<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Energi Bisa Jadi Berkah Buat Indonesia, Kok Bisa?</title><description>Krisis energi yang mengancam dunia ternyata bisa menjadi berkah untuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694004/krisis-energi-bisa-jadi-berkah-buat-indonesia-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694004/krisis-energi-bisa-jadi-berkah-buat-indonesia-kok-bisa"/><item><title>Krisis Energi Bisa Jadi Berkah Buat Indonesia, Kok Bisa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694004/krisis-energi-bisa-jadi-berkah-buat-indonesia-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694004/krisis-energi-bisa-jadi-berkah-buat-indonesia-kok-bisa</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rizky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694004/krisis-energi-bisa-jadi-berkah-buat-indonesia-kok-bisa-hH9wjzBnmM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis energi jadi berkah buat RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694004/krisis-energi-bisa-jadi-berkah-buat-indonesia-kok-bisa-hH9wjzBnmM.jpg</image><title>Krisis energi jadi berkah buat RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Krisis energi yang mengancam dunia ternyata bisa menjadi berkah untuk Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki sumber energi yang beragam. Mulai dari energi fosil hingga energi baru terbarukan (EBT).
&quot;Ini potensi kita untuk memanfaatkan kondisi yang ada saat ini. Bagaimana kita mendorong potensi-potensi yang ada di Indonesia untuk dimanfaatkan secara lebih besar,&amp;rdquo; kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna dalam webinar Kesiapan Energi Terbarukan dan Nuklir dalam Mendukung Pencapaian Net Zero Emission, Senin (24/10/2022).
BACA JUGA:Dunia Krisis Energi, Joe Biden Kecewa OPEC Pangkas Produksi Minyak 2 Juta Barel/Hari

Feby menyebut sejumlah negara mulai berlomba untuk berinvestasi di Indonesia dengan tujuan mengisi kebutuhan energi di negaranya. Karenanya, Feby mengingatkan agar upaya transisi energi ini tidak justru melupakan kebutuhan energi dalam negeri.
&amp;ldquo;Bukan berarti tidak mau ekspor. Yang penting adalah transisi energi ini jangan sampai kita hanya membantu negara luar,&amp;rdquo; ujar Feby.
BACA JUGA:Tantangan Industri Pembiayaan, dari Krisis Energi hingga Kenaikan Suku Bunga

Menurut Feby, kebutuhan energi dalam negeri maupun kebutuhan untuk ekspor nantinya perlu diseimbangkan. Perlu ada formula yang membuat Indonesia bisa memanfaatkan EBT sekaligus bisa menjadikannya sebagai devisa.
&amp;ldquo;Selama ini devisa kita hanya dari energi fosil. Ke depan bisa kita alihkan ke EBT,&amp;rdquo; ujar Feby.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Agus Puji Prasetyo  mengatakan bahwa dalam membahas krisis energi, perlu juga membicarakan  masalah darurat energi. Karenanya, dia penyebut saat ini DEN sedang  menyusun rancangan Perpres tentang Cadangan Penyangga Energi.
&amp;ldquo;Krisis energi itu ketika kita kekurangan energi. Darurat energi  terjadi ketika ada suatu masalah. Misalnya kilang meledak,&amp;rdquo; ujar Agus.
Cara antisipasi kedua masalah tersebut pun berbeda. Dia mengatakan  ada tiga konsep cadangan, yaitu cadangan operasional, cadangan  penyangga, dan cadangan strategis. &amp;ldquo;Cadangan operasional kita saat ini  memenuhi. Cadangan penyangga harus dikelola pemerintah, dan cadangan  strategis itu yang potensi,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;ldquo;Itu rancangannya. Saat ini masih dalam proses. Kami sinergikan di kementerian-kementerian supaya dapat masukan,&amp;rdquo; kata Agus.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Krisis energi yang mengancam dunia ternyata bisa menjadi berkah untuk Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki sumber energi yang beragam. Mulai dari energi fosil hingga energi baru terbarukan (EBT).
&quot;Ini potensi kita untuk memanfaatkan kondisi yang ada saat ini. Bagaimana kita mendorong potensi-potensi yang ada di Indonesia untuk dimanfaatkan secara lebih besar,&amp;rdquo; kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andriah Feby Misna dalam webinar Kesiapan Energi Terbarukan dan Nuklir dalam Mendukung Pencapaian Net Zero Emission, Senin (24/10/2022).
BACA JUGA:Dunia Krisis Energi, Joe Biden Kecewa OPEC Pangkas Produksi Minyak 2 Juta Barel/Hari

Feby menyebut sejumlah negara mulai berlomba untuk berinvestasi di Indonesia dengan tujuan mengisi kebutuhan energi di negaranya. Karenanya, Feby mengingatkan agar upaya transisi energi ini tidak justru melupakan kebutuhan energi dalam negeri.
&amp;ldquo;Bukan berarti tidak mau ekspor. Yang penting adalah transisi energi ini jangan sampai kita hanya membantu negara luar,&amp;rdquo; ujar Feby.
BACA JUGA:Tantangan Industri Pembiayaan, dari Krisis Energi hingga Kenaikan Suku Bunga

Menurut Feby, kebutuhan energi dalam negeri maupun kebutuhan untuk ekspor nantinya perlu diseimbangkan. Perlu ada formula yang membuat Indonesia bisa memanfaatkan EBT sekaligus bisa menjadikannya sebagai devisa.
&amp;ldquo;Selama ini devisa kita hanya dari energi fosil. Ke depan bisa kita alihkan ke EBT,&amp;rdquo; ujar Feby.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Agus Puji Prasetyo  mengatakan bahwa dalam membahas krisis energi, perlu juga membicarakan  masalah darurat energi. Karenanya, dia penyebut saat ini DEN sedang  menyusun rancangan Perpres tentang Cadangan Penyangga Energi.
&amp;ldquo;Krisis energi itu ketika kita kekurangan energi. Darurat energi  terjadi ketika ada suatu masalah. Misalnya kilang meledak,&amp;rdquo; ujar Agus.
Cara antisipasi kedua masalah tersebut pun berbeda. Dia mengatakan  ada tiga konsep cadangan, yaitu cadangan operasional, cadangan  penyangga, dan cadangan strategis. &amp;ldquo;Cadangan operasional kita saat ini  memenuhi. Cadangan penyangga harus dikelola pemerintah, dan cadangan  strategis itu yang potensi,&amp;rdquo; kata dia.
&amp;ldquo;Itu rancangannya. Saat ini masih dalam proses. Kami sinergikan di kementerian-kementerian supaya dapat masukan,&amp;rdquo; kata Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
