<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik Didorong Kekhawatiran Resesi</title><description>Harga minyak dunia naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696051/harga-minyak-dunia-naik-didorong-kekhawatiran-resesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696051/harga-minyak-dunia-naik-didorong-kekhawatiran-resesi"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik Didorong Kekhawatiran Resesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696051/harga-minyak-dunia-naik-didorong-kekhawatiran-resesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696051/harga-minyak-dunia-naik-didorong-kekhawatiran-resesi</guid><pubDate>Jum'at 28 Oktober 2022 07:31 WIB</pubDate><dc:creator>Khairunnisa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696051/harga-minyak-dunia-naik-didorong-kekhawatiran-resesi-DsewL1DlOv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696051/harga-minyak-dunia-naik-didorong-kekhawatiran-resesi-DsewL1DlOv.jpg</image><title>Harga minyak dunia naik (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia karena kekhawatiran resesi mereda melebihi kekhawatiran atas lesunya permintaan di China.
Melansir Antara, Jumat (28/10/2022), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat USD1,17 atau 1,3% menjadi USD89,08 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Terangkat Jelang Pertemuan G7

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD1,27 atau 1,3%, menjadi ditutup di USD96,96 per barel di London ICE Futures Exchange. Harga sebagian didukung oleh data makroekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (27/10/2022) bahwa produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,6% pada kuartal ketiga, setelah dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 2,3% dalam PDB kuartal ketiga.
BACA JUGA:Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Harga Minyak Mentah RI Bakal Naik Gila-gilaan

Dolar AS yang relatif lebih lemah juga memberikan dukungan untuk minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,81% menjadi 110,5870 pada akhir perdagangan Kamis (27/10/2022), tetapi masih turun sekitar 1,3% untuk minggu ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data menunjukkan rekor ekspor minyak mentah AS, tanda harapan untuk  permintaan serta spekulasi bahwa bank sentral dapat mendekati akhir  siklus kenaikan suku bunga menambah dukungan, setelah Bank Sentral Eropa  menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.
&quot;Harga minyak mentah reli setelah ekonomi AS bangkit kembali pada  kuartal terakhir,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA  seperti dikutip oleh Reuters, mengacu pada laporan PDB yang lebih kuat  pada kuartal terakhir, meskipun ia menambahkan kenaikan minyak dibatasi  oleh pandangan bahwa perlambatan ekonomi tetap ada.
Namun demikian, kekhawatiran tentang permintaan China membatasi reli.  Investor global melepas aset-aset China awal pekan ini karena ekonomi  konsumen energi terbesar dunia itu dilanda kebijakan nol-COVID, krisis  properti, dan turunnya kepercayaan pasar.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak dunia karena kekhawatiran resesi mereda melebihi kekhawatiran atas lesunya permintaan di China.
Melansir Antara, Jumat (28/10/2022), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat USD1,17 atau 1,3% menjadi USD89,08 per barel di New York Mercantile Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Mentah Terangkat Jelang Pertemuan G7

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember bertambah USD1,27 atau 1,3%, menjadi ditutup di USD96,96 per barel di London ICE Futures Exchange. Harga sebagian didukung oleh data makroekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (27/10/2022) bahwa produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,6% pada kuartal ketiga, setelah dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 2,3% dalam PDB kuartal ketiga.
BACA JUGA:Ekonomi 2023 Diprediksi Gelap, Harga Minyak Mentah RI Bakal Naik Gila-gilaan

Dolar AS yang relatif lebih lemah juga memberikan dukungan untuk minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,81% menjadi 110,5870 pada akhir perdagangan Kamis (27/10/2022), tetapi masih turun sekitar 1,3% untuk minggu ini.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Data menunjukkan rekor ekspor minyak mentah AS, tanda harapan untuk  permintaan serta spekulasi bahwa bank sentral dapat mendekati akhir  siklus kenaikan suku bunga menambah dukungan, setelah Bank Sentral Eropa  menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin.
&quot;Harga minyak mentah reli setelah ekonomi AS bangkit kembali pada  kuartal terakhir,&quot; kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA  seperti dikutip oleh Reuters, mengacu pada laporan PDB yang lebih kuat  pada kuartal terakhir, meskipun ia menambahkan kenaikan minyak dibatasi  oleh pandangan bahwa perlambatan ekonomi tetap ada.
Namun demikian, kekhawatiran tentang permintaan China membatasi reli.  Investor global melepas aset-aset China awal pekan ini karena ekonomi  konsumen energi terbesar dunia itu dilanda kebijakan nol-COVID, krisis  properti, dan turunnya kepercayaan pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
