<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Petani Tembakau: Kami Berkontribusi ke Negara, Harusnya Pemerintah Beri Dukungan</title><description>Petani tembakau meminta pemerintah mendukung pemulihan industri ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695597/petani-tembakau-kami-berkontribusi-ke-negara-harusnya-pemerintah-beri-dukungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695597/petani-tembakau-kami-berkontribusi-ke-negara-harusnya-pemerintah-beri-dukungan"/><item><title>Petani Tembakau: Kami Berkontribusi ke Negara, Harusnya Pemerintah Beri Dukungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695597/petani-tembakau-kami-berkontribusi-ke-negara-harusnya-pemerintah-beri-dukungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/27/320/2695597/petani-tembakau-kami-berkontribusi-ke-negara-harusnya-pemerintah-beri-dukungan</guid><pubDate>Kamis 27 Oktober 2022 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/27/320/2695597/petani-tembakau-kami-berkontribusi-ke-negara-harusnya-pemerintah-beri-dukungan-pbd6kbg23V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani tembakau minta dukungan pemerintah (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/27/320/2695597/petani-tembakau-kami-berkontribusi-ke-negara-harusnya-pemerintah-beri-dukungan-pbd6kbg23V.jpg</image><title>Petani tembakau minta dukungan pemerintah (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Petani tembakau meminta pemerintah mendukung pemulihan industri ini. Sekjen Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia AMTI Hananto Wibisono mengatakan, ruang untuk industri tembakau makin sempit dengan adanya regulasi-regulasi yang ada.
Pada hal penerimaan cukai hasil tembakau tembakau setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2019 hingga 2022, setoran cukai ke negara sektor tersebut terus bertambah.
BACA JUGA:Setoran Cukai Dipatok Rp245 Triliun di 2023, Petani Tembakau: Ini Tidak Fair

&quot;Sektor ini terbukti sumbangan ke negara maka kami harapkan semestinya kondisi ini dibarengi dengan komitmen pemerintah untuk memberikan keseimbangan, untuk mendorong Ekosistem industri ini,&quot; ujar Hananto dalam Market Review IDX Channel, Kamis (27/10/2022).
Misalnya pada semester I 2019, negara menerima uang dari cukai hasil tembakau sebesar Rp63,83 triliun, pada semester yang sama tahun berikutnya 2020 meningkat Rp72,91%, tahun 2021 ketika ada pandemi pun naik lagi menjadi Rp88,64 triliun, bahkan pada tahun 2022 semester I negara meraup uang Rp118 triliun.
BACA JUGA:Bea Cukai Terima 759 Pengaduan Penipuan, Begini Modusnya

&quot;Namun tetap ada keseimbangan antara bagaimana sektor ini tetap tumbuh, dengan menjaga dari rendahnya prevalensi rokok anak, itu yang menjadi penting, jangan yang kemudian ditekankan lebih ke soal kesehatan terus, tetapi soal kesempatan bertumbuh ini menjadi dilemahkan,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS8xLzE1NTMzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu industri rokok juga merupakan sektor yang padat karya,  bahkan pada saat pandemi covid 19 saja ketika banyak sektor lain yang  berdampak, Hananto mengatakan pabrik rokok justru masih merekrut  karyawan hingga 6000 orang.
Selain itu Hananto mengungkapkan bahwa mayoritas pekerja di sektor  tersebut adalah perempuan. Sehingga menurutnya pemerintah perlu untuk  melihat lebih jauh tentang kontribusi positif dari sektor tersebut.
&quot;Kami mengharapkan kalau keberadaan kami memberikan kontribusi  positif, kami berharap ada komitmen pemerintah untuk memberikan ruang  tumbuh untuk sektor ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Petani tembakau meminta pemerintah mendukung pemulihan industri ini. Sekjen Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia AMTI Hananto Wibisono mengatakan, ruang untuk industri tembakau makin sempit dengan adanya regulasi-regulasi yang ada.
Pada hal penerimaan cukai hasil tembakau tembakau setiap tahunya terus mengalami peningkatan. Sejak tahun 2019 hingga 2022, setoran cukai ke negara sektor tersebut terus bertambah.
BACA JUGA:Setoran Cukai Dipatok Rp245 Triliun di 2023, Petani Tembakau: Ini Tidak Fair

&quot;Sektor ini terbukti sumbangan ke negara maka kami harapkan semestinya kondisi ini dibarengi dengan komitmen pemerintah untuk memberikan keseimbangan, untuk mendorong Ekosistem industri ini,&quot; ujar Hananto dalam Market Review IDX Channel, Kamis (27/10/2022).
Misalnya pada semester I 2019, negara menerima uang dari cukai hasil tembakau sebesar Rp63,83 triliun, pada semester yang sama tahun berikutnya 2020 meningkat Rp72,91%, tahun 2021 ketika ada pandemi pun naik lagi menjadi Rp88,64 triliun, bahkan pada tahun 2022 semester I negara meraup uang Rp118 triliun.
BACA JUGA:Bea Cukai Terima 759 Pengaduan Penipuan, Begini Modusnya

&quot;Namun tetap ada keseimbangan antara bagaimana sektor ini tetap tumbuh, dengan menjaga dari rendahnya prevalensi rokok anak, itu yang menjadi penting, jangan yang kemudian ditekankan lebih ke soal kesehatan terus, tetapi soal kesempatan bertumbuh ini menjadi dilemahkan,&quot; lanjutnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMS8xLzE1NTMzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Di samping itu industri rokok juga merupakan sektor yang padat karya,  bahkan pada saat pandemi covid 19 saja ketika banyak sektor lain yang  berdampak, Hananto mengatakan pabrik rokok justru masih merekrut  karyawan hingga 6000 orang.
Selain itu Hananto mengungkapkan bahwa mayoritas pekerja di sektor  tersebut adalah perempuan. Sehingga menurutnya pemerintah perlu untuk  melihat lebih jauh tentang kontribusi positif dari sektor tersebut.
&quot;Kami mengharapkan kalau keberadaan kami memberikan kontribusi  positif, kami berharap ada komitmen pemerintah untuk memberikan ruang  tumbuh untuk sektor ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
