol Berbahaya, Bunda Wajib Baca!

Perseroan menyatakan, selalu menjaga kualitas dan memenuhi standar pembuatan obat (CPOB) dan distribusi obat (CDOB) yang sudah ditetapkan Badan POM.  Kebijakan antisipatif pemerintah terhadap pengaturan peredaran produk sediaan sirup merupakan bentuk kehati-hatian yang juga menjadi perhatian Kalbe dalam memasarkan obat kepada masyarakat.
BACA JUGA:Obat Tablet Boleh Digerus? Ahli Farmakologi: Tidak Bisa Pukul Rata 

Selain itu, Kalbe mematuhi seluruh ketentuan Badan POM dan tidak menggunakan bahan baku Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Manajemen Kalbe juga menegaskan akan mematuhi arahan dan permintaan Badan POM untuk memeriksa kembali produk-produk Kalbe dari kandungan EG dan DEG  agar aman untuk dikonsumsi masyarakat. Untuk itu, KLBF akan terus berkoordinasi dengan Badan POM dan pihak terkait lainnya dalam hal peredaran obat sediaan sirup sesuai dengan panduan yang ditetapkan pemerintah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS8zNC8xNTUzMTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kalbe berkomitmen untuk menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat dan  pasien yang membutuhkan. Di semester pertama 2022, Kalbe Farma  mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 9,39% secara tahunan atau year  on year (yoy) menjadi Rp1,63 triliun. Pertumbuhan laba bersih seiring  kenaikan pendapatan Kalbe Farma yang capai 12,12% menjadi Rp13,87  triliun di semester I-2022. Sebagai pembanding, pendapatan KLBF di  periode yang sama tahun lalu hanya Rp12,37 triliun.
Pasar domestik memberi kontribusi terbesar atas produk farmasi Kalbe  Farma yang mencapai Rp13,28 triliun, sebagian besar diserap melalui  segmen distribusi dan logistik. Sementara pasar ekspor, memberi  kontribusi pemasukan senilai Rp645,99 miliar, diserap terbanyak oleh  penjualan obat resep.
Sementara itu, beban pokok pendapatan Kalbe Farma tercatat sebesar  Rp8,07 triliun, naik 15,78% yoy. Hal itu, menghasilkan laba kotor  sebesar Rp5,79 triliun, naik 7,42% dibandingkan periode yang sama tahun  lalu sebesar Rp5,39 triliun. Setelah dikurangi beban-beban, KLBF  membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp2,13 triliun,  naik 10,93% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,92 triliun.
Per Juni 2022, KLBF membukukan total aset sebesar Rp25,26 triliun,  lebih rendah 1,57% dari posisi Desember 2021 senilai Rp25,66 triliun.  Rinciannya, total naik 3,01% menjadi Rp4,53 triliun dan total ekuitas  menyusut 2,52% menjadi Rp20,72 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
