<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Perang, Ekonomi Ukraina Anjlok 32% di 2022</title><description>Imbas perang, ekonomi Ukraina anjlok hampir 32% tahun ini dan inflasi tahunan akan meningkat menjadi 30%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696057/imbas-perang-ekonomi-ukraina-anjlok-32-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696057/imbas-perang-ekonomi-ukraina-anjlok-32-di-2022"/><item><title>Imbas Perang, Ekonomi Ukraina Anjlok 32% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696057/imbas-perang-ekonomi-ukraina-anjlok-32-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696057/imbas-perang-ekonomi-ukraina-anjlok-32-di-2022</guid><pubDate>Jum'at 28 Oktober 2022 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fayha Afanin Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696057/imbas-perang-ekonomi-ukraina-anjlok-32-di-2022-l2ZJiXFmbQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Ukraina anjlok (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696057/imbas-perang-ekonomi-ukraina-anjlok-32-di-2022-l2ZJiXFmbQ.jpeg</image><title>Ekonomi Ukraina anjlok (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Imbas perang, ekonomi Ukraina anjlok hampir 32% tahun ini dan inflasi tahunan akan meningkat menjadi 30%. Penurunan ekonomi dan inflasi sebagian besar karena kerusakan yang dilakukan oleh invasi Rusia, kata bank sentral Ukraina.
BACA JUGA:Pertama Kalinya, Putin Menonton Latihan Nuklir Rusia Sejak Invasi ke Ukraina

Dengan asumsi risiko keamanan menurun dan permintaan meningkat, produk domestik bruto akan tumbuh sekitar 4,0% hingga 5,0% per tahun pada tahun 2023 dan 2024, kata bank dalam laporan inflasi triwulanannya.
&quot;Kemerosotan ekonomi tahun ini telah didorong oleh permintaan domestik yang lebih rendah, logistik yang terganggu, dan kerugian besar tenaga kerja dan potensi produksi yang disebabkan oleh perang,&quot; tulis pernyataan Bank Sentral dilansir dari Antara, Jumat (28/10/2022).
BACA JUGA:Beritahu AS, Rusia Akan Gelar Latihan Nuklir di Tengah Ketegangan Konflik Ukraina

Bank Sentral memperkirakan tingkat pengangguran akan mencapai 30% tahun ini.
&quot;Kebijakan fiskal sangat akomodatif dan akan tetap seperti itu hingga akhir 2024. Ini akan mendukung ekonomi selama perang dan, ditambah dengan berkurangnya risiko keamanan, berkontribusi pada pemulihan ekonomi.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMC8xLzE1NTI2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Inflasi - saat ini hampir 25% - akan turun menjadi 21% tahun depan dan turun di bawah 10% pada 2024, kata bank tersebut.
Pembiayaan internasional akan tetap menjadi sumber utama untuk  menutupi defisit anggaran, yang akan menyempit secara bertahap menjadi  12% dari PDB pada 2024, turun dari 25% dari PDB pada 2022, katanya.
Risiko utama dari ramalan tersebut adalah bahwa perang dapat  berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Di bawah skenario  alternatif, yang mengasumsikan risiko keamanan akan berlangsung hingga  pertengahan 2024, pertumbuhan PDB hanya akan menjadi 2,0% hingga 3,0%  per tahun pada 2023 dan 2024.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Imbas perang, ekonomi Ukraina anjlok hampir 32% tahun ini dan inflasi tahunan akan meningkat menjadi 30%. Penurunan ekonomi dan inflasi sebagian besar karena kerusakan yang dilakukan oleh invasi Rusia, kata bank sentral Ukraina.
BACA JUGA:Pertama Kalinya, Putin Menonton Latihan Nuklir Rusia Sejak Invasi ke Ukraina

Dengan asumsi risiko keamanan menurun dan permintaan meningkat, produk domestik bruto akan tumbuh sekitar 4,0% hingga 5,0% per tahun pada tahun 2023 dan 2024, kata bank dalam laporan inflasi triwulanannya.
&quot;Kemerosotan ekonomi tahun ini telah didorong oleh permintaan domestik yang lebih rendah, logistik yang terganggu, dan kerugian besar tenaga kerja dan potensi produksi yang disebabkan oleh perang,&quot; tulis pernyataan Bank Sentral dilansir dari Antara, Jumat (28/10/2022).
BACA JUGA:Beritahu AS, Rusia Akan Gelar Latihan Nuklir di Tengah Ketegangan Konflik Ukraina

Bank Sentral memperkirakan tingkat pengangguran akan mencapai 30% tahun ini.
&quot;Kebijakan fiskal sangat akomodatif dan akan tetap seperti itu hingga akhir 2024. Ini akan mendukung ekonomi selama perang dan, ditambah dengan berkurangnya risiko keamanan, berkontribusi pada pemulihan ekonomi.&quot;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yMC8xLzE1NTI2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Inflasi - saat ini hampir 25% - akan turun menjadi 21% tahun depan dan turun di bawah 10% pada 2024, kata bank tersebut.
Pembiayaan internasional akan tetap menjadi sumber utama untuk  menutupi defisit anggaran, yang akan menyempit secara bertahap menjadi  12% dari PDB pada 2024, turun dari 25% dari PDB pada 2022, katanya.
Risiko utama dari ramalan tersebut adalah bahwa perang dapat  berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Di bawah skenario  alternatif, yang mengasumsikan risiko keamanan akan berlangsung hingga  pertengahan 2024, pertumbuhan PDB hanya akan menjadi 2,0% hingga 3,0%  per tahun pada 2023 dan 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
