<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Targetkan 70 Efek Baru Tercatat di 2023, Ini Cara BEI</title><description>BEI menargetkan sebanyak 70 efek baru dapat tercatat di bursa pada 2023 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694859/targetkan-70-efek-baru-tercatat-di-2023-ini-cara-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694859/targetkan-70-efek-baru-tercatat-di-2023-ini-cara-bei"/><item><title>Targetkan 70 Efek Baru Tercatat di 2023, Ini Cara BEI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694859/targetkan-70-efek-baru-tercatat-di-2023-ini-cara-bei</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/278/2694859/targetkan-70-efek-baru-tercatat-di-2023-ini-cara-bei</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/278/2694859/targetkan-70-efek-baru-tercatat-di-2023-ini-cara-bei-DiyNG02q0x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/278/2694859/targetkan-70-efek-baru-tercatat-di-2023-ini-cara-bei-DiyNG02q0x.jpg</image><title>BEI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak 70 efek baru dapat tercatat di bursa pada 2023 mendatang. Adapun, efek baru tersebut terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), serta Efek Beragun Aset (EBA).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa, BEI optimistis target tersebut dapat tercapai. Pasalnya, per Oktober tahun ini sebanyak 44 perusahaan telah melantai di bursa, kemudian 1 ETF dan 8 obligasi korporasi baru tercatat.
BACA JUGA:BEI Angkat Direktur Mirae Asset Jadi Komisaris

&amp;ldquo;Jadi pencapaian kami saat ini relatif sudah hampir 75%,&amp;rdquo; kata Nyoman dalam konferensi pers, Rabu (26/10/2022).
Terkait perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), saat ini terdapat 45 perusahaan berada dalam pipeline IPO, dengan 11 perusahaan di antaranya telah mendapatkan izin publikasi atau pre-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan 4 perusahaan lainnya telah mendapat izin prinsip dari regulator.
BACA JUGA:MNC Sekuritas Resmikan Galeri Investasi Syariah BEI Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak

&amp;ldquo;Setelah itu, perusahaan lainnya akan berusaha mengejar untuk tahun ini, atau dapat dilakukan proses untuk tahun berikutnya,&amp;rdquo; ungkap dia.Untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat, BEI berkolaborasi dengan OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan edukasi pasar modal terpadu. Mayoritas kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan secara virtual melalui media online. BEI juga akan terus menerus secara aktif menarik perusahaan tercatat baru dari sektor New Economy, Start-Up, dan Renewable Energy.
&amp;ldquo;Tujuannya, tentu kami ingin berada dekat dengan mereka untuk tahu apa yang bisa kami bantu, guna mempercepat akselerasi mereka masuk ke pasar modal,&amp;rdquo; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak 70 efek baru dapat tercatat di bursa pada 2023 mendatang. Adapun, efek baru tersebut terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), serta Efek Beragun Aset (EBA).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa, BEI optimistis target tersebut dapat tercapai. Pasalnya, per Oktober tahun ini sebanyak 44 perusahaan telah melantai di bursa, kemudian 1 ETF dan 8 obligasi korporasi baru tercatat.
BACA JUGA:BEI Angkat Direktur Mirae Asset Jadi Komisaris

&amp;ldquo;Jadi pencapaian kami saat ini relatif sudah hampir 75%,&amp;rdquo; kata Nyoman dalam konferensi pers, Rabu (26/10/2022).
Terkait perusahaan yang akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), saat ini terdapat 45 perusahaan berada dalam pipeline IPO, dengan 11 perusahaan di antaranya telah mendapatkan izin publikasi atau pre-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan 4 perusahaan lainnya telah mendapat izin prinsip dari regulator.
BACA JUGA:MNC Sekuritas Resmikan Galeri Investasi Syariah BEI Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak

&amp;ldquo;Setelah itu, perusahaan lainnya akan berusaha mengejar untuk tahun ini, atau dapat dilakukan proses untuk tahun berikutnya,&amp;rdquo; ungkap dia.Untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat, BEI berkolaborasi dengan OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Efek Indonesia (KSEI) dalam melakukan edukasi pasar modal terpadu. Mayoritas kegiatan tersebut sudah rutin dilaksanakan secara virtual melalui media online. BEI juga akan terus menerus secara aktif menarik perusahaan tercatat baru dari sektor New Economy, Start-Up, dan Renewable Energy.
&amp;ldquo;Tujuannya, tentu kami ingin berada dekat dengan mereka untuk tahu apa yang bisa kami bantu, guna mempercepat akselerasi mereka masuk ke pasar modal,&amp;rdquo; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
