<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Banyak Gelandangan di AS, Sri Mulyani Tak Seharusnya Kaget</title><description>Sri Mulyani menyatakan keterkejutannya terhadap fenomena tunawisma atau gelandangan di Amerika Serikat dianggap berlebihan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694335/soal-banyak-gelandangan-di-as-sri-mulyani-tak-seharusnya-kaget</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694335/soal-banyak-gelandangan-di-as-sri-mulyani-tak-seharusnya-kaget"/><item><title>Soal Banyak Gelandangan di AS, Sri Mulyani Tak Seharusnya Kaget</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694335/soal-banyak-gelandangan-di-as-sri-mulyani-tak-seharusnya-kaget</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694335/soal-banyak-gelandangan-di-as-sri-mulyani-tak-seharusnya-kaget</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694335/soal-banyak-gelandangan-di-as-sri-mulyani-tak-seharusnya-kaget-oM9XAgy3qM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694335/soal-banyak-gelandangan-di-as-sri-mulyani-tak-seharusnya-kaget-oM9XAgy3qM.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan keterkejutannya terhadap fenomena tunawisma atau gelandangan di Amerika Serikat dianggap berlebihan.
Hal itu dikarenakan keberadaan gelandangan atau tunawisma serta kawasan kumuh di Amerika sudah ada sebelum 2014, jumlahnya sebanyak 578 ribu tunawisma, Sri Mulyani Beri Contoh Situasi di Inggris.
BACA JUGA:Anak Buah Sri Mulyani Jadi Direktur Eksekutif Bank Dunia, Ini Sosoknya

Pengamat Kebijakan Publik, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan mayoritas tunawisma yang ada di Amerika Serikat, bertempat di kota-kota besar Amerika, seperti di California sebanyak 161 ribu gelandangan, dan yang kedua New York sebanyak 91 ribu gelandangan, yang merupakan kota pusat administrasi bisnis Amerika.
&quot;Sebetulnya, Menkeu yang sudah sekolah lama di Amerika dan tinggal serta menjabat sebagai direktur di Amerika seharusnya tidak perlu kaget lagi mengenai permasalahan general yang ada di Amerika,&quot; kata Bambang, Selasa (25/10/2022).
Apalagi, Sri Mulyani merupakan Menteri Keuangan yang wawasannya jauh lebih besar daripada rakyat rakyat biasa.
BACA JUGA:Pembangunan Bendungan Ladongi Pakai APBN Rp1,2 Triliun, Sri Mulyani: Mari Jaga Bersama

&quot;Masa perkara melihat tunawisma di Amerika saja kaget. Apa ini semua acting semata saja. Supaya Indonesia terlihat lebih baik dari Amerika segi perekonomiannya,&quot; tambah pria yang akrab disapa BHS.Untuk diketahui, lanjut BHS, UMR di Amerika Serikat per bulan sekitar Rp17juta, sedangkan di Indonesia UMR pekerja formal berkisar antara Rp1,8 juta sampai Rp4,8 juta dan mayoritas 90% Rp3 juta ke bawah.
Nah sebagian besar penduduk di Indonesia adalah pekerja informal yang gajinya suka-suka. BHS menambahkan, Menkeu harusnya fokus pada urusan dalam negeri, perbaiki dan awasi ekonomi dengan maksimal, dan berpikir agar Indonesia bisa maju ekonominya.
&quot;Jangan sampai tambah mundur,&quot; tandas BHS.
Sebelumnya, dalam sebuah video pendek yang diunggah di akun instagramnya, Sri Mulyani terkejut dengan fenomena gelandangan di Amerika. Sri Mulyani mengatakan fenomena itu akibat perlambatan ekonomi yang terjadi.



&quot;Homeless (tunawisma)? Gila. Teringat saat ngobrol santai dengan pengemudi yang mengantar kami dalam perjalanan menuju tempat pertemuan, begitu banyak tunawisma (homeless) terlihat di sepanjang jalan,&quot; kata Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan keterkejutannya terhadap fenomena tunawisma atau gelandangan di Amerika Serikat dianggap berlebihan.
Hal itu dikarenakan keberadaan gelandangan atau tunawisma serta kawasan kumuh di Amerika sudah ada sebelum 2014, jumlahnya sebanyak 578 ribu tunawisma, Sri Mulyani Beri Contoh Situasi di Inggris.
BACA JUGA:Anak Buah Sri Mulyani Jadi Direktur Eksekutif Bank Dunia, Ini Sosoknya

Pengamat Kebijakan Publik, Bambang Haryo Soekartono, mengatakan mayoritas tunawisma yang ada di Amerika Serikat, bertempat di kota-kota besar Amerika, seperti di California sebanyak 161 ribu gelandangan, dan yang kedua New York sebanyak 91 ribu gelandangan, yang merupakan kota pusat administrasi bisnis Amerika.
&quot;Sebetulnya, Menkeu yang sudah sekolah lama di Amerika dan tinggal serta menjabat sebagai direktur di Amerika seharusnya tidak perlu kaget lagi mengenai permasalahan general yang ada di Amerika,&quot; kata Bambang, Selasa (25/10/2022).
Apalagi, Sri Mulyani merupakan Menteri Keuangan yang wawasannya jauh lebih besar daripada rakyat rakyat biasa.
BACA JUGA:Pembangunan Bendungan Ladongi Pakai APBN Rp1,2 Triliun, Sri Mulyani: Mari Jaga Bersama

&quot;Masa perkara melihat tunawisma di Amerika saja kaget. Apa ini semua acting semata saja. Supaya Indonesia terlihat lebih baik dari Amerika segi perekonomiannya,&quot; tambah pria yang akrab disapa BHS.Untuk diketahui, lanjut BHS, UMR di Amerika Serikat per bulan sekitar Rp17juta, sedangkan di Indonesia UMR pekerja formal berkisar antara Rp1,8 juta sampai Rp4,8 juta dan mayoritas 90% Rp3 juta ke bawah.
Nah sebagian besar penduduk di Indonesia adalah pekerja informal yang gajinya suka-suka. BHS menambahkan, Menkeu harusnya fokus pada urusan dalam negeri, perbaiki dan awasi ekonomi dengan maksimal, dan berpikir agar Indonesia bisa maju ekonominya.
&quot;Jangan sampai tambah mundur,&quot; tandas BHS.
Sebelumnya, dalam sebuah video pendek yang diunggah di akun instagramnya, Sri Mulyani terkejut dengan fenomena gelandangan di Amerika. Sri Mulyani mengatakan fenomena itu akibat perlambatan ekonomi yang terjadi.



&quot;Homeless (tunawisma)? Gila. Teringat saat ngobrol santai dengan pengemudi yang mengantar kami dalam perjalanan menuju tempat pertemuan, begitu banyak tunawisma (homeless) terlihat di sepanjang jalan,&quot; kata Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
