<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPOM Tarik Peredaran 5 Obat Sirup, Bagaimana Nasib Saham Farmasi?</title><description>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik lima obat sirup dari peredaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/278/2692501/bpom-tarik-peredaran-5-obat-sirup-bagaimana-nasib-saham-farmasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/278/2692501/bpom-tarik-peredaran-5-obat-sirup-bagaimana-nasib-saham-farmasi"/><item><title>BPOM Tarik Peredaran 5 Obat Sirup, Bagaimana Nasib Saham Farmasi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/278/2692501/bpom-tarik-peredaran-5-obat-sirup-bagaimana-nasib-saham-farmasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/278/2692501/bpom-tarik-peredaran-5-obat-sirup-bagaimana-nasib-saham-farmasi</guid><pubDate>Sabtu 22 Oktober 2022 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/278/2692501/bpom-tarik-peredaran-5-obat-sirup-bagaimana-nasib-saham-farmasi-rgRX1GP4Y9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nasib saham farmasi di tengah larangan obat sirup (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/278/2692501/bpom-tarik-peredaran-5-obat-sirup-bagaimana-nasib-saham-farmasi-rgRX1GP4Y9.jpeg</image><title>Nasib saham farmasi di tengah larangan obat sirup (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik lima obat sirup dari peredaran. Larangan penjualan obat sirup masyarakat yang dikeluarkan oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu cukup berpengaruh terhadap pergerakan saham farmasi.
Hingga penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten farmasi ditutup beragam. Bahkan ada yang menguat hingga menurun cukup drastis.
BACA JUGA:Sidak Apotek di Kota Bogor, Menko PMK: Obat-Obat Sirup Sudah Dikarantina

Penguatan paling besar ada pada saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang tercatat naik 20 poin atau 3,05% ke level Rp675 per saham. Volume transaksi saham SIDO mencapai 26,11 juta dengan nilai transaksi senilai Rp17,77 miliar.
Posisi selanjutnya diisi saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang naik 75 poin atau 1,26% ke posisi Rp5.925 per saham. Adapun volume transaksi saham SOHO mencapai 6,20 ribu dengan nilai transaksi senilai Rp37,07 juta.
BACA JUGA:Picu Gagal Ginjal, Etilen Glikol Dalam Obat Sirup Ternyata untuk Pendingin Radiator Mobil

Selanjutnya ada saham PT Indofarma Tbk (INAF) yang meningkat 10 poin atau 1,05% ke level Rp960 per saham. Meski volume transaksi saham INAF kecil yakni 45 ribu, nilai transaksinya mencapai Rp43,02 juta.
Kemudian ada saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang naik 5 poin atau 0,43% ke posisi Rp1.165 per saham. Untuk volume transaksi saham KAEF mencapai 456,70 ribu dengan nilai transaksi senilai Rp531,21 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMi8zNC8xNTUzODYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ada juga saham PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) yang meningkat  10 poin atau 0,40% di level Rp2.500 per saham. Volume transaksi saham  DVLA hanya 7,90 ribu, namun nilai transaksi senilai Rp19,70 juta.
Sedangkan yang tercatat stagnan yakni PT Tempo Scan Pacific Tbk  (TSPC) di Rp1.355, PT Phapros Tbk (PEHA) di Rp845, PT Pyridam Farma Tbk  (PYFA) di Rp835, dan PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) di Rp29.000.
Namun hanya saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang tercatat turun 55  poin atau 2,71% ke posisi Rp1.975 per saham. Volume transaksi saham KLBF  mencapai 65,67 juta, dengan nilai transaksi senilai Rp130,76 miliar.
Sebelumnya, Kemenkes menginstruksikan tenaga kesehatan pada fasilitas  pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam  bentuk sediaan cair atau sirup sampai dilakukan pengumuman resmi dari  pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau  bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan  pengumuman resmi dari pemerintah.
Kemenkes juga menegaskan, bukan hanya obat cair dengan kandungan  parasetamol yang diimbau untuk dihentikan penggunaannya, melainkan  seluruh obat berbentuk cair atau sirup. Sebab, yang kini sedang  ditelusuri terkait kasus gangguan ginjal akut misterius bukanlah bahan  obat parasetamolnya, melainkan komponen pembentuk sirup.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik lima obat sirup dari peredaran. Larangan penjualan obat sirup masyarakat yang dikeluarkan oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu cukup berpengaruh terhadap pergerakan saham farmasi.
Hingga penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten farmasi ditutup beragam. Bahkan ada yang menguat hingga menurun cukup drastis.
BACA JUGA:Sidak Apotek di Kota Bogor, Menko PMK: Obat-Obat Sirup Sudah Dikarantina

Penguatan paling besar ada pada saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang tercatat naik 20 poin atau 3,05% ke level Rp675 per saham. Volume transaksi saham SIDO mencapai 26,11 juta dengan nilai transaksi senilai Rp17,77 miliar.
Posisi selanjutnya diisi saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang naik 75 poin atau 1,26% ke posisi Rp5.925 per saham. Adapun volume transaksi saham SOHO mencapai 6,20 ribu dengan nilai transaksi senilai Rp37,07 juta.
BACA JUGA:Picu Gagal Ginjal, Etilen Glikol Dalam Obat Sirup Ternyata untuk Pendingin Radiator Mobil

Selanjutnya ada saham PT Indofarma Tbk (INAF) yang meningkat 10 poin atau 1,05% ke level Rp960 per saham. Meski volume transaksi saham INAF kecil yakni 45 ribu, nilai transaksinya mencapai Rp43,02 juta.
Kemudian ada saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang naik 5 poin atau 0,43% ke posisi Rp1.165 per saham. Untuk volume transaksi saham KAEF mencapai 456,70 ribu dengan nilai transaksi senilai Rp531,21 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMi8zNC8xNTUzODYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Ada juga saham PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) yang meningkat  10 poin atau 0,40% di level Rp2.500 per saham. Volume transaksi saham  DVLA hanya 7,90 ribu, namun nilai transaksi senilai Rp19,70 juta.
Sedangkan yang tercatat stagnan yakni PT Tempo Scan Pacific Tbk  (TSPC) di Rp1.355, PT Phapros Tbk (PEHA) di Rp845, PT Pyridam Farma Tbk  (PYFA) di Rp835, dan PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) di Rp29.000.
Namun hanya saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang tercatat turun 55  poin atau 2,71% ke posisi Rp1.975 per saham. Volume transaksi saham KLBF  mencapai 65,67 juta, dengan nilai transaksi senilai Rp130,76 miliar.
Sebelumnya, Kemenkes menginstruksikan tenaga kesehatan pada fasilitas  pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam  bentuk sediaan cair atau sirup sampai dilakukan pengumuman resmi dari  pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau  bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan  pengumuman resmi dari pemerintah.
Kemenkes juga menegaskan, bukan hanya obat cair dengan kandungan  parasetamol yang diimbau untuk dihentikan penggunaannya, melainkan  seluruh obat berbentuk cair atau sirup. Sebab, yang kini sedang  ditelusuri terkait kasus gangguan ginjal akut misterius bukanlah bahan  obat parasetamolnya, melainkan komponen pembentuk sirup.</content:encoded></item></channel></rss>
