<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Inggris Terpuruk hingga PM Liz Truss Mundur, Ini Kata Sri Mulyani</title><description>Ekonomi Inggris tengah terpuruk hingga PM Liz Truss mengundurkan diri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/320/2691959/ekonomi-inggris-terpuruk-hingga-pm-liz-truss-mundur-ini-kata-sri-mulyani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/320/2691959/ekonomi-inggris-terpuruk-hingga-pm-liz-truss-mundur-ini-kata-sri-mulyani"/><item><title>Ekonomi Inggris Terpuruk hingga PM Liz Truss Mundur, Ini Kata Sri Mulyani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/320/2691959/ekonomi-inggris-terpuruk-hingga-pm-liz-truss-mundur-ini-kata-sri-mulyani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/21/320/2691959/ekonomi-inggris-terpuruk-hingga-pm-liz-truss-mundur-ini-kata-sri-mulyani</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2022 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/21/320/2691959/ekonomi-inggris-terpuruk-hingga-pm-liz-truss-mundur-ini-kata-sri-mulyani-crY1lFjWFq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Inggris terpuruk (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/21/320/2691959/ekonomi-inggris-terpuruk-hingga-pm-liz-truss-mundur-ini-kata-sri-mulyani-crY1lFjWFq.jpg</image><title>Ekonomi Inggris terpuruk (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Inggris tengah terpuruk hingga PM Liz Truss mengundurkan diri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai kondisi ini adalah bukti bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap kondisi politik suatu negara.
Dia mengatakan bahwa saat ini risiko sudah mulai bergeser ke arah risiko keuangan dan perekonomian global dengan gejolak global sekarang. Sebagai contoh, kasus mundurnya Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss yang dinilai tidak becus menangani perekonomian.
BACA JUGA:Wall Street Langsung Lesu Usai PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri

&quot;Di Inggris, kita bisa melihat karena tekanan ekonomi dan inflasinya yang tinggi, Menteri Keuangannya diganti, bahkan PM-nya turun. Ini bukti bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap kondisi politik,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Oktober 2022 di Jakarta, Jumat(21/10/2022).
Situasi dunia saat ini, sebut dia, penuh ketidakpastian dan sedang tidak baik-baik saja. Lingkungan global bergejolak dengan tingginya harga komoditas utama dunia yang berimbas besar terhadap perekonomian banyak negara, dan volatilitasnya yang tinggi akibat perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Poundsterling Menguat Usai PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri 

&quot;Gejolak geopolitik ini sudah mengganggu sisi pasokan dan distribusi, karena menyebabkan harga komoditas menjadi tinggi dan gampang sekali bergejolak. Tingginya harga-harga komoditas ini kemudian juga memicu tingginya inflasi di berbagai negara,&quot; ucap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMC80LzE1NTI2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya itu saja, dia mewaspadai Bank Sentral AS The Federal  Reserve (The Fed) yang semakin agresif menaikkan suku bunganya merespons  tingginya inflasi AS di 8,2%. Bahkan, diperkirakan hingga akhir tahun,  angka suku bunganya bisa mencapai 4,5%. Tindakan ini tentunya akan  berdampak terhadap seluruh dunia.
Gejolak inflasi juga sudah nampak di Eropa dengan inflasi yang sudah  mencapai level 10, terutama di harga energi yang kemudian memicu gejolak  dan tekanan sosial. Negara-negara emerging markets juga masih mengalami  inflasi, misal Brazil 8,7%, Meksiko 8,7%, India 7%, dan Indonesia 6%.
&quot;Maka dari itu perlu respons kebijakan moneter untuk menstabilkan  harga, yaitu dengan menaikkan suku bunga dan menetapkan likuiditas.  Outlook perekonomian global menjadi melemah seiring kenaikan harga dan  pengetatan kebijakan moneter,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Inggris tengah terpuruk hingga PM Liz Truss mengundurkan diri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai kondisi ini adalah bukti bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap kondisi politik suatu negara.
Dia mengatakan bahwa saat ini risiko sudah mulai bergeser ke arah risiko keuangan dan perekonomian global dengan gejolak global sekarang. Sebagai contoh, kasus mundurnya Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss yang dinilai tidak becus menangani perekonomian.
BACA JUGA:Wall Street Langsung Lesu Usai PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri

&quot;Di Inggris, kita bisa melihat karena tekanan ekonomi dan inflasinya yang tinggi, Menteri Keuangannya diganti, bahkan PM-nya turun. Ini bukti bahwa kondisi ekonomi berpengaruh terhadap kondisi politik,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Oktober 2022 di Jakarta, Jumat(21/10/2022).
Situasi dunia saat ini, sebut dia, penuh ketidakpastian dan sedang tidak baik-baik saja. Lingkungan global bergejolak dengan tingginya harga komoditas utama dunia yang berimbas besar terhadap perekonomian banyak negara, dan volatilitasnya yang tinggi akibat perang Rusia-Ukraina.
BACA JUGA:Poundsterling Menguat Usai PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri 

&quot;Gejolak geopolitik ini sudah mengganggu sisi pasokan dan distribusi, karena menyebabkan harga komoditas menjadi tinggi dan gampang sekali bergejolak. Tingginya harga-harga komoditas ini kemudian juga memicu tingginya inflasi di berbagai negara,&quot; ucap Sri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMC80LzE1NTI2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya itu saja, dia mewaspadai Bank Sentral AS The Federal  Reserve (The Fed) yang semakin agresif menaikkan suku bunganya merespons  tingginya inflasi AS di 8,2%. Bahkan, diperkirakan hingga akhir tahun,  angka suku bunganya bisa mencapai 4,5%. Tindakan ini tentunya akan  berdampak terhadap seluruh dunia.
Gejolak inflasi juga sudah nampak di Eropa dengan inflasi yang sudah  mencapai level 10, terutama di harga energi yang kemudian memicu gejolak  dan tekanan sosial. Negara-negara emerging markets juga masih mengalami  inflasi, misal Brazil 8,7%, Meksiko 8,7%, India 7%, dan Indonesia 6%.
&quot;Maka dari itu perlu respons kebijakan moneter untuk menstabilkan  harga, yaitu dengan menaikkan suku bunga dan menetapkan likuiditas.  Outlook perekonomian global menjadi melemah seiring kenaikan harga dan  pengetatan kebijakan moneter,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
