<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fajar Surya Wisesa (FASW), Laba Emiten Kertas Milik Miliarder Winarko Sulistyo Turun 30,7%</title><description>PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan laba bersih sebesar Rp351,82 miliar pada kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694835/fajar-surya-wisesa-fasw-laba-emiten-kertas-milik-miliarder-winarko-sulistyo-turun-30-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694835/fajar-surya-wisesa-fasw-laba-emiten-kertas-milik-miliarder-winarko-sulistyo-turun-30-7"/><item><title>Fajar Surya Wisesa (FASW), Laba Emiten Kertas Milik Miliarder Winarko Sulistyo Turun 30,7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694835/fajar-surya-wisesa-fasw-laba-emiten-kertas-milik-miliarder-winarko-sulistyo-turun-30-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694835/fajar-surya-wisesa-fasw-laba-emiten-kertas-milik-miliarder-winarko-sulistyo-turun-30-7</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/278/2694835/fajar-surya-wisesa-fasw-laba-emiten-kertas-milik-miliarder-winarko-sulistyo-turun-30-7-8caXsDrIXK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba FASW alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/278/2694835/fajar-surya-wisesa-fasw-laba-emiten-kertas-milik-miliarder-winarko-sulistyo-turun-30-7-8caXsDrIXK.jpg</image><title>Laba FASW alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan laba bersih sebesar Rp351,82 miliar pada kuartal III 2022. Laba emiten kertas milik miliarder Winarko Sulistyo ini turun 30,7% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp507,24 miliar.
Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level Rp141,99 per lembar, sedangkan di akhir September 2021 berada di level Rp204,71. Sebaliknya, pendapatan emiten produsen kertas ini tumbuh 1,9% menjadi Rp8,826 triliun yang ditopang penjualan ke pihak ketiga dalam negeri sebesar Rp5,561 triliun atau menyusut 3,9% dibanding akhir September 2021 yang terbilang Rp5,787 triliun. Selain itu, ekspor ke pihak ketiga menyusut 9,8% menjadi Rp1,551 triliun.
BACA JUGA:Penjualan Fajar Surya (FASW) Naik 16,2% Jadi Rp6,3 Triliun di Semester I-2022

Namun beban pokok penjualan membengkak 4,9% menjadi Rp7,777 triliun. Dampaknya, laba kotor melorot 16,08% menjadi Rp1,049 triliun. Kinerja perseroan kian tertekan dengan pembengkakan kerugian selisih nilai tukar rupiah sedalam 238% menjadi Rp149,91 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan menyusut 29,3% menjadi Rp462,43 miliar.
Sementara itu, kewajiban berkurang 1,04% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp8,123 triliun. Sedangkan ekuitas meningkat 1,2% menjadi Rp5,156 triliun. Sehingga aset menyusut 0,16% menjadi Rp13,28 triliun. Per 30 September 2022, total aset FASW tercatat sebesar Rp13,28 triliun, dengan total ekuitas perusahaan Rp5,15 triliun dan jumlah liabilitas mencapai Rp8,12 triliun.
BACA JUGA:Dear Investor, Fajar Surya Wisesa Tebar Dividen Rp294 Miliar

