<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita soal Keuangan Negara, Sri Mulyani Ingatkan Hal yang Perlu Diperbaiki Ditjen Perbendaharaan</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan beberapa  hal yang perlu diperbaiki oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2695141/cerita-soal-keuangan-negara-sri-mulyani-ingatkan-hal-yang-perlu-diperbaiki-ditjen-perbendaharaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2695141/cerita-soal-keuangan-negara-sri-mulyani-ingatkan-hal-yang-perlu-diperbaiki-ditjen-perbendaharaan"/><item><title>Cerita soal Keuangan Negara, Sri Mulyani Ingatkan Hal yang Perlu Diperbaiki Ditjen Perbendaharaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2695141/cerita-soal-keuangan-negara-sri-mulyani-ingatkan-hal-yang-perlu-diperbaiki-ditjen-perbendaharaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/320/2695141/cerita-soal-keuangan-negara-sri-mulyani-ingatkan-hal-yang-perlu-diperbaiki-ditjen-perbendaharaan</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 18:40 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/320/2695141/cerita-soal-keuangan-negara-sri-mulyani-ingatkan-hal-yang-perlu-diperbaiki-ditjen-perbendaharaan-O10U3wJYWt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani minta perbaikan di DJPb (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/320/2695141/cerita-soal-keuangan-negara-sri-mulyani-ingatkan-hal-yang-perlu-diperbaiki-ditjen-perbendaharaan-O10U3wJYWt.jpg</image><title>Sri Mulyani minta perbaikan di DJPb (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Dia menyampaikan kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk selalu berkomitmen memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, memiliki prestasi yang baik, dan menjadikan organisasi Kementerian Keuangan menjadi lebih baik.
Dia bercerita tentang perjalanan keuangan negara dan sejarah dari transformasi dan reformasi yang dilakukan oleh DJPb melalui pembentukan Undang-Undang (UU) perbendaharaan Nomor 1 tahun 2004 dan UU nomor 17 tahun 2003.
BACA JUGA:Sri Mulyani Prediksi 60 Negara Terancam Masuk Jurang Krisis Utang

&amp;ldquo;Itu adalah karya dari legislasi yang mengubah cara kita mengelola keuangan negara secara fundamental. Itu adalah bukan milestone yang biasa-biasa saja. Inilah yang mengubah Kementerian Keuangan terutama Direktorat Jenderal perbendaharaan sebagai treasurer dari Republik Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Sri dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DJPB tahun 2022 di Jakarta, Rabu (26/10/2022).
Dia lanjut menyebutkan, bahwa sudah banyak prestasi yang telah diukir oleh DJPb selama kurun waktu sejak dibentuknya UU tersebut, di antaranya dengan meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), jumlah Badan Layanan Umum (BLU) yang terus meningkat, membuat berbagai instrumen inovasi sistem pengelolaan keuangan negara, serta respons yang cepat dalam menghadapi guncangan ekonomi baik di dalam negeri hingga global.
BACA JUGA:Antisipasi Inflasi, Sri Mulyani Beri Pesan Khusus ke PLN

&amp;ldquo;Itu adalah bagian dari peta keuangan negara akan terus-menerus dihadapkan pada berbagai guncangan-guncangan yang tidak mudah. Ini adalah prestasi dan kinerja Anda. Dalam kurun waktu 18 tahun meskipun dengan berbagai guncangan, Anda terus reform dan improve bahkan berinovasi,&amp;rdquo; lanjutnya.
Selain itu, kualitas dari pengelolaan keuangan negara juga terus mengalami perbaikan dengan penggunaan digital teknologi yang semakin berkembang, baik dari sisi pelayanan, bisnis proses, hingga data analytic. Namun dikatakan Sri, meskipun memiliki banyak prestasi juga masih terdapat banyak hal yang perlu untuk terus diperbaiki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTE2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Jadi itu adalah sebuah evolusi reform yang anda lakukan sebagai  treasurer yang mengelola dan mengamankan keuangan negara. Namun Cash  management dan How you perform sebagai Treasurer Treasury manajemen  menurut saya masih perlu untuk terus diperbaiki,&amp;rdquo; ujar Sri.
Dengan begitu dia berharap, agar ke depan DJPb dapat secara  profesional membawa instrumen fiskal negara mencapai milestone terakhir,  yaitu mencapai dampak dan tujuan-tujuan pembangunan, memperbaiki  kinerja ekonomi dan kesejahteraan rakyat, hingga tercapai pemerataan.
&amp;ldquo;Meskipun begitu banyak prestasi inovasi yang telah anda buat kita  masih belum mencapai apa yang ingin kita capai,  yaitu cita-cita  ambisius untuk membuat keuangan negara betul-betul bekerja berfungsi  secara amanah dengan membuat fungsi stabilisasi, alokasi, distribusi dan  tetap sustainable, serta Akuntabel, berintegritas, dan dapat dipercaya&amp;rdquo;  tandasnya.
Sri juga meminta, agar seluruh jajaran tidak pernah lelah untuk  belajar dan terus meningkatkan kapasitas organisasi dan para pegawainya,  bahkan bila harus belajar hingga ke seluruh dunia.
&amp;ldquo;Cari tahu seluruh dunia enggak cuma di seluruh Indonesia, tapi  seluruh dunia. Lihat semua negara di dunia, mana praktek treasurer yang  paling baik di dunia. Pelajari, kuasai, terapkan,&amp;rdquo; pintanya.
Terakhir, Sri juga menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh jajaran  DJPb dan Kementerian Keuangan secara luas atas kerja kerasnya dalam  menjalankan tugas perbendaharaan meskipun dihadapkan pada risiko yang  tidak mudah akibat pandemi, serta dapat tetap menjaga lima nilai  Kementerian Keuangan.
&amp;ldquo;Integritas, profesionalisme, sinergi, supaya Anda semuanya bisa  melayani menuju kesempurnaan. Jadi lima value kementerian keuangan  jangan dilupakan,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Dia menyampaikan kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk selalu berkomitmen memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, memiliki prestasi yang baik, dan menjadikan organisasi Kementerian Keuangan menjadi lebih baik.
Dia bercerita tentang perjalanan keuangan negara dan sejarah dari transformasi dan reformasi yang dilakukan oleh DJPb melalui pembentukan Undang-Undang (UU) perbendaharaan Nomor 1 tahun 2004 dan UU nomor 17 tahun 2003.
BACA JUGA:Sri Mulyani Prediksi 60 Negara Terancam Masuk Jurang Krisis Utang

