<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perayaan Halloween, Intip Gurihnya Bisnis Labu Kuning Tembus Rp7,7 Triliun</title><description>Perayaan Halloween erat kaitannya dengan labu kuning atau labu parang alias pumpkin.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/455/2697674/perayaan-halloween-intip-gurihnya-bisnis-labu-kuning-tembus-rp7-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/455/2697674/perayaan-halloween-intip-gurihnya-bisnis-labu-kuning-tembus-rp7-7-triliun"/><item><title>Perayaan Halloween, Intip Gurihnya Bisnis Labu Kuning Tembus Rp7,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/455/2697674/perayaan-halloween-intip-gurihnya-bisnis-labu-kuning-tembus-rp7-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/10/31/455/2697674/perayaan-halloween-intip-gurihnya-bisnis-labu-kuning-tembus-rp7-7-triliun</guid><pubDate>Senin 31 Oktober 2022 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/31/455/2697674/perayaan-halloween-intip-gurihnya-bisnis-labu-kuning-tembus-rp7-7-triliun-3nNgYeSFXW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inspirasi bisnis labu kuning (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/31/455/2697674/perayaan-halloween-intip-gurihnya-bisnis-labu-kuning-tembus-rp7-7-triliun-3nNgYeSFXW.jpg</image><title>Inspirasi bisnis labu kuning (Foto: AP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perayaan Halloween erat kaitannya dengan labu kuning atau labu parang alias pumpkin. Labu kuning biasanya digunakan untuk hiasan pada saat perayaan halloween di Amerika Serikat.
Sejak akhir Agustus panen labu kuning melimpah bukan hanya dalam bentuk utuh, tetapi juga berupa rempah atau perasa. Bisnis labu kuning ternyata memiliki potensi hingga USD500 juta atau setara Rp7,7 triliun (kurs Rp15.500).
BACA JUGA:Update Pesta Halloween Berdarah Itaewon, Korban Bertambah 154 Orang Meninggal

Minuman yang tengah populer adalah pumpkin spice latte yang ditawarkan setiap menjelang musim gugur di Amerika. Selain itu, berbagai produk baru terkait pumpkin diperkenalkan setiap tahun. Misalnya, kantong sampah beraroma labu, yang ludas terjual.
Labu berwarna cerah itu memang memiliki tempat khusus di hati, pikiran dan dompet orang Amerika. Data Nielsen menunjukkan, orang Amerika membelanjakan sekitar setengah miliar dolar untuk produk rempah dari labu setiap tahun.
BACA JUGA:Tewaskan 153 Orang, Tragedi Halloween Itaewon Jadi Bencana Paling Mematikan di Korsel Sejak 2014 

Starbucks dilaporkan menjual 20 juta pumpkin spice latte setiap tahun. Menurut raksasa kopi itu, minuman tersebut begitu disukai sehingga perusahaan mencatat pekan penjualan terbaik sepanjang masa ketika minuman itu ditawarkan kembali pada 30 Agustus.
&amp;ldquo;Itu bagian dari tradisi. Dan masuk dalam film. Labu parang sebagai rempah juga menciptakan budaya yang baik sehingga ada donat labu parang, minuman, semuanya. Beragam sabun, sabun batangan, semuanya, saya menghargainya,&quot; ujar Nick Kokot, 20, mahasiswa yang mengaku suka labu parang, dilansir dari VOA, Senin (31/10/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS8xMC8xNTU5MzAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun apa yang mendorong orang mendadak tergila-gila pada labu parang setiap Musim Gugur?
&quot;Tidak ada alasan yang praktis untuk membubuhkan pumpkin ke dalam  kopi, memajangnya di beranda, atau untuk mengolahnya menjadi selai manis  dan menyisipkannya ke dalam pai kita,&quot; tukasnya.
&quot;Tetapi tradisi modern itu sebenarnya berasal dari tradisi yang jauh  lebih tua yang mengaitkan labu parang dengan pertanian kecil milik  keluarga. Jenis pertanian kecil keluarga yang indah dalam kehidupan  Amerika,&quot; tambah Cindy Ott, pakar sejarah yang juga merupakan seorang  dosen dan penulis 'Pumpkin: The Curious History of an American Icon.
Dengan menggunakan sejumlah besar sumber, termasuk lagu-lagu berusia  100 tahun, lukisan, buku masak, dan banyak sumber lain, Ott dapat  melacak kecintaan Amerika terhadap labu kuning sampai ke masa-masa awal  negara itu.
&quot;Orang Amerika sendiri akan bertanya kepada ribuan sesamanya,  'mengapa Anda suka pumpkin&amp;rsquo;? Mereka tidak bisa menjawab mengapa mereka  menyukainya. Itu sebabnya saya melakukan penelitian ini. Untuk melihat  sejarah dan mencari tahu tentang ide-ide ini, di mana mereka  dirumuskan,&quot; kata Ott.
Dalam bukunya, Ott secara detail menulis tentang bangkitnya reputasi  labu kuning yang buruk semasa kolonial Amerika sampai akhirnya sayur  atau buah itu menjadi kebanggaan dan orang tidak malu menanamnya pada  abad ke-19. Bahkan labu parang ketika itu mulai dilihat sebagai simbol  kesederhanaan kehidupan pertanian.
Mengolah kebun, bekerja untuk mendapatkan hasil bumi telah menjadi  tanda kebajikan moral dan menciptakan warga negara yang baik dan semacam  cita-cita lama, papar Ott. Cita-cita seperti itulah yang dapat  dihadirkan oleh labu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perayaan Halloween erat kaitannya dengan labu kuning atau labu parang alias pumpkin. Labu kuning biasanya digunakan untuk hiasan pada saat perayaan halloween di Amerika Serikat.
Sejak akhir Agustus panen labu kuning melimpah bukan hanya dalam bentuk utuh, tetapi juga berupa rempah atau perasa. Bisnis labu kuning ternyata memiliki potensi hingga USD500 juta atau setara Rp7,7 triliun (kurs Rp15.500).
BACA JUGA:Update Pesta Halloween Berdarah Itaewon, Korban Bertambah 154 Orang Meninggal