Tahun lalu, perseroan berhasil mencetak lonjakan laba tahun berjalan sebanyak 74,06% menjadi Rp614,92 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2020 senilai Rp353,29 miliar. Pertumbuhan laba 2021 sejalan didukung pertumbuhan penjualan sebanyak 51,01% menjadi Rp11,93 triliun sampai akhi 2021, dibandingkan tahun 2020 senilai Rp7,90 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Segmen penjualan kepada pihak bukan berelasi menjadi penyumbang utama  pendapatan, yakni sebanyak Rp10,16 triliun yang terdiri atas penjualan  dalam negeri sebesar Rp7,79 triliun dan penjualan ekspor Rp2,36 triliun.  Disusul dengan penjualan dari pihak berelasi, yakni Rp1,78 triliun.  Keuntungan juga didukung keberhasilan perseroan menekan retur dan  potongan penjualan hingga 40,51% menjadi Rp8,56 miliar pada segmen pihak  berelasi.
Beban pokok penjualan naik 54,80% menjadi Rp10,31 triliun dari  sebelumnya Rp6.67 triliun. Kontribusi paling besar pada beban penjualan  yakni oleh pengeluaran untuk pembelian bahan baku. Adapun beban  penjualan juga tercatat meningkat 36,19% menjadi Rp387,21 miliar dari  Rp284,31 miliar. Kontribusi paling besar pada naiknya beban penjualan  disumbang oleh biaya pengangkutan selama 2021. Pada segmen pendapatan  keuangan, FASW hanya mendapatkan Rp2.37 miliar dari sebelumnya Rp6,75  miliar.
Meski demikian, perseroan mampu menekan beban umum administrasi dan  juga beban keuangan yang menurun masing-masing 4,29% dan 34,96%.  Kerugian dari selisih kurs bersih juga menurun menjadi Rp35,17 miliar  dari sebelumnya menanggung rugi hingga Rp110,66 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan laba bersih sebesar Rp351,82 miliar pada kuartal III 2022. Laba emiten kertas milik miliarder Winarko Sulistyo ini turun 30,7% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp507,24 miliar.
Akibatnya, laba per saham dasar turun ke level Rp141,99 per lembar, sedangkan di akhir September 2021 berada di level Rp204,71. Sebaliknya, pendapatan emiten produsen kertas ini tumbuh 1,9% menjadi Rp8,826 triliun yang ditopang penjualan ke pihak ketiga dalam negeri sebesar Rp5,561 triliun atau menyusut 3,9% dibanding akhir September 2021 yang terbilang Rp5,787 triliun. Selain itu, ekspor ke pihak ketiga menyusut 9,8% menjadi Rp1,551 triliun.
BACA JUGA:Penjualan Fajar Surya (FASW) Naik 16,2% Jadi Rp6,3 Triliun di Semester I-2022

Namun beban pokok penjualan membengkak 4,9% menjadi Rp7,777 triliun. Dampaknya, laba kotor melorot 16,08% menjadi Rp1,049 triliun. Kinerja perseroan kian tertekan dengan pembengkakan kerugian selisih nilai tukar rupiah sedalam 238% menjadi Rp149,91 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajak penghasilan menyusut 29,3% menjadi Rp462,43 miliar.
Sementara itu, kewajiban berkurang 1,04% dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp8,123 triliun. Sedangkan ekuitas meningkat 1,2% menjadi Rp5,156 triliun. Sehingga aset menyusut 0,16% menjadi Rp13,28 triliun. Per 30 September 2022, total aset FASW tercatat sebesar Rp13,28 triliun, dengan total ekuitas perusahaan Rp5,15 triliun dan jumlah liabilitas mencapai Rp8,12 triliun.
BACA JUGA:Dear Investor, Fajar Surya Wisesa Tebar Dividen Rp294 Miliar

Tahun lalu, perseroan berhasil mencetak lonjakan laba tahun berjalan sebanyak 74,06% menjadi Rp614,92 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2020 senilai Rp353,29 miliar. Pertumbuhan laba 2021 sejalan didukung pertumbuhan penjualan sebanyak 51,01% menjadi Rp11,93 triliun sampai akhi 2021, dibandingkan tahun 2020 senilai Rp7,90 triliun.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Segmen penjualan kepada pihak bukan berelasi menjadi penyumbang utama  pendapatan, yakni sebanyak Rp10,16 triliun yang terdiri atas penjualan  dalam negeri sebesar Rp7,79 triliun dan penjualan ekspor Rp2,36 triliun.  Disusul dengan penjualan dari pihak berelasi, yakni Rp1,78 triliun.  Keuntungan juga didukung keberhasilan perseroan menekan retur dan  potongan penjualan hingga 40,51% menjadi Rp8,56 miliar pada segmen pihak  berelasi.
Beban pokok penjualan naik 54,80% menjadi Rp10,31 triliun dari  sebelumnya Rp6.67 triliun. Kontribusi paling besar pada beban penjualan  yakni oleh pengeluaran untuk pembelian bahan baku. Adapun beban  penjualan juga tercatat meningkat 36,19% menjadi Rp387,21 miliar dari  Rp284,31 miliar. Kontribusi paling besar pada naiknya beban penjualan  disumbang oleh biaya pengangkutan selama 2021. Pada segmen pendapatan  keuangan, FASW hanya mendapatkan Rp2.37 miliar dari sebelumnya Rp6,75  miliar.
Meski demikian, perseroan mampu menekan beban umum administrasi dan  juga beban keuangan yang menurun masing-masing 4,29% dan 34,96%.  Kerugian dari selisih kurs bersih juga menurun menjadi Rp35,17 miliar  dari sebelumnya menanggung rugi hingga Rp110,66 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
