<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi Tetap Dilanjutkan meski Ada Resesi Global 2023</title><description>Transisi energi tetap dilanjutkan meski ada resesi global 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694366/transisi-energi-tetap-dilanjutkan-meski-ada-resesi-global-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694366/transisi-energi-tetap-dilanjutkan-meski-ada-resesi-global-2023"/><item><title>Transisi Energi Tetap Dilanjutkan meski Ada Resesi Global 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694366/transisi-energi-tetap-dilanjutkan-meski-ada-resesi-global-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694366/transisi-energi-tetap-dilanjutkan-meski-ada-resesi-global-2023</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 18:06 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694366/transisi-energi-tetap-dilanjutkan-meski-ada-resesi-global-2023-g76Zgeg2IT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transisi energi terus berjalan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694366/transisi-energi-tetap-dilanjutkan-meski-ada-resesi-global-2023-g76Zgeg2IT.jpg</image><title>Transisi energi terus berjalan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi tetap dilanjutkan meski ada resesi global 2023. Investasi untuk transisi energi dan pembangunan berkelanjutan pun diperkirakan akan terus meningkat ke depan.
&amp;ldquo;Saya yakin kita tidak akan keluar dari ambisi dan cita-cita untuk melakukan transisi energi. Kita memang mengalami keterlambatan, tapi cita-cita kita tidak berubah karena kita memiliki komitmen yang kuat dan potensi yang besar,&amp;rdquo; kata Direktur Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi Indra Darmawan dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).

BACA JUGA:Sri Mulyani: Prinsip Utama Transisi Energi Harus Adil dan Terjangkau


Saat ini di tengah peningkatan harga komoditas dan gangguan rantai pasok global, beberapa negara kembali kepada sumber energi yang tidak berkelanjutan seperti batu bara untuk memenuhi kebutuhan di tengah musim dingin yang akan segera datang.
Meskipun demikian, menurut Indra ke depan negara-negara di dunia akan tetap melanjutkan transisi energi dan pembangunan yang berkelanjutan, termasuk di Indonesia yang telah meluncurkan peta jalan untuk mencapai target emisi karbon nol.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Mahal, Wamen BUMN: Transisi Energi Tak Bisa Ditunda

&amp;ldquo;Pemungutan pajak karbon memang kita tunda, tapi kita sudah melakukan uji coba pasar karbon terhadap 50 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mana 20 PLTU menjadi pembeli karbon dan selebihnya menjadi penjual. Kita simulasikan,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNC80LzE1NTUzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Maritim,  Investasi, dan Luar Negeri Shinta Kamdani mengatakan krisis pandemi  COVID-19 menjadi pengingat untuk segera merealisasi transisi energi.
&amp;ldquo;Kita sadar kita tidak bisa menghindari lagi transisi energi. Resesi  global ini bukan alasan kita masih bisa menggunakan sumber energi yang  tidak berkelanjutan,&amp;rdquo; katanya.
Apalagi ke depan, ia memperkirakan pembiayaan untuk sektor usaha yang  tidak berkelanjutan, seperti untuk usaha batu bara akan terus menurun  karena masyarakat global semakin sadar pembangunan berkelanjutan bukan  sekadar tren.
&amp;ldquo;Untuk saat ini investasi untuk batu bara akan menjadi lebih sulit,  karena perbankan saja sudah banyak yang mulai tidak mau membiayai. Itu  juga akan mempengaruhi transisi energi,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi tetap dilanjutkan meski ada resesi global 2023. Investasi untuk transisi energi dan pembangunan berkelanjutan pun diperkirakan akan terus meningkat ke depan.
&amp;ldquo;Saya yakin kita tidak akan keluar dari ambisi dan cita-cita untuk melakukan transisi energi. Kita memang mengalami keterlambatan, tapi cita-cita kita tidak berubah karena kita memiliki komitmen yang kuat dan potensi yang besar,&amp;rdquo; kata Direktur Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi Indra Darmawan dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).

BACA JUGA:Sri Mulyani: Prinsip Utama Transisi Energi Harus Adil dan Terjangkau


Saat ini di tengah peningkatan harga komoditas dan gangguan rantai pasok global, beberapa negara kembali kepada sumber energi yang tidak berkelanjutan seperti batu bara untuk memenuhi kebutuhan di tengah musim dingin yang akan segera datang.
Meskipun demikian, menurut Indra ke depan negara-negara di dunia akan tetap melanjutkan transisi energi dan pembangunan yang berkelanjutan, termasuk di Indonesia yang telah meluncurkan peta jalan untuk mencapai target emisi karbon nol.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Mahal, Wamen BUMN: Transisi Energi Tak Bisa Ditunda

&amp;ldquo;Pemungutan pajak karbon memang kita tunda, tapi kita sudah melakukan uji coba pasar karbon terhadap 50 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mana 20 PLTU menjadi pembeli karbon dan selebihnya menjadi penjual. Kita simulasikan,&amp;rdquo; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNC80LzE1NTUzOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bidang Maritim,  Investasi, dan Luar Negeri Shinta Kamdani mengatakan krisis pandemi  COVID-19 menjadi pengingat untuk segera merealisasi transisi energi.
&amp;ldquo;Kita sadar kita tidak bisa menghindari lagi transisi energi. Resesi  global ini bukan alasan kita masih bisa menggunakan sumber energi yang  tidak berkelanjutan,&amp;rdquo; katanya.
Apalagi ke depan, ia memperkirakan pembiayaan untuk sektor usaha yang  tidak berkelanjutan, seperti untuk usaha batu bara akan terus menurun  karena masyarakat global semakin sadar pembangunan berkelanjutan bukan  sekadar tren.
&amp;ldquo;Untuk saat ini investasi untuk batu bara akan menjadi lebih sulit,  karena perbankan saja sudah banyak yang mulai tidak mau membiayai. Itu  juga akan mempengaruhi transisi energi,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