Minuman yang tengah populer adalah pumpkin spice latte yang ditawarkan setiap menjelang musim gugur di Amerika. Selain itu, berbagai produk baru terkait pumpkin diperkenalkan setiap tahun. Misalnya, kantong sampah beraroma labu, yang ludas terjual.
Labu berwarna cerah itu memang memiliki tempat khusus di hati, pikiran dan dompet orang Amerika. Data Nielsen menunjukkan, orang Amerika membelanjakan sekitar setengah miliar dolar untuk produk rempah dari labu setiap tahun.
BACA JUGA:Tewaskan 153 Orang, Tragedi Halloween Itaewon Jadi Bencana Paling Mematikan di Korsel Sejak 2014 

Starbucks dilaporkan menjual 20 juta pumpkin spice latte setiap tahun. Menurut raksasa kopi itu, minuman tersebut begitu disukai sehingga perusahaan mencatat pekan penjualan terbaik sepanjang masa ketika minuman itu ditawarkan kembali pada 30 Agustus.
&amp;ldquo;Itu bagian dari tradisi. Dan masuk dalam film. Labu parang sebagai rempah juga menciptakan budaya yang baik sehingga ada donat labu parang, minuman, semuanya. Beragam sabun, sabun batangan, semuanya, saya menghargainya,&quot; ujar Nick Kokot, 20, mahasiswa yang mengaku suka labu parang, dilansir dari VOA, Senin (31/10/2022).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8zMS8xMC8xNTU5MzAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun apa yang mendorong orang mendadak tergila-gila pada labu parang setiap Musim Gugur?
&quot;Tidak ada alasan yang praktis untuk membubuhkan pumpkin ke dalam  kopi, memajangnya di beranda, atau untuk mengolahnya menjadi selai manis  dan menyisipkannya ke dalam pai kita,&quot; tukasnya.
&quot;Tetapi tradisi modern itu sebenarnya berasal dari tradisi yang jauh  lebih tua yang mengaitkan labu parang dengan pertanian kecil milik  keluarga. Jenis pertanian kecil keluarga yang indah dalam kehidupan  Amerika,&quot; tambah Cindy Ott, pakar sejarah yang juga merupakan seorang  dosen dan penulis 'Pumpkin: The Curious History of an American Icon.
Dengan menggunakan sejumlah besar sumber, termasuk lagu-lagu berusia  100 tahun, lukisan, buku masak, dan banyak sumber lain, Ott dapat  melacak kecintaan Amerika terhadap labu kuning sampai ke masa-masa awal  negara itu.
&quot;Orang Amerika sendiri akan bertanya kepada ribuan sesamanya,  'mengapa Anda suka pumpkin&amp;rsquo;? Mereka tidak bisa menjawab mengapa mereka  menyukainya. Itu sebabnya saya melakukan penelitian ini. Untuk melihat  sejarah dan mencari tahu tentang ide-ide ini, di mana mereka  dirumuskan,&quot; kata Ott.
Dalam bukunya, Ott secara detail menulis tentang bangkitnya reputasi  labu kuning yang buruk semasa kolonial Amerika sampai akhirnya sayur  atau buah itu menjadi kebanggaan dan orang tidak malu menanamnya pada  abad ke-19. Bahkan labu parang ketika itu mulai dilihat sebagai simbol  kesederhanaan kehidupan pertanian.
Mengolah kebun, bekerja untuk mendapatkan hasil bumi telah menjadi  tanda kebajikan moral dan menciptakan warga negara yang baik dan semacam  cita-cita lama, papar Ott. Cita-cita seperti itulah yang dapat  dihadirkan oleh labu.</content:encoded></item></channel></rss>
