<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Waspada! Resesi 2023 Ancaman Serius</title><description>Indonesia harus waspada karena resesi ekonomi global 2023 adalah ancaman serius.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694274/indonesia-waspada-resesi-2023-ancaman-serius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694274/indonesia-waspada-resesi-2023-ancaman-serius"/><item><title>Indonesia Waspada! Resesi 2023 Ancaman Serius</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694274/indonesia-waspada-resesi-2023-ancaman-serius</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694274/indonesia-waspada-resesi-2023-ancaman-serius</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694274/indonesia-waspada-resesi-2023-ancaman-serius-HtVxnim8eq.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694274/indonesia-waspada-resesi-2023-ancaman-serius-HtVxnim8eq.jpeg</image><title>Ancaman resesi global terjadi tahun depan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia harus waspada karena resesi ekonomi global 2023 adalah ancaman serius. Ekonom dan Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan, tidak ada satu pun negara yang aman dari resesi.
Menurutnya probabilitas terjadinya resesi masih ada meski sekarang angkanya kecil. Dia melanjutkan terdapat tiga transmisi resesi global ke ekonomi domestik. Pertama lewat sektor keuangan melalui pelemahan kurs hingga naiknya tingkat suku bunga secara agresif. Kedua lewat perdagangan di mana kinerja perdagangan alami penurunan surplus akibat permintaan negara mitra dagang utama menurun.
BACA JUGA:Ada Ancaman Resesi, Ekonom: Ekonomi Indonesia Bisa Bertahan

&quot;Dan ketiga, volatilias harga komoditas membuat inflasi di dalam negeri meningkat dan ciptakan krisis biaya hidup bagi kelompok rentan,&quot; jelasnya kepada MPI , Selasa (25/10/22).
Dia melanjutkan bahwa Indonesia masuk dalam negara dengan probabilitas terjadi resesi meski baru 3% menurut data Bloomberg, jauh lebih baik dibandingkan China, Jepang dan Thailand.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Punya Modal Besar Hadapi Resesi 2023

Bhima menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang cukup baik pada kuartal ke II 2022 yakni, 5,44% year on year. Tapi kita perlu mengejar ketertinggalan, karena pesaing di wilayah Asean seperti Vietnam dan Filipina masing-masing mencatatkan pertumbuhan 7,7% dan 7,4% pada kuartal yang sama.
&quot;Pada saat resesi ekonomi terjadi, pelaku usaha termasuk sektor manufaktur akan mencari lokasi basis produksi di negara yang mampu berikan pertumbuhan tinggi,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Cadangan devisa Indonesia sampai September 2022 lanjut Bhima adalah  sebesar USD 130,8 miliar. Angka ini masih relatif tinggi meski ada  koreksi. Tapi dibandingkan dengan PDB, maka rasio cadangan devisa  sebesar 8,4%. Perlu didorong agar kemampuan dalam intervensi stabilitas  kurs rupiah semakin baik.
&quot;Perlindungan sosial terhadap PDB baru mencapai 2,5% pada 2023  mendatang. Sementara dibutuhkan setidaknya 4-5% rasio anggaran  perlindungan sosial untuk menahan lonjakan angka kemiskinan baru akibat  resesi dan inflasi,&quot; lanjutnya.
Dia melanjutkan bahwa di bidang pangan Peringkat Indonesia dalam  Global Food Security Index tahun 2022 menempatkan Indonesia di posisi ke  63 dunia jauh lebih rendah dibanding Turki, Vietnam bahkan Rusia.
&quot;Kerentanan pangan perlu dijawab dengan peningkatan alokasi subsidi  pupuk, memastikan pangan lokal mampu mengurangi ketergantungan impor,  dan bantuan pembiayaan lebih besar bagi petani tanaman pangan,&quot;  tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia harus waspada karena resesi ekonomi global 2023 adalah ancaman serius. Ekonom dan Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan, tidak ada satu pun negara yang aman dari resesi.
Menurutnya probabilitas terjadinya resesi masih ada meski sekarang angkanya kecil. Dia melanjutkan terdapat tiga transmisi resesi global ke ekonomi domestik. Pertama lewat sektor keuangan melalui pelemahan kurs hingga naiknya tingkat suku bunga secara agresif. Kedua lewat perdagangan di mana kinerja perdagangan alami penurunan surplus akibat permintaan negara mitra dagang utama menurun.
BACA JUGA:Ada Ancaman Resesi, Ekonom: Ekonomi Indonesia Bisa Bertahan

&quot;Dan ketiga, volatilias harga komoditas membuat inflasi di dalam negeri meningkat dan ciptakan krisis biaya hidup bagi kelompok rentan,&quot; jelasnya kepada MPI , Selasa (25/10/22).
Dia melanjutkan bahwa Indonesia masuk dalam negara dengan probabilitas terjadi resesi meski baru 3% menurut data Bloomberg, jauh lebih baik dibandingkan China, Jepang dan Thailand.
BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Punya Modal Besar Hadapi Resesi 2023

Bhima menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang cukup baik pada kuartal ke II 2022 yakni, 5,44% year on year. Tapi kita perlu mengejar ketertinggalan, karena pesaing di wilayah Asean seperti Vietnam dan Filipina masing-masing mencatatkan pertumbuhan 7,7% dan 7,4% pada kuartal yang sama.
&quot;Pada saat resesi ekonomi terjadi, pelaku usaha termasuk sektor manufaktur akan mencari lokasi basis produksi di negara yang mampu berikan pertumbuhan tinggi,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Cadangan devisa Indonesia sampai September 2022 lanjut Bhima adalah  sebesar USD 130,8 miliar. Angka ini masih relatif tinggi meski ada  koreksi. Tapi dibandingkan dengan PDB, maka rasio cadangan devisa  sebesar 8,4%. Perlu didorong agar kemampuan dalam intervensi stabilitas  kurs rupiah semakin baik.
&quot;Perlindungan sosial terhadap PDB baru mencapai 2,5% pada 2023  mendatang. Sementara dibutuhkan setidaknya 4-5% rasio anggaran  perlindungan sosial untuk menahan lonjakan angka kemiskinan baru akibat  resesi dan inflasi,&quot; lanjutnya.
Dia melanjutkan bahwa di bidang pangan Peringkat Indonesia dalam  Global Food Security Index tahun 2022 menempatkan Indonesia di posisi ke  63 dunia jauh lebih rendah dibanding Turki, Vietnam bahkan Rusia.
&quot;Kerentanan pangan perlu dijawab dengan peningkatan alokasi subsidi  pupuk, memastikan pangan lokal mampu mengurangi ketergantungan impor,  dan bantuan pembiayaan lebih besar bagi petani tanaman pangan,&quot;  tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
