<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China, Jepang dan Filipina Teken Dokumen Imbal Dagang Senilai Rp5,3 Triliun di TEI 2022</title><description>Tiga perusahaan dari China, Jepang, dan Filipina menandatangani Letter of Intent (LoI) perdagangan melalui skema imbal dagang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692421/china-jepang-dan-filipina-teken-dokumen-imbal-dagang-senilai-rp5-3-triliun-di-tei-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692421/china-jepang-dan-filipina-teken-dokumen-imbal-dagang-senilai-rp5-3-triliun-di-tei-2022"/><item><title>China, Jepang dan Filipina Teken Dokumen Imbal Dagang Senilai Rp5,3 Triliun di TEI 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692421/china-jepang-dan-filipina-teken-dokumen-imbal-dagang-senilai-rp5-3-triliun-di-tei-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/320/2692421/china-jepang-dan-filipina-teken-dokumen-imbal-dagang-senilai-rp5-3-triliun-di-tei-2022</guid><pubDate>Sabtu 22 Oktober 2022 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692421/china-jepang-dan-filipina-teken-dokumen-imbal-dagang-senilai-rp5-3-triliun-di-tei-2022-LLRnq8rhuH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">3 negara teken dokumen imbal dagang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/320/2692421/china-jepang-dan-filipina-teken-dokumen-imbal-dagang-senilai-rp5-3-triliun-di-tei-2022-LLRnq8rhuH.jpeg</image><title>3 negara teken dokumen imbal dagang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tiga perusahaan dari China, Jepang, dan Filipina menandatangani Letter of Intent (LoI) perdagangan melalui skema imbal dagang. Penandatanganan dilakukan di sela pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37.
Penandatanganan dilaksanakan antara PT Trade Barter Indonesia (PT TBI) dengan tiga pelaku usaha dari tiga negara, yaitu Japan Agriculture Hokkaido (JA Hokkaido), Asian Pyrochem Technologies Incorporated dari Filipina, dan Prestige International Trading Company Ltd dari China dengan total potensi transaksi senilai USD345 juta setara Rp5,3 triliun.
BACA JUGA:Trade Expo Indonesia Resmi Dibuka, Pertamina Boyong 50 UMKM Siap Go Global

Penandatanganan ini dilaksanakan dalam Seminar Imbal Dagang Business to Business (b-to-b) di arena TEI 2022 yang diselenggarakan di ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.
&quot;Selama ini imbal dagang dilakukan Indonesia dalam rangka pengadaan sektor Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam). Namun saat ini juga didorong imbal dagang b to b sebagai salah satu terobosan peningkatan ekspor nasional,&quot; terang Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/10/2022).
BACA JUGA:Mantap! Hari Pertama Trade Expo Indonesia Cetak Transaksi Rp18,45 Triliun

