<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Permintaan Naik, Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi dalam 2 Pekan</title><description>Harga minyak dunia naik menembus level tertingginya dalam dua pekan terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695475/permintaan-naik-harga-minyak-dunia-tembus-level-tertinggi-dalam-2-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695475/permintaan-naik-harga-minyak-dunia-tembus-level-tertinggi-dalam-2-pekan"/><item><title>Permintaan Naik, Harga Minyak Dunia Tembus Level Tertinggi dalam 2 Pekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695475/permintaan-naik-harga-minyak-dunia-tembus-level-tertinggi-dalam-2-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695475/permintaan-naik-harga-minyak-dunia-tembus-level-tertinggi-dalam-2-pekan</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2022 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/27/320/2695475/permintaan-naik-harga-minyak-dunia-tembus-level-tertinggi-dalam-2-pekan-IACguMa6KQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/27/320/2695475/permintaan-naik-harga-minyak-dunia-tembus-level-tertinggi-dalam-2-pekan-IACguMa6KQ.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik menembus level tertingginya dalam dua pekan terakhir. Harga minyak dunia terdongkrak tingginya permintaan di tengah tren kenaikan suku bunga yang diramal dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Data perdagangan hingga pukul 10:31 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Januari 2023 menguat 0,29% di USD94,06 per barel.
BACA JUGA:Harga Pertalite Bisa Turun jika Minyak Dunia USD70/Barel

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari naik 0,31% sebesar USD86,95 per barel.
Satu hal lain yang turut menguntungkan harga adalah penurunan dolar ke level terendah lebih dari satu bulan pada Kamis (27/10), akibat ekspektasi perlambatan ekonomi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Jelang Sanksi Eropa ke Rusia

Lebih jauh, harga minyak naik tajam juga didorong oleh rencana Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Sekutu (OPEC+) yang akan memangkas produksi 2 juta barel, yang notabene pengurangan pasokan terbesar sejak pandemi COVID-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNS8xLzE1NDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melansir Investing.com, Kamis (27/10/2022), pasokan minyak  diperkirakan masih cukup ketat ke depan menjelang kebijakan Uni Eropa  yang akan mengembargo produk minyak dan gas Rusia,
Kendati demikian, Amerika Serikat (AS) sebelumnya menyatakan akan  mengimbangi pengetatan ini dengan melepaskan lebih banyak cadangan  minyak. Gedung Putih merilis sekitar 3,4 juta barel minyak mentah dari  SPR pekan lalu, yang membuat stok mereka berada di level terendah sejak  1984.
Permintaan minyak di importir terbesar dunia, China, juga  diperkirakan akan tetap lemah dalam beberapa bulan mendatang, mengingat  negara tersebut tidak memiliki rencana untuk mengurangi kebijakan ketat  nol-COVID.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik menembus level tertingginya dalam dua pekan terakhir. Harga minyak dunia terdongkrak tingginya permintaan di tengah tren kenaikan suku bunga yang diramal dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Data perdagangan hingga pukul 10:31 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Januari 2023 menguat 0,29% di USD94,06 per barel.
BACA JUGA:Harga Pertalite Bisa Turun jika Minyak Dunia USD70/Barel

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari naik 0,31% sebesar USD86,95 per barel.
Satu hal lain yang turut menguntungkan harga adalah penurunan dolar ke level terendah lebih dari satu bulan pada Kamis (27/10), akibat ekspektasi perlambatan ekonomi.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Jelang Sanksi Eropa ke Rusia

Lebih jauh, harga minyak naik tajam juga didorong oleh rencana Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan Sekutu (OPEC+) yang akan memangkas produksi 2 juta barel, yang notabene pengurangan pasokan terbesar sejak pandemi COVID-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xNS8xLzE1NDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Melansir Investing.com, Kamis (27/10/2022), pasokan minyak  diperkirakan masih cukup ketat ke depan menjelang kebijakan Uni Eropa  yang akan mengembargo produk minyak dan gas Rusia,
Kendati demikian, Amerika Serikat (AS) sebelumnya menyatakan akan  mengimbangi pengetatan ini dengan melepaskan lebih banyak cadangan  minyak. Gedung Putih merilis sekitar 3,4 juta barel minyak mentah dari  SPR pekan lalu, yang membuat stok mereka berada di level terendah sejak  1984.
Permintaan minyak di importir terbesar dunia, China, juga  diperkirakan akan tetap lemah dalam beberapa bulan mendatang, mengingat  negara tersebut tidak memiliki rencana untuk mengurangi kebijakan ketat  nol-COVID.</content:encoded></item></channel></rss>
