<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor Ubur-Ubur ke Malaysia, Nilainya Rp5,9 Miliar</title><description>Indonesia mengekspor 9,6 ton ubur-ubur ke Malaysia senilai Rp5,9 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/455/2692292/ri-ekspor-ubur-ubur-ke-malaysia-nilainya-rp5-9-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/455/2692292/ri-ekspor-ubur-ubur-ke-malaysia-nilainya-rp5-9-miliar"/><item><title>RI Ekspor Ubur-Ubur ke Malaysia, Nilainya Rp5,9 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/455/2692292/ri-ekspor-ubur-ubur-ke-malaysia-nilainya-rp5-9-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/22/455/2692292/ri-ekspor-ubur-ubur-ke-malaysia-nilainya-rp5-9-miliar</guid><pubDate>Sabtu 22 Oktober 2022 08:19 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/22/455/2692292/ri-ekspor-ubur-ubur-ke-malaysia-nilainya-rp5-9-miliar-Ubr9bcbCMR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">RI ekspor ubur-ubur ke Malaysia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/22/455/2692292/ri-ekspor-ubur-ubur-ke-malaysia-nilainya-rp5-9-miliar-Ubr9bcbCMR.jpeg</image><title>RI ekspor ubur-ubur ke Malaysia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia ekspor 9,6 ton ubur-ubur ke Malaysia senilai Rp5,9 miliar. Sebelum pengiriman, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong telah memastikan keamanan dan mutu produk tersebut.
&quot;Alhamdulillah, 9,6 ton ubur-ubur telah berhasil kita pastikan mutu dan kualitasnya sebelum akhirnya diekspor ke Malaysia,&quot; kata Kepala BKIPM Entikong, Khoirul Makmun dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10/2022).
BACA JUGA:Kontainer Langka Masih Jadi Hambatan Eksportir

Makmun menjelaskan, pengiriman tersebut dilakukan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dikatakannya, pengiriman ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan negara.
&quot;Ini menunjukkan bahwa daerah perbatasan juga menumbuhkan harapan, terutama dari sektor kelautan dan perikanan,&quot; terang Makmun.
BACA JUGA:Tingkatkan Ekspor, RI-Malaysia Teken Kontrak Dagang Rp2,72 Triliun di TEI 2022

Melalui ekspor ubur-ubur, Makmun berharap para pelaku usaha lain semakin termotivasi untuk turut melakukan ekspor. Dia menegaskan petugas BKIPM Entikong akan senantiasa membantu dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia dan jajarannya mengaku siap memberikan bimbingan teknis agar  pelaku usaha memiliki persyaratan yang dibutuhkan seperti health  certificate (HC) atau sertifikat kesehatan, hingga hazard analysis and  critical control point (HACCP).
&quot;Jangan ragu untuk ekspor, potensi perikanan kita sangat luar biasa.  Saya pastikan semua pengurusan izin ekspor sangatlah mudah,&quot; ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono  memastikan telah menyiapkan dukungan teknis guna mendukung implementasi 5  program prioritas. Dari sisi penjaminan mutu, Badan Karantina Ikan  Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) telah menjalankan  quality assurance (QA) berbasis digital.
&quot;Karantina adalah soal keamanan dan kedaulatan negara, mencegah penyebaran penyakit,&quot; kata Menteri Trenggono.
Menteri Trenggono menyebut Karantina dan pengendalian mutu menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu hasil perikanan.
&amp;ldquo;Pengendalian mutu tetap menjadi domain dari KKP, memastikan dari  hulu hingga hilir dan dapat memenuhi standar dan kualifikasi yang telah  ditentukan, KKP sudah merancang suatu program besar bertema Blue  Economy,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia ekspor 9,6 ton ubur-ubur ke Malaysia senilai Rp5,9 miliar. Sebelum pengiriman, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong telah memastikan keamanan dan mutu produk tersebut.
&quot;Alhamdulillah, 9,6 ton ubur-ubur telah berhasil kita pastikan mutu dan kualitasnya sebelum akhirnya diekspor ke Malaysia,&quot; kata Kepala BKIPM Entikong, Khoirul Makmun dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10/2022).
BACA JUGA:Kontainer Langka Masih Jadi Hambatan Eksportir

Makmun menjelaskan, pengiriman tersebut dilakukan melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dikatakannya, pengiriman ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan negara.
&quot;Ini menunjukkan bahwa daerah perbatasan juga menumbuhkan harapan, terutama dari sektor kelautan dan perikanan,&quot; terang Makmun.
BACA JUGA:Tingkatkan Ekspor, RI-Malaysia Teken Kontrak Dagang Rp2,72 Triliun di TEI 2022

Melalui ekspor ubur-ubur, Makmun berharap para pelaku usaha lain semakin termotivasi untuk turut melakukan ekspor. Dia menegaskan petugas BKIPM Entikong akan senantiasa membantu dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia dan jajarannya mengaku siap memberikan bimbingan teknis agar  pelaku usaha memiliki persyaratan yang dibutuhkan seperti health  certificate (HC) atau sertifikat kesehatan, hingga hazard analysis and  critical control point (HACCP).
&quot;Jangan ragu untuk ekspor, potensi perikanan kita sangat luar biasa.  Saya pastikan semua pengurusan izin ekspor sangatlah mudah,&quot; ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono  memastikan telah menyiapkan dukungan teknis guna mendukung implementasi 5  program prioritas. Dari sisi penjaminan mutu, Badan Karantina Ikan  Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) telah menjalankan  quality assurance (QA) berbasis digital.
&quot;Karantina adalah soal keamanan dan kedaulatan negara, mencegah penyebaran penyakit,&quot; kata Menteri Trenggono.
Menteri Trenggono menyebut Karantina dan pengendalian mutu menjadi garda terdepan dalam menjaga mutu hasil perikanan.
&amp;ldquo;Pengendalian mutu tetap menjadi domain dari KKP, memastikan dari  hulu hingga hilir dan dapat memenuhi standar dan kualifikasi yang telah  ditentukan, KKP sudah merancang suatu program besar bertema Blue  Economy,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
