<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Chandra Asri (TPIA) Rugi Rp1,7 Triliun Gegara Harga Minyak Dunia Naik</title><description>PT Chandra Astri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalami rugi karena kenaikan harga minyak dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/278/2698379/chandra-asri-tpia-rugi-rp1-7-triliun-gegara-harga-minyak-dunia-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/278/2698379/chandra-asri-tpia-rugi-rp1-7-triliun-gegara-harga-minyak-dunia-naik"/><item><title>Chandra Asri (TPIA) Rugi Rp1,7 Triliun Gegara Harga Minyak Dunia Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/278/2698379/chandra-asri-tpia-rugi-rp1-7-triliun-gegara-harga-minyak-dunia-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/278/2698379/chandra-asri-tpia-rugi-rp1-7-triliun-gegara-harga-minyak-dunia-naik</guid><pubDate>Selasa 01 November 2022 07:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/01/278/2698379/chandra-asri-tpia-rugi-rp1-7-triliun-gegara-harga-minyak-dunia-naik-fMe33MoFs9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TPIA alami rugi karena harga minyak naik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/01/278/2698379/chandra-asri-tpia-rugi-rp1-7-triliun-gegara-harga-minyak-dunia-naik-fMe33MoFs9.jpg</image><title>TPIA alami rugi karena harga minyak naik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Chandra Astri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalami rugi karena kenaikan harga minyak dunia. TPIA mencatat rugi bersih sebesar USD111,54 juta hingga kuartal III 2022. Nilai tersebut setara Rp1,7 triliun (asumsi kurs Rp15.247).
BACA JUGA:Chandra Asri (TPIA) Investasi di Proyek Berbahan Baku Terbarukan

Sementara jika dibandingkan periode sama tahun lalu, emiten petrokimia itu mencatatkan laba bersih senilai USD166,43 juta.
Direktur TPIA Suryandi mengatakan perseroan menghadapi tantangan eksternal selama sembilan bulan tahun 2022 yang datang dari rata-rata harga minyak mentah yang melonjak di atas USD100 per barel.
BACA JUGA:Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Direstui untuk (Stock Split Saham

&quot;Angka ini sekitar 51% lebih tinggi dari 9 bulan tahun 2021, yang terjadi akibat dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung,&quot; kata Suryandi dikutip Selasa (1/11/2022).
Diketahui, rugi yang dicapai terjadi saat pendapatan bersih TPIA meningkat 3,5% year on year (yoy) menjadi USD1,94 miliar, dari periode sama tahun lalu sebesar USD1,88 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beban pokok pendapatan meningkat 24.3% yoy menjadi USD1,945 miliar  dari USD1,57 miliar, yang sebagian besar disebabkan oleh harga bahan  baku rata-rata yang lebih tinggi antara lain harga rata-rata Naphtha di  level USD851 per ton.
Selain itu, beban juga datang dari kenaikan 51% harga minyak mentah  Brent hingga triwulan ketiga menjadi rata-rata USD102/barel,  dibandingkan dengan rata-rata USD68/bbl pada periode sama tahun lalu.
Perseroan mencatatkan total aset sebesar USD4,81 miliar per 30  September 2022, turun 3.6% dari USD4,99 miliar per 31 Desember 2021.  Total liabilitas TPIA lebih rendah 4,31% mencapai USD1,97 miliar,  sedangkan modal/ekuitas perseroan tumbuh 3,02% senilai USD2,84 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Chandra Astri Petrochemical Tbk (TPIA) mengalami rugi karena kenaikan harga minyak dunia. TPIA mencatat rugi bersih sebesar USD111,54 juta hingga kuartal III 2022. Nilai tersebut setara Rp1,7 triliun (asumsi kurs Rp15.247).
BACA JUGA:Chandra Asri (TPIA) Investasi di Proyek Berbahan Baku Terbarukan

Sementara jika dibandingkan periode sama tahun lalu, emiten petrokimia itu mencatatkan laba bersih senilai USD166,43 juta.
Direktur TPIA Suryandi mengatakan perseroan menghadapi tantangan eksternal selama sembilan bulan tahun 2022 yang datang dari rata-rata harga minyak mentah yang melonjak di atas USD100 per barel.
BACA JUGA:Chandra Asri Petrochemical (TPIA) Direstui untuk (Stock Split Saham

&quot;Angka ini sekitar 51% lebih tinggi dari 9 bulan tahun 2021, yang terjadi akibat dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung,&quot; kata Suryandi dikutip Selasa (1/11/2022).
Diketahui, rugi yang dicapai terjadi saat pendapatan bersih TPIA meningkat 3,5% year on year (yoy) menjadi USD1,94 miliar, dari periode sama tahun lalu sebesar USD1,88 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Beban pokok pendapatan meningkat 24.3% yoy menjadi USD1,945 miliar  dari USD1,57 miliar, yang sebagian besar disebabkan oleh harga bahan  baku rata-rata yang lebih tinggi antara lain harga rata-rata Naphtha di  level USD851 per ton.
Selain itu, beban juga datang dari kenaikan 51% harga minyak mentah  Brent hingga triwulan ketiga menjadi rata-rata USD102/barel,  dibandingkan dengan rata-rata USD68/bbl pada periode sama tahun lalu.
Perseroan mencatatkan total aset sebesar USD4,81 miliar per 30  September 2022, turun 3.6% dari USD4,99 miliar per 31 Desember 2021.  Total liabilitas TPIA lebih rendah 4,31% mencapai USD1,97 miliar,  sedangkan modal/ekuitas perseroan tumbuh 3,02% senilai USD2,84 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
