<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transisi Energi, Investor Perhatikan Penerapan ESG   </title><description>Investor memperhatikan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di tengah proses transisi energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697300/transisi-energi-investor-perhatikan-penerapan-esg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697300/transisi-energi-investor-perhatikan-penerapan-esg"/><item><title>Transisi Energi, Investor Perhatikan Penerapan ESG   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697300/transisi-energi-investor-perhatikan-penerapan-esg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697300/transisi-energi-investor-perhatikan-penerapan-esg</guid><pubDate>Minggu 30 Oktober 2022 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/30/320/2697300/transisi-energi-investor-perhatikan-penerapan-esg-2Ub2RSad6G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transisi Energi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/30/320/2697300/transisi-energi-investor-perhatikan-penerapan-esg-2Ub2RSad6G.jpg</image><title>Transisi Energi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Investor memperhatikan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di tengah proses transisi energi dan target menuju net zero emission (NZE) pada 2060.
&quot;Investor sangat memperhatikan penerapan ESG dalam suatu perusahaan,&quot; kata Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan, Jakarta, Minggu (30/10/2022).
Mamit menambahkan, perusahaan yang menjalankan konsep dan implementasi kriteria ESG telah menjadi pertimbangan dasar bagi para investor dalam melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi atau tidaknya dalam suatu bisnis atau perusahaan.
BACA JUGA:Krisis Pangan hingga Energi, Sri Mulyani: APBN Jadi Shock Absorber

Dia mencontohkan melalui penerapan ESG yang baik, maka Pertamina mendapatkan perhatian dari para investor dalam berinvestasi mendukung kegiatan Pertamina.
&quot;Mereka akan melihat sejauh mana konsep berkesinambungan dalam bisnis suatu perusahaan. Dengan naiknya peringkat Pertamina dalam menjalankan prinsip ESG maka bisa meningkatkan daya saing Pertamina dengan perusahaan migas negara lain,&quot; kata Mamit.
BACA JUGA:Dukung Konservasi Energi, Pemerintah Audit Bangunan dan Gedung

Dia juga mengungkapan bahwa pada dasarnya penerapan ESG tidak hanya untuk menarik investor saja, tetapi juga para pemangku kepentingan, pegiat komunitas, dan para perancang kebijakan dapat menggunakan kriteria Environmental (Lingkungan), Social (Sosial) dan Governance (Tata Kelola Perusahaan) sebagai model dalam melihat manajemen suatu perusahaan.&quot;Dengan naiknya peringkat Risiko ESG Pertamina ke peringkat 2, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, perancang kebijakan dan masyarakat dalam melihat kinerja Pertamina selama ini sehingga Pertamina akan berupaya untuk terus menjaga dan meningkatkan implementasi ESG dalam semua lini bisnis mereka,&quot; jelas dia.
Mamit juga menyampaikan bahwa konsep investasi hijau dan berkelanjutan dengan menerapkan ESG tidak hanya untuk mengejar keuntungan semata, melainkan juga memperhatikan segi kebermanfaatan perusahaan bagi lingkungan, masyarakat, dan pemerintah yang nyatanya dapat membuat nilai perusahaan naik secara signifikan dalam jangka panjang.
&quot;Dan Pertamina mampu dalam membuktikan konsep investasi hijau dan berkelanjutan ini. Saat ini Pertamina sudah bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan dengan terus berupaya mengurangi emisi karbon dalam setiap lini kegiatan perusahaan dalam upaya menuju target bauran energi dan net zero emission 2060 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,&quot; kata Mamit.
Sekadar informasi, pada Oktober 2022, Pertamina menerima Peringkat Risiko ESG 22.1 dari Lembaga ESG Rating Sustainalytics dan dinilai berada pada tingkat risiko Medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor-faktor ESG.
Peringkat Risiko ESG menempatkan Pertamina berada di peringkat w secara global dalam sub-industri Integrated Oil &amp;amp; Gas oleh Sustainalytics, yang mana posisi ini melonjak tinggi dari peringkat nomor 8 dari 54 perusahaan yang sama di tahun 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Investor memperhatikan penerapan Environmental, Social and Governance (ESG) di tengah proses transisi energi dan target menuju net zero emission (NZE) pada 2060.
&quot;Investor sangat memperhatikan penerapan ESG dalam suatu perusahaan,&quot; kata Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan, Jakarta, Minggu (30/10/2022).
Mamit menambahkan, perusahaan yang menjalankan konsep dan implementasi kriteria ESG telah menjadi pertimbangan dasar bagi para investor dalam melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestasi atau tidaknya dalam suatu bisnis atau perusahaan.
BACA JUGA:Krisis Pangan hingga Energi, Sri Mulyani: APBN Jadi Shock Absorber

Dia mencontohkan melalui penerapan ESG yang baik, maka Pertamina mendapatkan perhatian dari para investor dalam berinvestasi mendukung kegiatan Pertamina.
&quot;Mereka akan melihat sejauh mana konsep berkesinambungan dalam bisnis suatu perusahaan. Dengan naiknya peringkat Pertamina dalam menjalankan prinsip ESG maka bisa meningkatkan daya saing Pertamina dengan perusahaan migas negara lain,&quot; kata Mamit.
BACA JUGA:Dukung Konservasi Energi, Pemerintah Audit Bangunan dan Gedung

Dia juga mengungkapan bahwa pada dasarnya penerapan ESG tidak hanya untuk menarik investor saja, tetapi juga para pemangku kepentingan, pegiat komunitas, dan para perancang kebijakan dapat menggunakan kriteria Environmental (Lingkungan), Social (Sosial) dan Governance (Tata Kelola Perusahaan) sebagai model dalam melihat manajemen suatu perusahaan.&quot;Dengan naiknya peringkat Risiko ESG Pertamina ke peringkat 2, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, perancang kebijakan dan masyarakat dalam melihat kinerja Pertamina selama ini sehingga Pertamina akan berupaya untuk terus menjaga dan meningkatkan implementasi ESG dalam semua lini bisnis mereka,&quot; jelas dia.
Mamit juga menyampaikan bahwa konsep investasi hijau dan berkelanjutan dengan menerapkan ESG tidak hanya untuk mengejar keuntungan semata, melainkan juga memperhatikan segi kebermanfaatan perusahaan bagi lingkungan, masyarakat, dan pemerintah yang nyatanya dapat membuat nilai perusahaan naik secara signifikan dalam jangka panjang.
&quot;Dan Pertamina mampu dalam membuktikan konsep investasi hijau dan berkelanjutan ini. Saat ini Pertamina sudah bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan dengan terus berupaya mengurangi emisi karbon dalam setiap lini kegiatan perusahaan dalam upaya menuju target bauran energi dan net zero emission 2060 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah,&quot; kata Mamit.
Sekadar informasi, pada Oktober 2022, Pertamina menerima Peringkat Risiko ESG 22.1 dari Lembaga ESG Rating Sustainalytics dan dinilai berada pada tingkat risiko Medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor-faktor ESG.
Peringkat Risiko ESG menempatkan Pertamina berada di peringkat w secara global dalam sub-industri Integrated Oil &amp;amp; Gas oleh Sustainalytics, yang mana posisi ini melonjak tinggi dari peringkat nomor 8 dari 54 perusahaan yang sama di tahun 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
