<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Raup Laba Bersih Rp13,7 Triliun, Naik 76,8% di Kuartal III-2022</title><description>PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih Rp13,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/24/278/2693553/bni-raup-laba-bersih-rp13-7-triliun-naik-76-8-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/24/278/2693553/bni-raup-laba-bersih-rp13-7-triliun-naik-76-8-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>BNI Raup Laba Bersih Rp13,7 Triliun, Naik 76,8% di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/24/278/2693553/bni-raup-laba-bersih-rp13-7-triliun-naik-76-8-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/24/278/2693553/bni-raup-laba-bersih-rp13-7-triliun-naik-76-8-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Senin 24 Oktober 2022 16:59 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/24/278/2693553/bni-raup-laba-bersih-rp13-7-triliun-naik-76-8-di-kuartal-iii-2022-fPs0UoecNy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba bersih BNI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/24/278/2693553/bni-raup-laba-bersih-rp13-7-triliun-naik-76-8-di-kuartal-iii-2022-fPs0UoecNy.jpg</image><title>Laba bersih BNI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih Rp13,7 triliun. Laba bersih BBNI pada kuartal III-2022 tumbuh 76,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan pertumbuhan laba yang sehat ini dicapai meski manajemen menerapkan strategi fungsi intermediasi yang selektif. Selain itu laba juga ditopang dari penyaluran kredit yang mencapai Rp622,6 triliun atau tumbuh Rp9,1 triliun.
BACA JUGA:Transformasi Bisnis, Begini Cara BNI Dorong Bank Mayora Beralih ke Digital

&quot;Penyaluran kredit dengan fokus segmen berisiko rendah dan debitur top tier di setiap sektor industri yang prospektif serta regional champion di masing-masing daerah,&quot; kata Royke dalam konferensi pers, Senin (24/10/2022).
Royke menjelaskan, untuk dana pihak ketiga (DPK) BNI mencatatkan current account saving account (CASA) sebesar 70,9% dari total DPK.
&quot;Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,&quot; ujar Royke.
BACA JUGA:Transformasi BNI untuk Penguatan Kinerja Ekonomi RI

Lalu untuk net interest income (NII) tercatat 5,2% menjadi Rp30.2 triliun. Lalu non interest income tercatat Rp11 triliun didorong oleh transaksi digital dan fee dari bisnis sindikasi.
Kemudian pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat Rp25,8 triliun atau naik 9,7% secara yoy.
&quot;Kami bersyukur sampai kuartal III 2022 ini, kami dapat konsisten membukukan kinerja yang solid di tengah berbagai tantangan global maupun domestik,&quot; jelas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTEyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Royke menyebutkan memang kuartal III tahun ini merupakan tahun yang  menantang akibat tingginya tensi geopolitik, pandemi Covid-19 yang masih  terjadi hingga ketegangan rantai pasok dan pangan global yang tertekan  ketegangan geopolitik.
Selain itu ada juga tantangan dari tingginya inflasi dan pengetatan  kebijakan moneter di berbagai negara dan perlambatan laju pertumbuhan  ekonomi global.
&quot;Kami berupaya untuk menjaga kinerja agar tetap sustain dan menjaga  tren pemulihan ekonomi. Kami bisa merealisasikan kinerja positif hingga  akhir 2022 dan didukung portofolio kredit yang jauh lebih sehat dan  tetap mengedepankan aspek prudential banking,&quot; jelas Royke.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraup laba bersih Rp13,7 triliun. Laba bersih BBNI pada kuartal III-2022 tumbuh 76,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan pertumbuhan laba yang sehat ini dicapai meski manajemen menerapkan strategi fungsi intermediasi yang selektif. Selain itu laba juga ditopang dari penyaluran kredit yang mencapai Rp622,6 triliun atau tumbuh Rp9,1 triliun.
BACA JUGA:Transformasi Bisnis, Begini Cara BNI Dorong Bank Mayora Beralih ke Digital

&quot;Penyaluran kredit dengan fokus segmen berisiko rendah dan debitur top tier di setiap sektor industri yang prospektif serta regional champion di masing-masing daerah,&quot; kata Royke dalam konferensi pers, Senin (24/10/2022).
Royke menjelaskan, untuk dana pihak ketiga (DPK) BNI mencatatkan current account saving account (CASA) sebesar 70,9% dari total DPK.
&quot;Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir,&quot; ujar Royke.
BACA JUGA:Transformasi BNI untuk Penguatan Kinerja Ekonomi RI

Lalu untuk net interest income (NII) tercatat 5,2% menjadi Rp30.2 triliun. Lalu non interest income tercatat Rp11 triliun didorong oleh transaksi digital dan fee dari bisnis sindikasi.
Kemudian pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat Rp25,8 triliun atau naik 9,7% secara yoy.
&quot;Kami bersyukur sampai kuartal III 2022 ini, kami dapat konsisten membukukan kinerja yang solid di tengah berbagai tantangan global maupun domestik,&quot; jelas dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTEyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Royke menyebutkan memang kuartal III tahun ini merupakan tahun yang  menantang akibat tingginya tensi geopolitik, pandemi Covid-19 yang masih  terjadi hingga ketegangan rantai pasok dan pangan global yang tertekan  ketegangan geopolitik.
Selain itu ada juga tantangan dari tingginya inflasi dan pengetatan  kebijakan moneter di berbagai negara dan perlambatan laju pertumbuhan  ekonomi global.
&quot;Kami berupaya untuk menjaga kinerja agar tetap sustain dan menjaga  tren pemulihan ekonomi. Kami bisa merealisasikan kinerja positif hingga  akhir 2022 dan didukung portofolio kredit yang jauh lebih sehat dan  tetap mengedepankan aspek prudential banking,&quot; jelas Royke.</content:encoded></item></channel></rss>
