<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin Marah Kapal Diserang, Rusia Batalkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina</title><description>Rusia membatalkan kesepakatan ekspor gandum ukraina. Ekspor dibatalkan  lantaran Vladimir Putin marah kapalnya diserang di Krimea.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/320/2697655/putin-marah-kapal-diserang-rusia-batalkan-kesepakatan-ekspor-gandum-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/320/2697655/putin-marah-kapal-diserang-rusia-batalkan-kesepakatan-ekspor-gandum-ukraina"/><item><title>Putin Marah Kapal Diserang, Rusia Batalkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/320/2697655/putin-marah-kapal-diserang-rusia-batalkan-kesepakatan-ekspor-gandum-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/320/2697655/putin-marah-kapal-diserang-rusia-batalkan-kesepakatan-ekspor-gandum-ukraina</guid><pubDate>Senin 31 Oktober 2022 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/31/320/2697655/putin-marah-kapal-diserang-rusia-batalkan-kesepakatan-ekspor-gandum-ukraina-pcYyGUCabU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rusia batalkan ekspor gandum Ukraina (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/31/320/2697655/putin-marah-kapal-diserang-rusia-batalkan-kesepakatan-ekspor-gandum-ukraina-pcYyGUCabU.jpg</image><title>Rusia batalkan ekspor gandum Ukraina (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rusia membatalkan kesepakatan ekspor gandum ukraina. Ekspor dibatalkan lantaran Vladimir Putin marah kapalnya diserang di Krimea.
Kesepakatan ekspoor gandum ini dimediasi Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB. Sebelumnya Rusia sepakat untuk mengekspor produk pertanian dari pelabuhan Ukraina.
BACA JUGA:Pasokan Gandum Terhambat, Bisa Diganti Pangan Lain?

Namun, serangan terhadap kapal-kapal milik Moskow di Krimea membuat Putin mengurungkan niat tersebut, menurut kantor berita Rusia TASS mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan.
Rusia mengatakan bahwa pasukan Ukraina, dengan bantuan pesawat tak berawak, menyerang kapal-kapal dari Armada Laut Hitam di Sevastopol, kota terbesar di Krimea yang dicaplok Rusia, pada Sabtu dini hari.
BACA JUGA:Serangan Besar-besaran Rusia, Pengusaha Gandum Kaya Raya Ukraina Tewas Terbunuh

&quot;Dengan mempertimbangkan... tindakan teroris yang dilakukan rezim Kyiv dengan partisipasi para pakar Inggris terhadap kapal-kapal Armada Laut Hitam dan kapal-kapal sipil yang terlibat untuk memastikan keamanan &quot;koridor gandum&quot;, pihak Rusia menangguhkan partisipasi implementasi perjanjian ekspor produk pertanian dari Pelabuhan Ukraina,&quot; kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dilansir dari VOA, Senin (31/10/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC8xLzE1NTE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kementerian mengatakan sebelumnya bahwa sebagian besar serangan  pesawat tak berawak pada Sabtu (29/10) berhasil dihalau. Namun terjadi  kerusakan kecil pada kapal penyapu ranjau Rusia.
Kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan pada Rabu bahwa dia  &quot;relatif optimis&quot; bahwa kesepakatan yang memungkinkan dimulainya kembali  ekspor gandum Laut Hitam Ukraina akan diperpanjang melampaui  pertengahan November.
Untuk diketahui, berdasarkan perjanjian yang disepakati pada 22 Juli,  Ukraina dapat memulai kembali ekspor biji-bijian dan pupuk melalui Laut  Hitam, yang terhenti ketika Rusia menginvasi negara tetangganya itu  pada 24 Februari. Kesepakatan ekspor Ukraina pada awalnya disepakati  selama 120 hari.</description><content:encoded>JAKARTA - Rusia membatalkan kesepakatan ekspor gandum ukraina. Ekspor dibatalkan lantaran Vladimir Putin marah kapalnya diserang di Krimea.
Kesepakatan ekspoor gandum ini dimediasi Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB. Sebelumnya Rusia sepakat untuk mengekspor produk pertanian dari pelabuhan Ukraina.
BACA JUGA:Pasokan Gandum Terhambat, Bisa Diganti Pangan Lain?

Namun, serangan terhadap kapal-kapal milik Moskow di Krimea membuat Putin mengurungkan niat tersebut, menurut kantor berita Rusia TASS mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan.
Rusia mengatakan bahwa pasukan Ukraina, dengan bantuan pesawat tak berawak, menyerang kapal-kapal dari Armada Laut Hitam di Sevastopol, kota terbesar di Krimea yang dicaplok Rusia, pada Sabtu dini hari.
BACA JUGA:Serangan Besar-besaran Rusia, Pengusaha Gandum Kaya Raya Ukraina Tewas Terbunuh

&quot;Dengan mempertimbangkan... tindakan teroris yang dilakukan rezim Kyiv dengan partisipasi para pakar Inggris terhadap kapal-kapal Armada Laut Hitam dan kapal-kapal sipil yang terlibat untuk memastikan keamanan &quot;koridor gandum&quot;, pihak Rusia menangguhkan partisipasi implementasi perjanjian ekspor produk pertanian dari Pelabuhan Ukraina,&quot; kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dilansir dari VOA, Senin (31/10/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xOC8xLzE1NTE0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Kementerian mengatakan sebelumnya bahwa sebagian besar serangan  pesawat tak berawak pada Sabtu (29/10) berhasil dihalau. Namun terjadi  kerusakan kecil pada kapal penyapu ranjau Rusia.
Kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan pada Rabu bahwa dia  &quot;relatif optimis&quot; bahwa kesepakatan yang memungkinkan dimulainya kembali  ekspor gandum Laut Hitam Ukraina akan diperpanjang melampaui  pertengahan November.
Untuk diketahui, berdasarkan perjanjian yang disepakati pada 22 Juli,  Ukraina dapat memulai kembali ekspor biji-bijian dan pupuk melalui Laut  Hitam, yang terhenti ketika Rusia menginvasi negara tetangganya itu  pada 24 Februari. Kesepakatan ekspor Ukraina pada awalnya disepakati  selama 120 hari.</content:encoded></item></channel></rss>
