<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Target Produksi Udang 2 Juta Ton, Menko Luhut: Bukan Hal Mudah</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan optimis bahwa target capaian produksi perikanan khususnya udang sebanyak 2 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2694821/kejar-target-produksi-udang-2-juta-ton-menko-luhut-bukan-hal-mudah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2694821/kejar-target-produksi-udang-2-juta-ton-menko-luhut-bukan-hal-mudah"/><item><title>Kejar Target Produksi Udang 2 Juta Ton, Menko Luhut: Bukan Hal Mudah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2694821/kejar-target-produksi-udang-2-juta-ton-menko-luhut-bukan-hal-mudah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2694821/kejar-target-produksi-udang-2-juta-ton-menko-luhut-bukan-hal-mudah</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/320/2694821/kejar-target-produksi-udang-2-juta-ton-menko-luhut-bukan-hal-mudah-bYUovOQfzH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/320/2694821/kejar-target-produksi-udang-2-juta-ton-menko-luhut-bukan-hal-mudah-bYUovOQfzH.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan optimis bahwa target capaian produksi perikanan khususnya udang sebanyak 2 juta ton dengan peningkatan nilai ekspor sampai 250% dapat tercapai pada 2024.
Meskipun saat ini Indonesia baru mencapai market share sebesar 10% dari sekitar USD25 miliar pasar udang dunia.
BACA JUGA:Dapat Kabar Buruk dari Perang Rusia-Ukraina, Menko Luhut Minta Masyarakat Siaga

&quot;Upaya ini sudah barang tentu bukan hal mudah tapi tidak berarti tidak mungkin,&quot; katanya dalam acara yang dipantau secara virtual, Rabu (26/10/2022).
Luhut mengatakan, komoditas Udang menjadi bagian terbesar dari komposisi ekspor perikanan nasional dengan nilai USD 2,2 milliar pada tahun 2021.
Oleh sebab itu dirinya menekankan bahwa komoditas strategis perikanan terkhusus udang perlu mendapatkan dukungan bersama terkait pengembangannya, dunia usahanya dan investasinya.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Memanas, Luhut: Kita Harus Siap untuk Kondisi Terburuk

Di mana saat ini persaingan dengan berbagai negara produsen Udang di dunia, seperti Ekuador, Thailand, Vietnam, India mengharuskan Indonesia berpikir lebih kreatif-inovatif dan bertindak lebih cepat, antisipasi lebih sigap dengan mengembangkan integrasi hulu hilir industri Udang yang lebih efisien dan berdaya saing.Adapun untuk hulunisasinya bisa dilakukan dengan pengembangan kapasitas, kualitas dan produktivitas usaha hatchery dan tambak.
Sedangkan untuk hilirisasi dengan pengembangan produk olahan bernilai tambah, diversifikasi produk perikanan untuk bisa masuk ke pasar-pasar regional dan global secara kompetitif, penetrasi ke pasar-pasar baru yang potensial, mengingat kebutuhan pangan berbasis laut (blue food) saat ini semakin meningkat.
&quot;Kita harus melakukan perbaikan sistem produksi di hulu, kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur produksi, irigasi dan sistem logistik perikanan yang efisien, skema perkreditan yang mudah dan murah, tata kelola (good governance) yang transparan dan akuntabel serta inovasi teknologi dan manajemen, didukung afirmasi kebijakan dan regulasi di pusat dan daerah,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan optimis bahwa target capaian produksi perikanan khususnya udang sebanyak 2 juta ton dengan peningkatan nilai ekspor sampai 250% dapat tercapai pada 2024.
Meskipun saat ini Indonesia baru mencapai market share sebesar 10% dari sekitar USD25 miliar pasar udang dunia.
BACA JUGA:Dapat Kabar Buruk dari Perang Rusia-Ukraina, Menko Luhut Minta Masyarakat Siaga

&quot;Upaya ini sudah barang tentu bukan hal mudah tapi tidak berarti tidak mungkin,&quot; katanya dalam acara yang dipantau secara virtual, Rabu (26/10/2022).
Luhut mengatakan, komoditas Udang menjadi bagian terbesar dari komposisi ekspor perikanan nasional dengan nilai USD 2,2 milliar pada tahun 2021.
Oleh sebab itu dirinya menekankan bahwa komoditas strategis perikanan terkhusus udang perlu mendapatkan dukungan bersama terkait pengembangannya, dunia usahanya dan investasinya.
BACA JUGA:Perang Rusia-Ukraina Memanas, Luhut: Kita Harus Siap untuk Kondisi Terburuk

Di mana saat ini persaingan dengan berbagai negara produsen Udang di dunia, seperti Ekuador, Thailand, Vietnam, India mengharuskan Indonesia berpikir lebih kreatif-inovatif dan bertindak lebih cepat, antisipasi lebih sigap dengan mengembangkan integrasi hulu hilir industri Udang yang lebih efisien dan berdaya saing.Adapun untuk hulunisasinya bisa dilakukan dengan pengembangan kapasitas, kualitas dan produktivitas usaha hatchery dan tambak.
Sedangkan untuk hilirisasi dengan pengembangan produk olahan bernilai tambah, diversifikasi produk perikanan untuk bisa masuk ke pasar-pasar regional dan global secara kompetitif, penetrasi ke pasar-pasar baru yang potensial, mengingat kebutuhan pangan berbasis laut (blue food) saat ini semakin meningkat.
&quot;Kita harus melakukan perbaikan sistem produksi di hulu, kemudahan perizinan, dukungan infrastruktur produksi, irigasi dan sistem logistik perikanan yang efisien, skema perkreditan yang mudah dan murah, tata kelola (good governance) yang transparan dan akuntabel serta inovasi teknologi dan manajemen, didukung afirmasi kebijakan dan regulasi di pusat dan daerah,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
