<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: Saya Minta Kapal KKP dan TNI AL Kumpulkan Sampah Sebelum Bersandar</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan meminta kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL kumpulkan sampah yang ada di Laut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696064/menko-luhut-saya-minta-kapal-kkp-dan-tni-al-kumpulkan-sampah-sebelum-bersandar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696064/menko-luhut-saya-minta-kapal-kkp-dan-tni-al-kumpulkan-sampah-sebelum-bersandar"/><item><title>Menko Luhut: Saya Minta Kapal KKP dan TNI AL Kumpulkan Sampah Sebelum Bersandar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696064/menko-luhut-saya-minta-kapal-kkp-dan-tni-al-kumpulkan-sampah-sebelum-bersandar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/28/320/2696064/menko-luhut-saya-minta-kapal-kkp-dan-tni-al-kumpulkan-sampah-sebelum-bersandar</guid><pubDate>Jum'at 28 Oktober 2022 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696064/menko-luhut-saya-minta-kapal-kkp-dan-tni-al-kumpulkan-sampah-sebelum-bersandar-7ieYnyjem0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luhut minta kapal TNI AL dan KKP angkut sampah di laut (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696064/menko-luhut-saya-minta-kapal-kkp-dan-tni-al-kumpulkan-sampah-sebelum-bersandar-7ieYnyjem0.jpg</image><title>Luhut minta kapal TNI AL dan KKP angkut sampah di laut (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL kumpulkan sampah yang ada di Laut.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan target  untuk melakukan pengurangan kebocoran sampah ke laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Penanganan Sampah Laut (RAN-PSL) tahun 2018-2025.
BACA JUGA:Tekan Penggunaan Sampah Plastik hingga 70%, Ini yang Harus Dilakukan

&quot;Saya minta agar KKP dan TNI AL, bisa bersinergi mengerahkan seluruh armadanya yang berlayar untuk bisa mengumpulkan sampah. Jadi sebelum bersandar, kapal yang mau bersandar milik KKP dan TNI AL harus mengumpulkan sampah dahulu. Ini nantinya bisa membantu mempercepat target RAN-PSL kita,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).
Sementara itu, Menko Luhut mengapresiasi program Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang diadakan KKP yang melibatkan nelayan untuk memungut sampah di laut demi menjaga laut Indonesia.
BACA JUGA:Kejar Target 23% Energi Terbarukan di 2025, RI Butuh 10 Juta Ton Sampah 

&quot;Saya apresiasi sekali untuk Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono yang telah mengadakan Gernas BCL. Kita libatkan nelayan kita untuk ikut turut menjaga laut dari sampah yang ada,&quot; ujarnya.
Dalam sebulan Gernas BCL yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di seluruh wilayah Indonesia, nelayan diajak untuk mengambil sampah plastik dari laut yang nantinya dapat ditukarkan per kilogramnya dengan harga yang setara dengan harga ikan per kilogramnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNy8xLzE1NTcxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Gernas BCL ini diharapkan dapat dilakukan setiap tahun dalam kurun  waktu satu bulan dengan harapan tercipta penangkapan ikan berkelanjutan,  adanya kepedulian akan lingkungan laut dari sampah, serta  terselenggaranya pengembangan konsep blue economy dan blue carbon di  Indonesia.
&quot;Saya harapkan, kontribusi strategi dan komitmen penanganan sampah  laut menjadi fokus kita bersama, yang akhirnya memberikan multiplier  effect kepada masyarakat dan utamanya bagi para nelayan yang menjadi  ujung tombak penjaga laut,&quot; ujar Menko Luhut.
Adapun dalam 3 tahun terakhir ini, melalui sinergi berbagai pihak,  Indonesia sudah berhasil melakukan pengurangan kebocoran sebesar 28,5%  di tahun 2021.  Masih perlu ditingkatkan adanya usaha pemerintah untuk  mencapai target 70% dalam 3 tahun ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan TNI AL kumpulkan sampah yang ada di Laut.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan target  untuk melakukan pengurangan kebocoran sampah ke laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025, sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Penanganan Sampah Laut (RAN-PSL) tahun 2018-2025.
BACA JUGA:Tekan Penggunaan Sampah Plastik hingga 70%, Ini yang Harus Dilakukan

&quot;Saya minta agar KKP dan TNI AL, bisa bersinergi mengerahkan seluruh armadanya yang berlayar untuk bisa mengumpulkan sampah. Jadi sebelum bersandar, kapal yang mau bersandar milik KKP dan TNI AL harus mengumpulkan sampah dahulu. Ini nantinya bisa membantu mempercepat target RAN-PSL kita,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/10/2022).
Sementara itu, Menko Luhut mengapresiasi program Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) yang diadakan KKP yang melibatkan nelayan untuk memungut sampah di laut demi menjaga laut Indonesia.
BACA JUGA:Kejar Target 23% Energi Terbarukan di 2025, RI Butuh 10 Juta Ton Sampah 

&quot;Saya apresiasi sekali untuk Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono yang telah mengadakan Gernas BCL. Kita libatkan nelayan kita untuk ikut turut menjaga laut dari sampah yang ada,&quot; ujarnya.
Dalam sebulan Gernas BCL yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di seluruh wilayah Indonesia, nelayan diajak untuk mengambil sampah plastik dari laut yang nantinya dapat ditukarkan per kilogramnya dengan harga yang setara dengan harga ikan per kilogramnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8yNy8xLzE1NTcxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Gernas BCL ini diharapkan dapat dilakukan setiap tahun dalam kurun  waktu satu bulan dengan harapan tercipta penangkapan ikan berkelanjutan,  adanya kepedulian akan lingkungan laut dari sampah, serta  terselenggaranya pengembangan konsep blue economy dan blue carbon di  Indonesia.
&quot;Saya harapkan, kontribusi strategi dan komitmen penanganan sampah  laut menjadi fokus kita bersama, yang akhirnya memberikan multiplier  effect kepada masyarakat dan utamanya bagi para nelayan yang menjadi  ujung tombak penjaga laut,&quot; ujar Menko Luhut.
Adapun dalam 3 tahun terakhir ini, melalui sinergi berbagai pihak,  Indonesia sudah berhasil melakukan pengurangan kebocoran sebesar 28,5%  di tahun 2021.  Masih perlu ditingkatkan adanya usaha pemerintah untuk  mencapai target 70% dalam 3 tahun ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
