<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Pasar Ekonomi Digital RI Capai Rp2.278 Triliun, Terbesar di Asean</title><description>Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat nilai pangsa pasar ekonomi digital Indonesia mencapai USD146 Miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694020/potensi-pasar-ekonomi-digital-ri-capai-rp2-278-triliun-terbesar-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694020/potensi-pasar-ekonomi-digital-ri-capai-rp2-278-triliun-terbesar-di-asean"/><item><title>Potensi Pasar Ekonomi Digital RI Capai Rp2.278 Triliun, Terbesar di Asean</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694020/potensi-pasar-ekonomi-digital-ri-capai-rp2-278-triliun-terbesar-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694020/potensi-pasar-ekonomi-digital-ri-capai-rp2-278-triliun-terbesar-di-asean</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694020/potensi-pasar-ekonomi-digital-ri-capai-rp2-278-triliun-terbesar-di-asean-Z5ydkYT4rZ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694020/potensi-pasar-ekonomi-digital-ri-capai-rp2-278-triliun-terbesar-di-asean-Z5ydkYT4rZ.JPG</image><title>Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat nilai pangsa pasar ekonomi digital Indonesia mencapai USD146 Miliar.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki menyebut nilai tersebut bisa menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.
BACA JUGA:20,2 Juta UMKM Sudah Terhubung pada Ekosistem Digital&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Digitalisasi tentu membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing, mengembangkan usaha dan menjadi pondasi bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonominya,&quot; jelasnya saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Selasa (25/10/2022).
Dia menjelaskan, riset McKensey menyatakan bahwa penjualan bisa meningkat hingga 60 persen jika melakukan penjualan melalui e-commerce atau socio commerce.
BACA JUGA:Sindir Investor Enggan Kerjasama dengan UMKM, Menteri Bahlil: Kami di Sini Asas Gotong Royong

&quot;Bahkan sekarang bukan hanya e-commerce atau socio commerce, tapi ada juga games commerce dan sebentar lagi ada TV commerce,&quot; ungkapnya.&quot;Saya kira akan menjadi kebangkitan TV yang hidup bukan lagi dari iklan tapi dari komersialisasi produk,&quot; ucap Menteri Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mencatat nilai pangsa pasar ekonomi digital Indonesia mencapai USD146 Miliar.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki menyebut nilai tersebut bisa menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025.
BACA JUGA:20,2 Juta UMKM Sudah Terhubung pada Ekosistem Digital&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Digitalisasi tentu membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing, mengembangkan usaha dan menjadi pondasi bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonominya,&quot; jelasnya saat ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta, Selasa (25/10/2022).
Dia menjelaskan, riset McKensey menyatakan bahwa penjualan bisa meningkat hingga 60 persen jika melakukan penjualan melalui e-commerce atau socio commerce.
BACA JUGA:Sindir Investor Enggan Kerjasama dengan UMKM, Menteri Bahlil: Kami di Sini Asas Gotong Royong

&quot;Bahkan sekarang bukan hanya e-commerce atau socio commerce, tapi ada juga games commerce dan sebentar lagi ada TV commerce,&quot; ungkapnya.&quot;Saya kira akan menjadi kebangkitan TV yang hidup bukan lagi dari iklan tapi dari komersialisasi produk,&quot; ucap Menteri Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