&amp;ldquo;Itu adalah karya dari legislasi yang mengubah cara kita mengelola keuangan negara secara fundamental. Itu adalah bukan milestone yang biasa-biasa saja. Inilah yang mengubah Kementerian Keuangan terutama Direktorat Jenderal perbendaharaan sebagai treasurer dari Republik Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Sri dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DJPB tahun 2022 di Jakarta, Rabu (26/10/2022).
Dia lanjut menyebutkan, bahwa sudah banyak prestasi yang telah diukir oleh DJPb selama kurun waktu sejak dibentuknya UU tersebut, di antaranya dengan meraih status wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), jumlah Badan Layanan Umum (BLU) yang terus meningkat, membuat berbagai instrumen inovasi sistem pengelolaan keuangan negara, serta respons yang cepat dalam menghadapi guncangan ekonomi baik di dalam negeri hingga global.
BACA JUGA:Antisipasi Inflasi, Sri Mulyani Beri Pesan Khusus ke PLN

&amp;ldquo;Itu adalah bagian dari peta keuangan negara akan terus-menerus dihadapkan pada berbagai guncangan-guncangan yang tidak mudah. Ini adalah prestasi dan kinerja Anda. Dalam kurun waktu 18 tahun meskipun dengan berbagai guncangan, Anda terus reform dan improve bahkan berinovasi,&amp;rdquo; lanjutnya.
Selain itu, kualitas dari pengelolaan keuangan negara juga terus mengalami perbaikan dengan penggunaan digital teknologi yang semakin berkembang, baik dari sisi pelayanan, bisnis proses, hingga data analytic. Namun dikatakan Sri, meskipun memiliki banyak prestasi juga masih terdapat banyak hal yang perlu untuk terus diperbaiki.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC80LzE1NTE2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;ldquo;Jadi itu adalah sebuah evolusi reform yang anda lakukan sebagai  treasurer yang mengelola dan mengamankan keuangan negara. Namun Cash  management dan How you perform sebagai Treasurer Treasury manajemen  menurut saya masih perlu untuk terus diperbaiki,&amp;rdquo; ujar Sri.
Dengan begitu dia berharap, agar ke depan DJPb dapat secara  profesional membawa instrumen fiskal negara mencapai milestone terakhir,  yaitu mencapai dampak dan tujuan-tujuan pembangunan, memperbaiki  kinerja ekonomi dan kesejahteraan rakyat, hingga tercapai pemerataan.
&amp;ldquo;Meskipun begitu banyak prestasi inovasi yang telah anda buat kita  masih belum mencapai apa yang ingin kita capai,  yaitu cita-cita  ambisius untuk membuat keuangan negara betul-betul bekerja berfungsi  secara amanah dengan membuat fungsi stabilisasi, alokasi, distribusi dan  tetap sustainable, serta Akuntabel, berintegritas, dan dapat dipercaya&amp;rdquo;  tandasnya.
Sri juga meminta, agar seluruh jajaran tidak pernah lelah untuk  belajar dan terus meningkatkan kapasitas organisasi dan para pegawainya,  bahkan bila harus belajar hingga ke seluruh dunia.
&amp;ldquo;Cari tahu seluruh dunia enggak cuma di seluruh Indonesia, tapi  seluruh dunia. Lihat semua negara di dunia, mana praktek treasurer yang  paling baik di dunia. Pelajari, kuasai, terapkan,&amp;rdquo; pintanya.
Terakhir, Sri juga menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh jajaran  DJPb dan Kementerian Keuangan secara luas atas kerja kerasnya dalam  menjalankan tugas perbendaharaan meskipun dihadapkan pada risiko yang  tidak mudah akibat pandemi, serta dapat tetap menjaga lima nilai  Kementerian Keuangan.
&amp;ldquo;Integritas, profesionalisme, sinergi, supaya Anda semuanya bisa  melayani menuju kesempurnaan. Jadi lima value kementerian keuangan  jangan dilupakan,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