Saat membuka seminar yang dihadiri peserta dari 25 negara ini, Didi menegaskan bahwa imbal dagang bukanlah hal yang baru, namun sudah lama dilakukan oleh pelaku usaha.
Indonesia melihat imbal dagang sebagai alternatif memperkuat ekspor nasional. Sejak akhir 2020, program imbal dagang telah dijajaki ke-38 negara dan telah disepakati enam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yaitu dengan Rusia, Jerman, Belanda, Turki, Hungaria, dan Filipina serta satu kontrak dengan Meksiko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xMS80LzE1MTgxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Program ini dikoordinasikan oleh Badan Pelaksana atau Executive  Coordinator (EC) yang bertindak untuk berkoordinasi di dalam negeri  dengan para pelaku usaha, yaitu eksportir dan importir di negara  masing-masing. Selain itu, program ini juga akan bekerja sama dengan  perbankan dan para pemangku kepentingan terkait.
Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono ikut  mengapresiasi dilaksanakannya penandatanganan LoI dalam skema imbal  dagang ini dan berharap segera dilakukan proses transaksi perdagangan.  &amp;ldquo;Dengan adanya komitmen awal ini, kedua pelaku usaha diharapkan dapat  melakukan transaksi riil di awal tahun 2023,&amp;rdquo; jelas Veri.
PT TBI sebagai Badan Pelaksana turut hadir dalam kegiatan ini untuk  menyosialisasikan skema imbal dagang b to b sekaligus melengkapi  informasi dari Kementerian Perdagangan mengenai imbal dagang.
&amp;ldquo;Sebanyak 20 komoditas yang menjadi fokus utama untuk  diimbaldagangkan yaitu perhiasan, fiber optik, emas, essensial oil,  deterjen, elektronik rumah tangga, furnitur, mesin, alas kaki, autopart,  arang kayu, selimut, ban, rempah-rempah, kertas, kopi, teh, karet,  kereta, minuman jus buah, dan produk alpalhankam, tentunya juga terbuka  bagi produk potensial lainnya,&amp;rdquo; tambah Direktur Utama PT TBI Hendra.</description><content:encoded>JAKARTA - Tiga perusahaan dari China, Jepang, dan Filipina menandatangani Letter of Intent (LoI) perdagangan melalui skema imbal dagang. Penandatanganan dilakukan di sela pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37.
Penandatanganan dilaksanakan antara PT Trade Barter Indonesia (PT TBI) dengan tiga pelaku usaha dari tiga negara, yaitu Japan Agriculture Hokkaido (JA Hokkaido), Asian Pyrochem Technologies Incorporated dari Filipina, dan Prestige International Trading Company Ltd dari China dengan total potensi transaksi senilai USD345 juta setara Rp5,3 triliun.
BACA JUGA:Trade Expo Indonesia Resmi Dibuka, Pertamina Boyong 50 UMKM Siap Go Global

Penandatanganan ini dilaksanakan dalam Seminar Imbal Dagang Business to Business (b-to-b) di arena TEI 2022 yang diselenggarakan di ICE Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.
&quot;Selama ini imbal dagang dilakukan Indonesia dalam rangka pengadaan sektor Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam). Namun saat ini juga didorong imbal dagang b to b sebagai salah satu terobosan peningkatan ekspor nasional,&quot; terang Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/10/2022).
BACA JUGA:Mantap! Hari Pertama Trade Expo Indonesia Cetak Transaksi Rp18,45 Triliun

Saat membuka seminar yang dihadiri peserta dari 25 negara ini, Didi menegaskan bahwa imbal dagang bukanlah hal yang baru, namun sudah lama dilakukan oleh pelaku usaha.
Indonesia melihat imbal dagang sebagai alternatif memperkuat ekspor nasional. Sejak akhir 2020, program imbal dagang telah dijajaki ke-38 negara dan telah disepakati enam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yaitu dengan Rusia, Jerman, Belanda, Turki, Hungaria, dan Filipina serta satu kontrak dengan Meksiko.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wOC8xMS80LzE1MTgxMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Program ini dikoordinasikan oleh Badan Pelaksana atau Executive  Coordinator (EC) yang bertindak untuk berkoordinasi di dalam negeri  dengan para pelaku usaha, yaitu eksportir dan importir di negara  masing-masing. Selain itu, program ini juga akan bekerja sama dengan  perbankan dan para pemangku kepentingan terkait.
Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono ikut  mengapresiasi dilaksanakannya penandatanganan LoI dalam skema imbal  dagang ini dan berharap segera dilakukan proses transaksi perdagangan.  &amp;ldquo;Dengan adanya komitmen awal ini, kedua pelaku usaha diharapkan dapat  melakukan transaksi riil di awal tahun 2023,&amp;rdquo; jelas Veri.
PT TBI sebagai Badan Pelaksana turut hadir dalam kegiatan ini untuk  menyosialisasikan skema imbal dagang b to b sekaligus melengkapi  informasi dari Kementerian Perdagangan mengenai imbal dagang.
&amp;ldquo;Sebanyak 20 komoditas yang menjadi fokus utama untuk  diimbaldagangkan yaitu perhiasan, fiber optik, emas, essensial oil,  deterjen, elektronik rumah tangga, furnitur, mesin, alas kaki, autopart,  arang kayu, selimut, ban, rempah-rempah, kertas, kopi, teh, karet,  kereta, minuman jus buah, dan produk alpalhankam, tentunya juga terbuka  bagi produk potensial lainnya,&amp;rdquo; tambah Direktur Utama PT TBI Hendra.</content:encoded></item></channel></rss>
