<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebutuhan Industri Hijau, PLN Punya 8,5 GW Pembangkit Listrik EBT</title><description>Kebutuhan industri dan bisnis hijau di Indonesia meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694371/kebutuhan-industri-hijau-pln-punya-8-5-gw-pembangkit-listrik-ebt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694371/kebutuhan-industri-hijau-pln-punya-8-5-gw-pembangkit-listrik-ebt"/><item><title>Kebutuhan Industri Hijau, PLN Punya 8,5 GW Pembangkit Listrik EBT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694371/kebutuhan-industri-hijau-pln-punya-8-5-gw-pembangkit-listrik-ebt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694371/kebutuhan-industri-hijau-pln-punya-8-5-gw-pembangkit-listrik-ebt</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 18:12 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694371/kebutuhan-industri-hijau-pln-punya-8-5-gw-pembangkit-listrik-ebt-CtH2LzE2NK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangkit listrik EBT (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694371/kebutuhan-industri-hijau-pln-punya-8-5-gw-pembangkit-listrik-ebt-CtH2LzE2NK.jpg</image><title>Pembangkit listrik EBT (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kebutuhan industri dan bisnis hijau di Indonesia meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) mengklaim mempunyai pembangkit energi baru terbarukan berkapasitas 8,5 gigawatt .
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengakselerasi transisi energi dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan demi mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060.
BACA JUGA:Akselerasi Transisi Energi hingga Pengembangan EBT, PLN Gandeng Sumitomo dan Medco

&quot;Kapasitas pembangkit energi baru terbarukan yang dikelola PLN bakal terus meningkat. Pada 2030, total kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan ditargetkan mencapai 28,9 gigawatt,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PLN berkeinginan menambah kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 20,9 gigawatt.
BACA JUGA:Target Energi Terbarukan 20,9 GW, Dirut PLN: Ini Tantangan Berat 

Dalam peta jalan itu, porsi pengembangan setrum bersih mencapai 51,6 persen. Darmawan menuturkan dokumen itu membuktikan komitmen perseroan dalam menjalankan transisi energi demi kehidupan bumi yang lebih baik.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan energi baru terbarukan sebesar 20,9 gigawatt didominasi oleh pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Total penambahan kapasitas PLTA yang terpasang bisa mencapai 10,4 gigawatt.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNy80LzE1NTA3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) juga  ditingkatkan dengan total penambahan kapasitas terpasang 4,7 gigawatt  hingga tahun 2030.
Menurutnya, Indonesia juga punya potensi panas bumi yang bisa  dikembangkan dengan target penambahan kapasitas terpasang sebesar 3,4  gigawatt dalam delapan tahun ke depan.
&quot;Kami juga menggali potensi sumber daya lain seperti bayu, biomassa,  biogas, sampah dan pembangkit energi baru terbarukan baseload dengan  total penambahan kapasitas pengembangan bisa mencapai 2,5 gigawatt,&quot;  terang Darmawan.
Khusus tahun ini, PLN telah menambah kapasitas energi baru terbarukan  sebesar 159,35 megawatt yang bersumber dari pembangkit listrik di 20  lokasi. Jumlah penambahan daya setrum bersih itu naik drastis karena  dari 11 lokasi pembangkit yang ditargetkan justru realisasinya mencapai  20 lokasi pembangkit.
Rincian penambahan 159,35 megawatt energi baru terbarukan tersebut,  yakni 87,07 megawatt dihasilkan oleh PLTA, 69,38 megawatt dari PLTP, dan  2,91 megawatt dari PLTS.
&amp;ldquo;Saat ini kita tengah menghadapi transisi energi. Selanjutnya, kita  akan menggunakan pembangkit listrik yang berbasis energi baru  terbarukan. Namun, transisi energi bukan sekadar itu, tetapi ini adalah  peralihan dari bahan bakar berbasis fosil yang impor dan mahal ke energi  baru terbarukan yang lokal, murah, dan ramah lingkungan,&amp;rdquo; pungkas  Darmawan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kebutuhan industri dan bisnis hijau di Indonesia meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) mengklaim mempunyai pembangkit energi baru terbarukan berkapasitas 8,5 gigawatt .
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengakselerasi transisi energi dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan demi mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060.
BACA JUGA:Akselerasi Transisi Energi hingga Pengembangan EBT, PLN Gandeng Sumitomo dan Medco

&quot;Kapasitas pembangkit energi baru terbarukan yang dikelola PLN bakal terus meningkat. Pada 2030, total kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan ditargetkan mencapai 28,9 gigawatt,&quot; ujarnya dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PLN berkeinginan menambah kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 20,9 gigawatt.
BACA JUGA:Target Energi Terbarukan 20,9 GW, Dirut PLN: Ini Tantangan Berat 

Dalam peta jalan itu, porsi pengembangan setrum bersih mencapai 51,6 persen. Darmawan menuturkan dokumen itu membuktikan komitmen perseroan dalam menjalankan transisi energi demi kehidupan bumi yang lebih baik.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan energi baru terbarukan sebesar 20,9 gigawatt didominasi oleh pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Total penambahan kapasitas PLTA yang terpasang bisa mencapai 10,4 gigawatt.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNy80LzE1NTA3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain itu, pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) juga  ditingkatkan dengan total penambahan kapasitas terpasang 4,7 gigawatt  hingga tahun 2030.
Menurutnya, Indonesia juga punya potensi panas bumi yang bisa  dikembangkan dengan target penambahan kapasitas terpasang sebesar 3,4  gigawatt dalam delapan tahun ke depan.
&quot;Kami juga menggali potensi sumber daya lain seperti bayu, biomassa,  biogas, sampah dan pembangkit energi baru terbarukan baseload dengan  total penambahan kapasitas pengembangan bisa mencapai 2,5 gigawatt,&quot;  terang Darmawan.
Khusus tahun ini, PLN telah menambah kapasitas energi baru terbarukan  sebesar 159,35 megawatt yang bersumber dari pembangkit listrik di 20  lokasi. Jumlah penambahan daya setrum bersih itu naik drastis karena  dari 11 lokasi pembangkit yang ditargetkan justru realisasinya mencapai  20 lokasi pembangkit.
Rincian penambahan 159,35 megawatt energi baru terbarukan tersebut,  yakni 87,07 megawatt dihasilkan oleh PLTA, 69,38 megawatt dari PLTP, dan  2,91 megawatt dari PLTS.
&amp;ldquo;Saat ini kita tengah menghadapi transisi energi. Selanjutnya, kita  akan menggunakan pembangkit listrik yang berbasis energi baru  terbarukan. Namun, transisi energi bukan sekadar itu, tetapi ini adalah  peralihan dari bahan bakar berbasis fosil yang impor dan mahal ke energi  baru terbarukan yang lokal, murah, dan ramah lingkungan,&amp;rdquo; pungkas  Darmawan.</content:encoded></item></channel></rss>
