<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PBB: Bodoh jika Dunia Masih Bergantung Bahan Bakar Fosil</title><description>Bodoh jika dunia terus bergantung pada bahan bakar fosil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695507/pbb-bodoh-jika-dunia-masih-bergantung-bahan-bakar-fosil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695507/pbb-bodoh-jika-dunia-masih-bergantung-bahan-bakar-fosil"/><item><title>PBB: Bodoh jika Dunia Masih Bergantung Bahan Bakar Fosil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695507/pbb-bodoh-jika-dunia-masih-bergantung-bahan-bakar-fosil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695507/pbb-bodoh-jika-dunia-masih-bergantung-bahan-bakar-fosil</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2022 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/27/320/2695507/pbb-bodoh-jika-dunia-masih-bergantung-bahan-bakar-fosil-biBDKHh4SN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PBB: Bodoh jika Dunia Masih Bergantung pada Bahan Bakar Fosil</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/27/320/2695507/pbb-bodoh-jika-dunia-masih-bergantung-bahan-bakar-fosil-biBDKHh4SN.jpg</image><title>PBB: Bodoh jika Dunia Masih Bergantung pada Bahan Bakar Fosil</title></images><description>JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, bodoh jika dunia terus bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini karena memicu kondisi darurat iklim yang sekarang sedang terjadi.

&amp;ldquo;Jika dunia, terutama Eropa, selama dua dekade terakhir telah berinvestasi besar-besaran pada energi terbarukan, kita tidak akan menghadapi krisis energi yang kita hadapi saat ini,&amp;rdquo; kata Guterres seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Kamis (27/10/2022).

&amp;ldquo;Dan harga minyak dan gas pun tidak akan setinggi sekarang,&amp;rdquo; tambahnya saat menjawab pertanyaan mengenai perang di Ukraina dan konsekuensinya terhadap produksi bahan bakar fosil.

&amp;ldquo;Karena kita tidak cukup berinvestasi pada energi terbarukan, kini kita yang merasakan akibatnya,&amp;rdquo; kata Guterres.
BACA JUGA:Atasi Perubahan Iklim, RI-Inggris Tandatangani Kerja Sama&amp;nbsp;
Dia melanjutkan, hal paling bodoh adalah bertaruh pada apa yang telah menyebabkan dunia mengalami bencana ini

Menjelang pembukaan KTT Iklim PBB bulan depan di Mesir, pemimpin PBB itu mendesak negara-negara untuk berbuat lebih banyak demi memerangi pemanasan global.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (26/10), PBB mengatakan bahwa komitmen iklim dunia saat ini masih jauh dari target untuk membatasi kenaikan suhu bumi hingga sebesar 1,5 derajat Celcius.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Komitmen itu akan membawa bumi yang kini sudah diamuk gelombang panas, banjir dan badai yang meningkat ke bencana pemanasan global yang menghancurkan.

Komitmen gabungan saat ini dari hampir 200 negara akan membawa suhu bumi naik 2,5 derajat Celcius pada akhir abad ini bila dibandingkan suhu bumi pada tingkat pra-industri, demikian bunyi laporan tersebut.

&quot;1,5 derajat itu masih mungkin dicapai. Tapi kita sudah hampir kehilangan harapan itu,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, bodoh jika dunia terus bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini karena memicu kondisi darurat iklim yang sekarang sedang terjadi.

&amp;ldquo;Jika dunia, terutama Eropa, selama dua dekade terakhir telah berinvestasi besar-besaran pada energi terbarukan, kita tidak akan menghadapi krisis energi yang kita hadapi saat ini,&amp;rdquo; kata Guterres seperti dilansir VOA Indonesia, Jakarta, Kamis (27/10/2022).

&amp;ldquo;Dan harga minyak dan gas pun tidak akan setinggi sekarang,&amp;rdquo; tambahnya saat menjawab pertanyaan mengenai perang di Ukraina dan konsekuensinya terhadap produksi bahan bakar fosil.

&amp;ldquo;Karena kita tidak cukup berinvestasi pada energi terbarukan, kini kita yang merasakan akibatnya,&amp;rdquo; kata Guterres.
BACA JUGA:Atasi Perubahan Iklim, RI-Inggris Tandatangani Kerja Sama&amp;nbsp;
Dia melanjutkan, hal paling bodoh adalah bertaruh pada apa yang telah menyebabkan dunia mengalami bencana ini

Menjelang pembukaan KTT Iklim PBB bulan depan di Mesir, pemimpin PBB itu mendesak negara-negara untuk berbuat lebih banyak demi memerangi pemanasan global.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (26/10), PBB mengatakan bahwa komitmen iklim dunia saat ini masih jauh dari target untuk membatasi kenaikan suhu bumi hingga sebesar 1,5 derajat Celcius.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS80LzE1NTM3NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Komitmen itu akan membawa bumi yang kini sudah diamuk gelombang panas, banjir dan badai yang meningkat ke bencana pemanasan global yang menghancurkan.

Komitmen gabungan saat ini dari hampir 200 negara akan membawa suhu bumi naik 2,5 derajat Celcius pada akhir abad ini bila dibandingkan suhu bumi pada tingkat pra-industri, demikian bunyi laporan tersebut.

&quot;1,5 derajat itu masih mungkin dicapai. Tapi kita sudah hampir kehilangan harapan itu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
