<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan China Naik, Harga Minyak Dunia Mahal</title><description>Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692267/permintaan-china-naik-harga-minyak-dunia-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692267/permintaan-china-naik-harga-minyak-dunia-mahal"/><item><title>Permintaan China Naik, Harga Minyak Dunia Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692267/permintaan-china-naik-harga-minyak-dunia-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692267/permintaan-china-naik-harga-minyak-dunia-mahal</guid><pubDate>Sabtu 22 Oktober 2022 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692267/permintaan-china-naik-harga-minyak-dunia-mahal-7UZTksv3ps.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692267/permintaan-china-naik-harga-minyak-dunia-mahal-7UZTksv3ps.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak dunia mahal karena harapan permintaan China yang lebih kuat.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat 54 sen atau 0,6% menjadi menetap di USD85,05 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Bervariasi Dipicu China Longgarkan Aturan Covid-19

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD1,12 atau 1,2%, menjadi ditutup pada USD93,50 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (22/10/2022).
Selama sesi perdagangan, kedua harga acuan sempat turun lebih dari satu dolar. Untuk minggu ini, WTI turun sekitar 0,7%, sementara Brent naik 2,0%.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Gegara Amerika Serikat

Harga mengumpulkan beberapa dukungan dari mundurnya dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,79% menjadi 111,9900 pada akhir perdagangan Jumat (21/10/2022). Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.
Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang setelah sebuah laporan mengatakan beberapa pejabat Fed telah mengisyaratkan kegelisahan yang lebih besar dengan kenaikan suku bunga besar untuk melawan inflasi, bahkan ketika mereka di garis untuk menaikkan suku bunga besar lainnya untuk November.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNS8xLzE1NDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Para pedagang meningkatkan posisi menjelang akhir pekan setelah  kontrak WTI November berakhir, meningkatkan volatilitas. &quot;Biasanya  adalah bermain akhir pekan ke sisi long (beli),&quot; kata John Kilduff,  mitra di Again Capital LLC di New York.
Sementara itu, para pedagang terus menilai implikasi dari perlambatan  ekonomi global dan pengurangan produksi besar-besaran yang diumumkan  awal bulan ini oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan  sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.
&quot;Terperangkap antara kekhawatiran permintaan di satu sisi dan pasokan  yang ketat di sisi lain, harga minyak kemungkinan akan bergerak di  kisan yang ketat,&quot; analis energi di Commerzbank Research mengatakan  dalam sebuah catatan Jumat (21/10/2022).
Harga minyak juga mendapat dukungan setelah Bloomberg News melaporkan  bahwa Beijing sedang mempertimbangkan untuk memotong periode karantina  bagi pengunjung menjadi tujuh hari dari 10 hari, meski belum ada  konfirmasi resmi dari Beijing.
China, importir minyak mentah terbesar di dunia, telah menerapkan  pembatasan ketat COVID-19 tahun ini, sangat membebani aktivitas bisnis  dan ekonomi serta mengurangi permintaan bahan bakar.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak dunia mahal karena harapan permintaan China yang lebih kuat.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat 54 sen atau 0,6% menjadi menetap di USD85,05 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Bervariasi Dipicu China Longgarkan Aturan Covid-19

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD1,12 atau 1,2%, menjadi ditutup pada USD93,50 per barel di London ICE Futures Exchange, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (22/10/2022).
Selama sesi perdagangan, kedua harga acuan sempat turun lebih dari satu dolar. Untuk minggu ini, WTI turun sekitar 0,7%, sementara Brent naik 2,0%.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Meroket Gegara Amerika Serikat

Harga mengumpulkan beberapa dukungan dari mundurnya dolar AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,79% menjadi 111,9900 pada akhir perdagangan Jumat (21/10/2022). Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.
Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang setelah sebuah laporan mengatakan beberapa pejabat Fed telah mengisyaratkan kegelisahan yang lebih besar dengan kenaikan suku bunga besar untuk melawan inflasi, bahkan ketika mereka di garis untuk menaikkan suku bunga besar lainnya untuk November.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNS8xLzE1NDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Para pedagang meningkatkan posisi menjelang akhir pekan setelah  kontrak WTI November berakhir, meningkatkan volatilitas. &quot;Biasanya  adalah bermain akhir pekan ke sisi long (beli),&quot; kata John Kilduff,  mitra di Again Capital LLC di New York.
Sementara itu, para pedagang terus menilai implikasi dari perlambatan  ekonomi global dan pengurangan produksi besar-besaran yang diumumkan  awal bulan ini oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan  sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.
&quot;Terperangkap antara kekhawatiran permintaan di satu sisi dan pasokan  yang ketat di sisi lain, harga minyak kemungkinan akan bergerak di  kisan yang ketat,&quot; analis energi di Commerzbank Research mengatakan  dalam sebuah catatan Jumat (21/10/2022).
Harga minyak juga mendapat dukungan setelah Bloomberg News melaporkan  bahwa Beijing sedang mempertimbangkan untuk memotong periode karantina  bagi pengunjung menjadi tujuh hari dari 10 hari, meski belum ada  konfirmasi resmi dari Beijing.
China, importir minyak mentah terbesar di dunia, telah menerapkan  pembatasan ketat COVID-19 tahun ini, sangat membebani aktivitas bisnis  dan ekonomi serta mengurangi permintaan bahan bakar.</content:encoded></item></channel></rss>
