<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waduh! PHK 'Hantui' Masa Depan Karyawan Industri Tekstil</title><description>Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menyatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia sedang tidak baik-baik saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/29/320/2696640/waduh-phk-hantui-masa-depan-karyawan-industri-tekstil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/29/320/2696640/waduh-phk-hantui-masa-depan-karyawan-industri-tekstil"/><item><title>Waduh! PHK 'Hantui' Masa Depan Karyawan Industri Tekstil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/29/320/2696640/waduh-phk-hantui-masa-depan-karyawan-industri-tekstil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/29/320/2696640/waduh-phk-hantui-masa-depan-karyawan-industri-tekstil</guid><pubDate>Sabtu 29 Oktober 2022 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Clara Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696640/waduh-phk-hantui-masa-depan-karyawan-industri-tekstil-gtL7HKYTYo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PHK Karyawan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/28/320/2696640/waduh-phk-hantui-masa-depan-karyawan-industri-tekstil-gtL7HKYTYo.jpeg</image><title>PHK Karyawan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menyatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia sedang tidak baik-baik saja hingga harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Akibat jumlah permintaan ekspor turun, nasib karyawan industri TPT berada di ujung tanduk. Bahkan sudah 45 ribu karyawan sudah dirumahkan.
&quot;45 ribu karyawan sudah mulai dirumahkan dari awal 2022. Gara-gara permintaan pasar ekspor turun 30 persen akibat kondisi global yang tidak stabil,&quot; ujar Jemmy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (28/10/2022).
Lanjut, tutur dia, selain dirumahkan ada juga sebagian karyawan yang mau tidak mau dikurangi jam kerjanya.
&quot;Kondisi normal, industri bekerja 7 hari dalam 1 minggunya, sekarang sudah banyak yang 5 hari kerja,&quot; jelas Jemmy.
Dia menambahkan, perlambatan permintaan sudah dirasakan baik market ekspor maupun dalam negeri.Kata Jemmy, jika hal ini terus berlanjut, maka PHK tidak dapat dihindari.
&quot;Di saat kondisi seperti ini, kami hanya menaruh harapan dari market dalam negeri,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: PHK 'Hantui' Masa Depan Karyawan Industri Tekstil, Begini Kondisi Terbarunya</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menyatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia sedang tidak baik-baik saja hingga harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Akibat jumlah permintaan ekspor turun, nasib karyawan industri TPT berada di ujung tanduk. Bahkan sudah 45 ribu karyawan sudah dirumahkan.
&quot;45 ribu karyawan sudah mulai dirumahkan dari awal 2022. Gara-gara permintaan pasar ekspor turun 30 persen akibat kondisi global yang tidak stabil,&quot; ujar Jemmy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (28/10/2022).
Lanjut, tutur dia, selain dirumahkan ada juga sebagian karyawan yang mau tidak mau dikurangi jam kerjanya.
&quot;Kondisi normal, industri bekerja 7 hari dalam 1 minggunya, sekarang sudah banyak yang 5 hari kerja,&quot; jelas Jemmy.
Dia menambahkan, perlambatan permintaan sudah dirasakan baik market ekspor maupun dalam negeri.Kata Jemmy, jika hal ini terus berlanjut, maka PHK tidak dapat dihindari.
&quot;Di saat kondisi seperti ini, kami hanya menaruh harapan dari market dalam negeri,&quot; pungkasnya.
Baca Selengkapnya: PHK 'Hantui' Masa Depan Karyawan Industri Tekstil, Begini Kondisi Terbarunya</content:encoded></item></channel></rss>
