<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Rugikan Masyarakat, Transisi Energi Harus Adil dan Terjangkau</title><description>Transisi energi harus berjalan adil dan terjangkau bagi masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694378/jangan-rugikan-masyarakat-transisi-energi-harus-adil-dan-terjangkau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694378/jangan-rugikan-masyarakat-transisi-energi-harus-adil-dan-terjangkau"/><item><title>Jangan Rugikan Masyarakat, Transisi Energi Harus Adil dan Terjangkau</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694378/jangan-rugikan-masyarakat-transisi-energi-harus-adil-dan-terjangkau</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/320/2694378/jangan-rugikan-masyarakat-transisi-energi-harus-adil-dan-terjangkau</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694378/jangan-rugikan-masyarakat-transisi-energi-harus-adil-dan-terjangkau-4DgtmKdqdz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga minta transisi energi harus adil dan terjangkau (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/320/2694378/jangan-rugikan-masyarakat-transisi-energi-harus-adil-dan-terjangkau-4DgtmKdqdz.jpg</image><title>Menko Airlangga minta transisi energi harus adil dan terjangkau (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi harus berjalan adil dan terjangkau bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan upaya transisi energi harus dapat diakses oleh semua masyarakat.
Dengan itu, sektor industri perlu inovatif dan tepat dalam akuisisi teknologi dan investasi sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, meminimalisir anomali cuaca, mencegah perubahan iklim hingga menghindari kelaparan pada masyarakat.
BACA JUGA:Transisi Energi Tetap Dilanjutkan meski Ada Resesi Global 2023

&quot;Transisi energi harus fokus pada pengurangan intensitas karbon dan memberi manfaat bagi setiap rumah tangga,&quot; kata Menko Airlangga dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Untuk mendukung upaya ini, dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) terbaru, Indonesia menaikkan target pengurangan emisi dari 29 persen menjadi 31,89 persen pada tahun 2030, dan target sebesar 43,20 persen dengan dukungan internasional.
BACA JUGA:Transisi Energi, Industri Nikel Bakal Terapkan Teknologi Bersih

&amp;ldquo;Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat dan target tersebut tidak boleh tergelincir,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Kemudian, pemerintah juga telah menyiapkan skema di bidang carbon pricing dan carbon trading, di mana investasi hijau terbukti lebih menarik baik di pasar modal maupun branding publik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNy80LzE1NTA3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang menggalakkan penggunaan  kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebagai upaya mengurangi  emisi karbon.
&amp;ldquo;Kita ingin memimpin dengan memberi contoh. Untuk itu, Indonesia  terus mempromosikan ekosistem EV karena kebijakan ini diharapkan akan  menjadi kunci revolusi masa depan,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Komitmen ini akan diperlihatkan dalam KTT G20 di Bali pada November  nanti, yang membatasi akses kendaraan konvensional dan menyediakan lebih  banyak akses kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Hanya ada satu kunci untuk memastikan keberhasilan transisi energi,  yaitu kerja sama dan kemitraan. Publik, swasta, dan Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) harus memiliki andil dalam proyek ini,&amp;rdquo; ujar Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Transisi energi harus berjalan adil dan terjangkau bagi masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan upaya transisi energi harus dapat diakses oleh semua masyarakat.
Dengan itu, sektor industri perlu inovatif dan tepat dalam akuisisi teknologi dan investasi sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, meminimalisir anomali cuaca, mencegah perubahan iklim hingga menghindari kelaparan pada masyarakat.
BACA JUGA:Transisi Energi Tetap Dilanjutkan meski Ada Resesi Global 2023

&quot;Transisi energi harus fokus pada pengurangan intensitas karbon dan memberi manfaat bagi setiap rumah tangga,&quot; kata Menko Airlangga dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Untuk mendukung upaya ini, dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) terbaru, Indonesia menaikkan target pengurangan emisi dari 29 persen menjadi 31,89 persen pada tahun 2030, dan target sebesar 43,20 persen dengan dukungan internasional.
BACA JUGA:Transisi Energi, Industri Nikel Bakal Terapkan Teknologi Bersih

&amp;ldquo;Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat dan target tersebut tidak boleh tergelincir,&amp;rdquo; kata Airlangga.
Kemudian, pemerintah juga telah menyiapkan skema di bidang carbon pricing dan carbon trading, di mana investasi hijau terbukti lebih menarik baik di pasar modal maupun branding publik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNy80LzE1NTA3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tidak hanya itu, pemerintah juga sedang menggalakkan penggunaan  kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) sebagai upaya mengurangi  emisi karbon.
&amp;ldquo;Kita ingin memimpin dengan memberi contoh. Untuk itu, Indonesia  terus mempromosikan ekosistem EV karena kebijakan ini diharapkan akan  menjadi kunci revolusi masa depan,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Komitmen ini akan diperlihatkan dalam KTT G20 di Bali pada November  nanti, yang membatasi akses kendaraan konvensional dan menyediakan lebih  banyak akses kendaraan listrik.
&amp;ldquo;Hanya ada satu kunci untuk memastikan keberhasilan transisi energi,  yaitu kerja sama dan kemitraan. Publik, swasta, dan Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) harus memiliki andil dalam proyek ini,&amp;rdquo; ujar Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
