<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendag Bidik Transaksi dari Pembeli Luar Negeri dalam Jakarta Muslim Fashion Week</title><description>Kementerian Perdagangan membidik transaksi dari pembeli luar negeri dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692354/kemendag-bidik-transaksi-dari-pembeli-luar-negeri-dalam-jakarta-muslim-fashion-week</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692354/kemendag-bidik-transaksi-dari-pembeli-luar-negeri-dalam-jakarta-muslim-fashion-week"/><item><title>Kemendag Bidik Transaksi dari Pembeli Luar Negeri dalam Jakarta Muslim Fashion Week</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692354/kemendag-bidik-transaksi-dari-pembeli-luar-negeri-dalam-jakarta-muslim-fashion-week</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692354/kemendag-bidik-transaksi-dari-pembeli-luar-negeri-dalam-jakarta-muslim-fashion-week</guid><pubDate>Sabtu 22 Oktober 2022 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692354/kemendag-bidik-transaksi-dari-pembeli-luar-negeri-dalam-jakarta-muslim-fashion-week-h2d9ESsCfC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemendag dorong transaksi peserta JMFW dengan buyer (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692354/kemendag-bidik-transaksi-dari-pembeli-luar-negeri-dalam-jakarta-muslim-fashion-week-h2d9ESsCfC.jpg</image><title>Kemendag dorong transaksi peserta JMFW dengan buyer (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan membidik transaksi dari pembeli luar negeri dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto berharap peserta JMFW dapat mewujudkan terjadinya transaksi dagang dengan buyer dari luar negeri yang hadir bersama perwakilan perdagangan.
Hal tersebut disampaikan Suhanto saat membuka Parade 5 Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 di Hall 3 ICE BSD, Tangerang, Banten.
BACA JUGA:1.000 Busana Karya 144 Desainer Tampil di JMFW 2023, Modest Wear Lokal Rasa Internasional!

&amp;ldquo;Tujuan besar gelaran ini adalah Indonesia dapat menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2024. Hal ini sesuai arahan Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin saat membuka main event JMFW 2023 kemarin secara langsung,&amp;rdquo; jelas Suhanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10/2022).
Suhanto menambahkan, Kementerian Perdagangan berkomitmen memfasilitasi pemasaran produk fesyen muslim hingga mendunia.
BACA JUGA:Mendag Zulhas Yakin Fesyen Muslim Indonesia Bisa Diterima di Pasar Dunia 

&amp;ldquo;Produk fesyen muslim Indonesia diharapkan tidak hanya berkutat di dalam negeri. Terdapat rekan-rekan perwakilan perdagangan di luar negeri yang siap membantu produk Indonesia menjelajah ke berbagai negara,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menjelaskan, Kemendag terus berupaya untuk menjadi mitra dan memfasilitasi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produknya sehingga dapat berkiprah di pasar global. Salah satu produk ekspor yang tengah menjadi perhatian Kemendag adalah produk fesyen muslim atau dalam konteks internasional, biasanya dikenal dengan modest fashion.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC80LzE1NDI3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemendag mencatat, populasi muslim dunia mencapai 1,9 miliar pada  2020 atau setara 25% dari total populasi dunia. Populasi muslim ini  diprediksi akan naik menjadi 2 miliar pada 2030 dan 3 miliar pada 2060  atau setara dengan 30% dari populasi global.
Sementara itu, daya beli produk modest fashion meningkat 6,1% dalam  lima tahun terakhir dan diperkirakan mencapai USD375 miliar pada 2025.  Dengan potensi tersebut, terlihat adanya peningkatan kebutuhan terhadap  pakaian dan penunjangnya.
Untuk diketahui, JMFW 2023 merupakan inisiasi Kementerian Perdagangan  bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk  memanfaatkan potensi tersebut.
&quot;JMFW menjadi suatu ekosistem yang akan merangkul pihak-pihak  terkait. Tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga  akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen, dan industri  penunjangnya (kosmetik, aksesoris, dan alas kaki) serta media,&quot;  paparnya.
Sebagai informasi, gelaran busana JMFW 2023 terdiri atas 12 parade  yang menghadirkan 144 desainer atau jenama lokal Indonesia. Terdapat  pula pameran dagang, gelar wicara, dan penjajakan bisnis yang  berlangsung hingga 22 Oktober 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan membidik transaksi dari pembeli luar negeri dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW). Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto berharap peserta JMFW dapat mewujudkan terjadinya transaksi dagang dengan buyer dari luar negeri yang hadir bersama perwakilan perdagangan.
Hal tersebut disampaikan Suhanto saat membuka Parade 5 Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023 di Hall 3 ICE BSD, Tangerang, Banten.
BACA JUGA:1.000 Busana Karya 144 Desainer Tampil di JMFW 2023, Modest Wear Lokal Rasa Internasional!

&amp;ldquo;Tujuan besar gelaran ini adalah Indonesia dapat menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada 2024. Hal ini sesuai arahan Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin saat membuka main event JMFW 2023 kemarin secara langsung,&amp;rdquo; jelas Suhanto dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10/2022).
Suhanto menambahkan, Kementerian Perdagangan berkomitmen memfasilitasi pemasaran produk fesyen muslim hingga mendunia.
BACA JUGA:Mendag Zulhas Yakin Fesyen Muslim Indonesia Bisa Diterima di Pasar Dunia 

&amp;ldquo;Produk fesyen muslim Indonesia diharapkan tidak hanya berkutat di dalam negeri. Terdapat rekan-rekan perwakilan perdagangan di luar negeri yang siap membantu produk Indonesia menjelajah ke berbagai negara,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia menjelaskan, Kemendag terus berupaya untuk menjadi mitra dan memfasilitasi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produknya sehingga dapat berkiprah di pasar global. Salah satu produk ekspor yang tengah menjadi perhatian Kemendag adalah produk fesyen muslim atau dalam konteks internasional, biasanya dikenal dengan modest fashion.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC80LzE1NDI3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kemendag mencatat, populasi muslim dunia mencapai 1,9 miliar pada  2020 atau setara 25% dari total populasi dunia. Populasi muslim ini  diprediksi akan naik menjadi 2 miliar pada 2030 dan 3 miliar pada 2060  atau setara dengan 30% dari populasi global.
Sementara itu, daya beli produk modest fashion meningkat 6,1% dalam  lima tahun terakhir dan diperkirakan mencapai USD375 miliar pada 2025.  Dengan potensi tersebut, terlihat adanya peningkatan kebutuhan terhadap  pakaian dan penunjangnya.
Untuk diketahui, JMFW 2023 merupakan inisiasi Kementerian Perdagangan  bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk  memanfaatkan potensi tersebut.
&quot;JMFW menjadi suatu ekosistem yang akan merangkul pihak-pihak  terkait. Tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga  akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen, dan industri  penunjangnya (kosmetik, aksesoris, dan alas kaki) serta media,&quot;  paparnya.
Sebagai informasi, gelaran busana JMFW 2023 terdiri atas 12 parade  yang menghadirkan 144 desainer atau jenama lokal Indonesia. Terdapat  pula pameran dagang, gelar wicara, dan penjajakan bisnis yang  berlangsung hingga 22 Oktober 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
