<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Diramal Lesu di 2023, Indonesia Terdampak?</title><description>IMF) dan World Bank mencatat bahwa ekonomi global di tahun depan akan relatif suram.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697367/ekonomi-global-diramal-lesu-di-2023-indonesia-terdampak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697367/ekonomi-global-diramal-lesu-di-2023-indonesia-terdampak"/><item><title>Ekonomi Global Diramal Lesu di 2023, Indonesia Terdampak?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697367/ekonomi-global-diramal-lesu-di-2023-indonesia-terdampak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/30/320/2697367/ekonomi-global-diramal-lesu-di-2023-indonesia-terdampak</guid><pubDate>Minggu 30 Oktober 2022 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/30/320/2697367/ekonomi-global-diramal-lesu-di-2023-indonesia-terdampak-k8tDpkhIIf.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/30/320/2697367/ekonomi-global-diramal-lesu-di-2023-indonesia-terdampak-k8tDpkhIIf.jfif</image><title>Ekonomi Global (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) dan World Bank mencatat bahwa ekonomi global di tahun depan akan relatif suram. Bahkan, official dari IMF pun sudah menyebutkan bahwa kondisi ekonomi global 2023 akan 'dark' atau 'bleak'.
&quot;Jadi ini memang diprediksi terjadi di seluruh dunia, bukan khusus untuk Indonesia saja. Tapi untuk Indonesia, kondisinya relatif baik dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia,&quot; ujar Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (30/10/2022).
BACA JUGA:Ada Peran China dalam Ekonomi RI, Luhut: Saling Menguntungkan

Dia menyebutkan, kendati demikian, ekonomi Indonesia memang tetap akan melambat atau performanya turun dibandingkan tahun ini.
BACA JUGA:Ekonomi Rusia Diprediksi Turun 3%-3,5% di 2022 Imbas Perang

&quot;Optimis pun bukanlah tone yang kemudian cukup baik, karena memang kondisi ekonomi memang akan melemah. Jadi lebih baik adalah kewaspadaan, dan memang itulah yang nampaknya akan terjadi di Indonesia bahwa ekonomi akan melambat tapi harusnya kondisi kita lebih baik dari banyak negara di seluruh dunia,&quot; jelas Teuku.Dia mengatakan, tone yang lebih baik adalah yang memang menyatakan kondisi sesungguhnya. Dia merasa bahwa tone optimis kurang pas dalam merespon kondisi tersebut, karena kenyataannya ekonomi akan melambat, tapi tone suram pun tidak karena performa ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.
&quot;Sehingga memang yang lebih tepat adalah menjaga agar kewaspadaan ekonomi tetap ada sehingga nanti policy yang ditimbulkan dan sentimen masyarakat juga sesuai dengan kondisi yang ada,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) dan World Bank mencatat bahwa ekonomi global di tahun depan akan relatif suram. Bahkan, official dari IMF pun sudah menyebutkan bahwa kondisi ekonomi global 2023 akan 'dark' atau 'bleak'.
&quot;Jadi ini memang diprediksi terjadi di seluruh dunia, bukan khusus untuk Indonesia saja. Tapi untuk Indonesia, kondisinya relatif baik dibandingkan negara-negara lain di seluruh dunia,&quot; ujar Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (30/10/2022).
BACA JUGA:Ada Peran China dalam Ekonomi RI, Luhut: Saling Menguntungkan

Dia menyebutkan, kendati demikian, ekonomi Indonesia memang tetap akan melambat atau performanya turun dibandingkan tahun ini.
BACA JUGA:Ekonomi Rusia Diprediksi Turun 3%-3,5% di 2022 Imbas Perang

&quot;Optimis pun bukanlah tone yang kemudian cukup baik, karena memang kondisi ekonomi memang akan melemah. Jadi lebih baik adalah kewaspadaan, dan memang itulah yang nampaknya akan terjadi di Indonesia bahwa ekonomi akan melambat tapi harusnya kondisi kita lebih baik dari banyak negara di seluruh dunia,&quot; jelas Teuku.Dia mengatakan, tone yang lebih baik adalah yang memang menyatakan kondisi sesungguhnya. Dia merasa bahwa tone optimis kurang pas dalam merespon kondisi tersebut, karena kenyataannya ekonomi akan melambat, tapi tone suram pun tidak karena performa ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara-negara lain.
&quot;Sehingga memang yang lebih tepat adalah menjaga agar kewaspadaan ekonomi tetap ada sehingga nanti policy yang ditimbulkan dan sentimen masyarakat juga sesuai dengan kondisi yang ada,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
