<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumput Laut Jadi Komoditas Unggulan, Masuk Peta Peluang Investasi 2022</title><description>BKPM memasukkan proyek budi daya rumput laut di Takalar, Sulawesi  Selatan, sebagai salah satu proyek dalam peta peluang investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/455/2694216/rumput-laut-jadi-komoditas-unggulan-masuk-peta-peluang-investasi-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/455/2694216/rumput-laut-jadi-komoditas-unggulan-masuk-peta-peluang-investasi-2022"/><item><title>Rumput Laut Jadi Komoditas Unggulan, Masuk Peta Peluang Investasi 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/455/2694216/rumput-laut-jadi-komoditas-unggulan-masuk-peta-peluang-investasi-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/25/455/2694216/rumput-laut-jadi-komoditas-unggulan-masuk-peta-peluang-investasi-2022</guid><pubDate>Selasa 25 Oktober 2022 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/25/455/2694216/rumput-laut-jadi-komoditas-unggulan-masuk-peta-peluang-investasi-2022-wN6oesnIlf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumput laut jadi komoditas unggulan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/25/455/2694216/rumput-laut-jadi-komoditas-unggulan-masuk-peta-peluang-investasi-2022-wN6oesnIlf.jpg</image><title>Rumput laut jadi komoditas unggulan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  BKPM memasukkan proyek budi daya rumput laut di Takalar, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu proyek dalam peta peluang investasi (PPI) yang disusun tahun 2022. Rumput laut dinilai sebagai salah satu komoditas yang jadi kekuatan Indonesia khususnya di pasar internasional.
Direktur Perencanaan Sumberdaya Alam Kementerian Investasi/BKPM Ratih Purbasari Kania menjelaskan Indonesia merupakan pengekspor rumput laut terbesar kedua untuk produk konsumsi dan penggunaan industri.
BACA JUGA:Menteri Teten Bocorkan Kunci Sukses Hilirisasi Rumput Laut RI

&amp;ldquo;Setelah melakukan koordinasi serta konsultasi, kami menentukan jenis usaha dan juga lokasi pengembangan rumput laut tersebut yang paling sesuai yaitu di Provinsi Sulawesi Selatan karena merupakan salah satu dari lima sentra rumput laut di Indonesia,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Berdasarkan data 2020, Sulsel jadi produsen terbesar di Indonesia dengan total produksi mencapai 3,4 juta ton. Ada pun luas area pengembangan rumput laut di provinsi tersebut mencapai 540,6 ribu hektare di mana saat ini pemanfaatannya baru sekitar 40,3 ribu hektare dengan komoditas utama Cottonii dan Gracilaria.
BACA JUGA:RI Siap Jadi Raja Rumput Laut Dunia

Ratih mengemukakan proyek budi daya rumput laut tersebut masuk dalam daftar 22 proyek di 13 provinsi di rencana penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) tahun 2022. Ke 22 proyek tersebut terdiri dari 11 proyek bidang pemanfaatan sumber daya alam dan 11 proyek bidang industri manufaktur.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Secara rinci, ada 11 proyek investasi yang masuk dalam enam klaster  bidang pemanfaatan sumber daya alam, yaitu klaster perkebunan,  hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan energi.  Sementara 11 proyek lainnya masuk bidang industri manufaktur untuk  klaster industri kimia, industri aneka, industri logam, industri mesin,  industri alat transportasi dan industri elektronika.
Ratih menjelaskan saat ini pihaknya masih menyusun pre-feasibility study (pra studi kelaikan) proyek-proyek tersebut.
&amp;ldquo;Sekarang masih dalam proses pembuatan pra-FS. Jadi masih kami hitung, masih belum di-launching,&amp;rdquo; kata Ratih.
Ada pun untuk 2020-2021, Kementerian Investasi/BKPM telah merilis 47  proyek PPI berkelanjutan berupa pra-FS dengan potensi nilai investasi  sebesar Rp155,12 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA -  BKPM memasukkan proyek budi daya rumput laut di Takalar, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu proyek dalam peta peluang investasi (PPI) yang disusun tahun 2022. Rumput laut dinilai sebagai salah satu komoditas yang jadi kekuatan Indonesia khususnya di pasar internasional.
Direktur Perencanaan Sumberdaya Alam Kementerian Investasi/BKPM Ratih Purbasari Kania menjelaskan Indonesia merupakan pengekspor rumput laut terbesar kedua untuk produk konsumsi dan penggunaan industri.
BACA JUGA:Menteri Teten Bocorkan Kunci Sukses Hilirisasi Rumput Laut RI

&amp;ldquo;Setelah melakukan koordinasi serta konsultasi, kami menentukan jenis usaha dan juga lokasi pengembangan rumput laut tersebut yang paling sesuai yaitu di Provinsi Sulawesi Selatan karena merupakan salah satu dari lima sentra rumput laut di Indonesia,&amp;rdquo; katanya dilansir dari Antara, Selasa (25/10/2022).
Berdasarkan data 2020, Sulsel jadi produsen terbesar di Indonesia dengan total produksi mencapai 3,4 juta ton. Ada pun luas area pengembangan rumput laut di provinsi tersebut mencapai 540,6 ribu hektare di mana saat ini pemanfaatannya baru sekitar 40,3 ribu hektare dengan komoditas utama Cottonii dan Gracilaria.
BACA JUGA:RI Siap Jadi Raja Rumput Laut Dunia

Ratih mengemukakan proyek budi daya rumput laut tersebut masuk dalam daftar 22 proyek di 13 provinsi di rencana penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) tahun 2022. Ke 22 proyek tersebut terdiri dari 11 proyek bidang pemanfaatan sumber daya alam dan 11 proyek bidang industri manufaktur.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Secara rinci, ada 11 proyek investasi yang masuk dalam enam klaster  bidang pemanfaatan sumber daya alam, yaitu klaster perkebunan,  hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan energi.  Sementara 11 proyek lainnya masuk bidang industri manufaktur untuk  klaster industri kimia, industri aneka, industri logam, industri mesin,  industri alat transportasi dan industri elektronika.
Ratih menjelaskan saat ini pihaknya masih menyusun pre-feasibility study (pra studi kelaikan) proyek-proyek tersebut.
&amp;ldquo;Sekarang masih dalam proses pembuatan pra-FS. Jadi masih kami hitung, masih belum di-launching,&amp;rdquo; kata Ratih.
Ada pun untuk 2020-2021, Kementerian Investasi/BKPM telah merilis 47  proyek PPI berkelanjutan berupa pra-FS dengan potensi nilai investasi  sebesar Rp155,12 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
