<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratu Kripto Ruja Ignatova Jadi Buronan FBI karena Penipuan OneCoin</title><description>Ratu Kripto Ruja Ignatova kini menjadi buronan yang paling dicari oleh FBI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692283/ratu-kripto-ruja-ignatova-jadi-buronan-fbi-karena-penipuan-onecoin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692283/ratu-kripto-ruja-ignatova-jadi-buronan-fbi-karena-penipuan-onecoin"/><item><title>Ratu Kripto Ruja Ignatova Jadi Buronan FBI karena Penipuan OneCoin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692283/ratu-kripto-ruja-ignatova-jadi-buronan-fbi-karena-penipuan-onecoin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692283/ratu-kripto-ruja-ignatova-jadi-buronan-fbi-karena-penipuan-onecoin</guid><pubDate>Sabtu 22 Oktober 2022 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692283/ratu-kripto-ruja-ignatova-jadi-buronan-fbi-karena-penipuan-onecoin-j79xRwpkwr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratu kripto jadi buronan FBI (Foto: BBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692283/ratu-kripto-ruja-ignatova-jadi-buronan-fbi-karena-penipuan-onecoin-j79xRwpkwr.jpg</image><title>Ratu kripto jadi buronan FBI (Foto: BBC)</title></images><description>JAKARTA - Ratu Kripto Ruja Ignatova kini menjadi buronan yang paling dicari oleh FBI. Ignatova menjadi buronan karena penggelapan uang senilai hampir Rp60 triliun.
Kini Ratu Kripto itu kabur karena telah menerima informasi kepolisian mengenai penyelidikan penggelapan dana.
BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Rp82,8 Miliar dari Pajak Kripto 

Perempuan 42 tahun kelahiran Bulgaria itu menjadi buronan atas tuduhan menjalankan penipuan mata uang kripto yang dikenal sebagai OneCoin.
Melansir BBC, Sabtu (22/10/2022), dokumen yang dilihat dari pertemuan kepolisian Eropa, Europol, menunjukkan, buronan paling dicari FBI itu sudah mengetahui upaya penangkapan dirinya beberapa bulan sebelum dia menghilang.
BACA JUGA:2 Tahun Perdagangan Aset Kripto di Indonesia Melesat, Transaksi Tembus Rp859,4 Triliun

Informasi tentang kebocoran dokumen kepolisian disampaikan lewat podcast BBC, The Missing Cryptoqueen, oleh Frank Schneider, seorang mantan mata-mata dan penasihat terpercaya Ignatova.
Namun Schneider membantah telah menerima dokumen tersebut, dia mengaku menerima stik memori USB dari Ignatova.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8wMy82LzE0ODc3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengklaim metadata dalam file menunjukkan Ignatova memperoleh informasi melalui kontaknya sendiri di Bulgaria.
Schneider sekarang menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan ikut berperan dalam penggelapan OneCoin.
Europol mengatakan sedang menyelidiki kasus ini.
Ignatova menghilang pada 25 Oktober 2017 ketika pihak berwenang AS  menandatangani surat perintah penangkapan dan penyidik mulai mengusut  mata uang kripto miliknya OneCoin.
Pada Juni 2022, Ignatova masuk dalam daftar 10 orang paling dicari oleh FBI.</description><content:encoded>JAKARTA - Ratu Kripto Ruja Ignatova kini menjadi buronan yang paling dicari oleh FBI. Ignatova menjadi buronan karena penggelapan uang senilai hampir Rp60 triliun.
Kini Ratu Kripto itu kabur karena telah menerima informasi kepolisian mengenai penyelidikan penggelapan dana.
BACA JUGA:Sri Mulyani Kantongi Rp82,8 Miliar dari Pajak Kripto 

Perempuan 42 tahun kelahiran Bulgaria itu menjadi buronan atas tuduhan menjalankan penipuan mata uang kripto yang dikenal sebagai OneCoin.
Melansir BBC, Sabtu (22/10/2022), dokumen yang dilihat dari pertemuan kepolisian Eropa, Europol, menunjukkan, buronan paling dicari FBI itu sudah mengetahui upaya penangkapan dirinya beberapa bulan sebelum dia menghilang.
BACA JUGA:2 Tahun Perdagangan Aset Kripto di Indonesia Melesat, Transaksi Tembus Rp859,4 Triliun

Informasi tentang kebocoran dokumen kepolisian disampaikan lewat podcast BBC, The Missing Cryptoqueen, oleh Frank Schneider, seorang mantan mata-mata dan penasihat terpercaya Ignatova.
Namun Schneider membantah telah menerima dokumen tersebut, dia mengaku menerima stik memori USB dari Ignatova.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8wMy82LzE0ODc3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia mengklaim metadata dalam file menunjukkan Ignatova memperoleh informasi melalui kontaknya sendiri di Bulgaria.
Schneider sekarang menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan ikut berperan dalam penggelapan OneCoin.
Europol mengatakan sedang menyelidiki kasus ini.
Ignatova menghilang pada 25 Oktober 2017 ketika pihak berwenang AS  menandatangani surat perintah penangkapan dan penyidik mulai mengusut  mata uang kripto miliknya OneCoin.
Pada Juni 2022, Ignatova masuk dalam daftar 10 orang paling dicari oleh FBI.</content:encoded></item></channel></rss>
