<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ekspor Lintah ke Malaysia dan Filipina</title><description>Indonesia ekspor lintah hidup ke Malaysia dan Singapura. Ribuan lintah hidup ini diekspor dari Provinsi Bengkulu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/455/2695028/ri-ekspor-lintah-ke-malaysia-dan-filipina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/455/2695028/ri-ekspor-lintah-ke-malaysia-dan-filipina"/><item><title>RI Ekspor Lintah ke Malaysia dan Filipina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/455/2695028/ri-ekspor-lintah-ke-malaysia-dan-filipina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/26/455/2695028/ri-ekspor-lintah-ke-malaysia-dan-filipina</guid><pubDate>Rabu 26 Oktober 2022 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/26/455/2695028/ri-ekspor-lintah-ke-malaysia-dan-filipina-3BSBp5ZbIz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI ekspor lintah ke Malaysia dan Filipina (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/26/455/2695028/ri-ekspor-lintah-ke-malaysia-dan-filipina-3BSBp5ZbIz.jpg</image><title>RI ekspor lintah ke Malaysia dan Filipina (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia ekspor lintah hidup ke Malaysia dan Singapura. Ribuan lintah hidup ini diekspor dari Provinsi Bengkulu.
&quot;Provinsi Bengkulu merupakan wilayah pertama di Indonesia yang melakukan ekspor lintah,&quot; kata Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BPKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Pamuji Lestari dilansir dari Antara, Rabu (26/10/2022).
BACA JUGA:Ekspor Perdana, Ikan Hias Asal Kupang Dikirim ke Timor Leste

Dari 6.000 lintah hidup yang diekspor, sebanyak 5.000 dikirim ke pasar Malaysia dan 1.000 ekor lintah dikirim ke Filipina. Dia menyebutkan bahwa lintah hidup merupakan komoditas yang banyak dicari di negara ASEAN, sebab dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengobatan alternatif untuk mengatasi hipertensi, diabetes, mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kesehatan kulit.
BACA JUGA:RI Ekspor Ubur-Ubur ke Malaysia, Nilainya Rp5,9 Miliar

Oleh karena itu, pihaknya mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sultan Lintah Indonesia untuk melakukan ekspor mandiri komoditas lintah hasil budidayanya.
Dengan adanya kegiatan ekspor ini dapat mendorong UMKM komoditas lain di Provinsi Bengkulu untuk melakukan ekspor produk ke luar negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk jenis lintah hidup yang diekspor Bengkulu merupakan jenis  Hirudo Mannilensis yang dapat digunakan untuk pengobatan dan bahan baku  kosmetik.
Salah satu budidaya lintah di Bengkulu Pendi menjelaskan bahwa  komoditas lintah memiliki peluang besar di pasar ekspor meskipun lintah  dianggap hama oleh masyarakat.
&quot;Saya senang adanya kegiatan ekspor ini meskipun banyak masyarakat yang beranggapan bahwa lintah merupakan hama,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Provinsi Bengkulu telah melakukan ekspor lintah sebanyak  1.000 ekor lintah ke Malaysia yang digunakan sebagai salah satu  pengobatan.
Diketahui, pelepasan ekspor perdana tersebut juga merupakan hasil  sinergi dan kolaborasi BKIPM didukung Pemprov Bengkulu, Angkasa Pura II,  Garuda Indonesia, dan Bea Cukai Bengkulu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia ekspor lintah hidup ke Malaysia dan Singapura. Ribuan lintah hidup ini diekspor dari Provinsi Bengkulu.
&quot;Provinsi Bengkulu merupakan wilayah pertama di Indonesia yang melakukan ekspor lintah,&quot; kata Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BPKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Pamuji Lestari dilansir dari Antara, Rabu (26/10/2022).
BACA JUGA:Ekspor Perdana, Ikan Hias Asal Kupang Dikirim ke Timor Leste

Dari 6.000 lintah hidup yang diekspor, sebanyak 5.000 dikirim ke pasar Malaysia dan 1.000 ekor lintah dikirim ke Filipina. Dia menyebutkan bahwa lintah hidup merupakan komoditas yang banyak dicari di negara ASEAN, sebab dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengobatan alternatif untuk mengatasi hipertensi, diabetes, mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kesehatan kulit.
BACA JUGA:RI Ekspor Ubur-Ubur ke Malaysia, Nilainya Rp5,9 Miliar

Oleh karena itu, pihaknya mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sultan Lintah Indonesia untuk melakukan ekspor mandiri komoditas lintah hasil budidayanya.
Dengan adanya kegiatan ekspor ini dapat mendorong UMKM komoditas lain di Provinsi Bengkulu untuk melakukan ekspor produk ke luar negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk jenis lintah hidup yang diekspor Bengkulu merupakan jenis  Hirudo Mannilensis yang dapat digunakan untuk pengobatan dan bahan baku  kosmetik.
Salah satu budidaya lintah di Bengkulu Pendi menjelaskan bahwa  komoditas lintah memiliki peluang besar di pasar ekspor meskipun lintah  dianggap hama oleh masyarakat.
&quot;Saya senang adanya kegiatan ekspor ini meskipun banyak masyarakat yang beranggapan bahwa lintah merupakan hama,&quot; ujarnya.
Sebelumnya, Provinsi Bengkulu telah melakukan ekspor lintah sebanyak  1.000 ekor lintah ke Malaysia yang digunakan sebagai salah satu  pengobatan.
Diketahui, pelepasan ekspor perdana tersebut juga merupakan hasil  sinergi dan kolaborasi BKIPM didukung Pemprov Bengkulu, Angkasa Pura II,  Garuda Indonesia, dan Bea Cukai Bengkulu.</content:encoded></item></channel></rss>
