<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelombang PHK Terus Terjadi, 79.000 Orang Kehilangan Pekerjaan</title><description>Apindo) Jawa Barat menyebut, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat terus terjadi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697333/gelombang-phk-terus-terjadi-79-000-orang-kehilangan-pekerjaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697333/gelombang-phk-terus-terjadi-79-000-orang-kehilangan-pekerjaan"/><item><title>Gelombang PHK Terus Terjadi, 79.000 Orang Kehilangan Pekerjaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697333/gelombang-phk-terus-terjadi-79-000-orang-kehilangan-pekerjaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697333/gelombang-phk-terus-terjadi-79-000-orang-kehilangan-pekerjaan</guid><pubDate>Minggu 30 Oktober 2022 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/30/320/2697333/gelombang-phk-terus-terjadi-79-000-orang-kehilangan-pekerjaan-aUKOalTlze.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PHK Karyawan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/30/320/2697333/gelombang-phk-terus-terjadi-79-000-orang-kehilangan-pekerjaan-aUKOalTlze.jpeg</image><title>PHK Karyawan (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menyebut, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat terus terjadi. Sektor padat karya seperti tekstil sejauh ini paling banyak melakukan pengurangan karyawan.
&quot;Per hari Sabtu (29/10) PHK telah mencapai 79.000 orang, &quot; kata Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik, Minggu (30/10/2022).
BACA JUGA:Gelombang PHK Meningkat, Wapres Singgung soal Transformasi Teknologi
Gelombang PHK tercatat terus naik, setelah beberapa hari sebelumnya Apindo menyebut, PHK di Jabar telah mencapai 73.000 karyawan sejak Januari 2022 lalu. PHK terjadi akibat kondisi ekonomi global yang berimbas pada turunnya pesanan hingga 50% &quot;Semua sektor sama, (terutama) padat karya,&quot; timpal dia.
Ning menyebut, pengusaha tekstil di Jabar menyampaikan keluhannya terkait kondisi perusahaan yang kesulitan bertahan. Penyebabnya pasar lokal yang biasa menjadi market utama, telah dibanjiri produk impor seperti baju bekas. Imbasnya, pemesanan produk turun hingga 50%.
BACA JUGA:PHK Massal E-Commerce, Lazada: Kami Justru Nambah Pegawai
&quot;Pengusaha textile mendesak adanya upaya yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi berlarut-larut. Mereka khawatir sektor tekstil akan semakin terpuruk, &quot; jelas dia.</description><content:encoded>BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat menyebut, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat terus terjadi. Sektor padat karya seperti tekstil sejauh ini paling banyak melakukan pengurangan karyawan.
&quot;Per hari Sabtu (29/10) PHK telah mencapai 79.000 orang, &quot; kata Ketua Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik, Minggu (30/10/2022).
BACA JUGA:Gelombang PHK Meningkat, Wapres Singgung soal Transformasi Teknologi
Gelombang PHK tercatat terus naik, setelah beberapa hari sebelumnya Apindo menyebut, PHK di Jabar telah mencapai 73.000 karyawan sejak Januari 2022 lalu. PHK terjadi akibat kondisi ekonomi global yang berimbas pada turunnya pesanan hingga 50% &quot;Semua sektor sama, (terutama) padat karya,&quot; timpal dia.
Ning menyebut, pengusaha tekstil di Jabar menyampaikan keluhannya terkait kondisi perusahaan yang kesulitan bertahan. Penyebabnya pasar lokal yang biasa menjadi market utama, telah dibanjiri produk impor seperti baju bekas. Imbasnya, pemesanan produk turun hingga 50%.
BACA JUGA:PHK Massal E-Commerce, Lazada: Kami Justru Nambah Pegawai
&quot;Pengusaha textile mendesak adanya upaya yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi berlarut-larut. Mereka khawatir sektor tekstil akan semakin terpuruk, &quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
