<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi AS Naik, Harga Minyak Dunia Merosot</title><description>Harga minyak dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698370/produksi-as-naik-harga-minyak-dunia-merosot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698370/produksi-as-naik-harga-minyak-dunia-merosot"/><item><title>Produksi AS Naik, Harga Minyak Dunia Merosot</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698370/produksi-as-naik-harga-minyak-dunia-merosot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698370/produksi-as-naik-harga-minyak-dunia-merosot</guid><pubDate>Selasa 01 November 2022 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Noviana Zahra Firdausi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/01/320/2698370/produksi-as-naik-harga-minyak-dunia-merosot-YE4iDZBHju.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/01/320/2698370/produksi-as-naik-harga-minyak-dunia-merosot-YE4iDZBHju.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak dunia turun di tengah ekspektasi bahwa produksi AS dapat naik.
Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 94 sen atau 0,98% menjadi USD94,83 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun USD1,37 atau hampir 1,6% menjadi USD86,53 per barel di New York Mercantile Exchange, demikian dilansir dari Antara, Selasa (1/11/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Imbas Pembatasan Mobilitas di China

Meskipun turun pada hari Senin (31/10), harga minyak mencetak kenaikan pada bulan ini, sebagian didorong oleh keputusan pengurangan produksi utama yang diumumkan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.
Kedua harga acuan minyak mencatat kenaikan bulanan pertama mereka sejak Mei. Pada bulan Oktober, menurut Dow Jones Market Data, WTI menguat 8,9%, sementara Brent terangkat 7,8%. Produksi minyak di Amerika Serikat naik menjadi hampir 12 juta barel per hari pada bulan Agustus, tertinggi sejak awal pandemi COVID-19, data bulanan pemerintah menunjukkan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Didorong Kekhawatiran Resesi

Presiden AS Joe Biden akan meminta perusahaan minyak dan gas untuk menginvestasikan sebagian dari rekor keuntungan mereka dalam menurunkan biaya bagi keluarga Amerika, kata seorang pejabat Gedung Putih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Biden akan meminta Kongres untuk mempertimbangkan mewajibkan  perusahaan-perusahaan minyak membayar denda pajak dan menghadapi  pembatasan lain, kata pejabat itu. Presiden sebelumnya telah mendorong  perusahaan-perusahaan minyak untuk meningkatkan produksi daripada  menggunakan keuntungan untuk pembelian kembali saham dan dividen.
Pemerintah juga mengandalkan pelepasan pasokan dari Cadangan Minyak  Strategis (SPR) untuk meredakan krisis pasokan. Sekitar 1,9 juta barel  dilepaskan dari SPR pekan lalu sebagai bagian dari rencana pemerintah  melepas 180 juta barel.
OPEC pada hari Senin (31/10) menaikkan perkiraan untuk permintaan  minyak jangka menengah dan panjang serta mengatakan investasi 12,1  triliun dolar AS untuk memenuhi permintaan ini meskipun ada transisi  energi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak dunia turun di tengah ekspektasi bahwa produksi AS dapat naik.
Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 94 sen atau 0,98% menjadi USD94,83 per barel di London ICE Futures Exchange. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun USD1,37 atau hampir 1,6% menjadi USD86,53 per barel di New York Mercantile Exchange, demikian dilansir dari Antara, Selasa (1/11/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Imbas Pembatasan Mobilitas di China

Meskipun turun pada hari Senin (31/10), harga minyak mencetak kenaikan pada bulan ini, sebagian didorong oleh keputusan pengurangan produksi utama yang diumumkan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.
Kedua harga acuan minyak mencatat kenaikan bulanan pertama mereka sejak Mei. Pada bulan Oktober, menurut Dow Jones Market Data, WTI menguat 8,9%, sementara Brent terangkat 7,8%. Produksi minyak di Amerika Serikat naik menjadi hampir 12 juta barel per hari pada bulan Agustus, tertinggi sejak awal pandemi COVID-19, data bulanan pemerintah menunjukkan.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Naik Didorong Kekhawatiran Resesi

Presiden AS Joe Biden akan meminta perusahaan minyak dan gas untuk menginvestasikan sebagian dari rekor keuntungan mereka dalam menurunkan biaya bagi keluarga Amerika, kata seorang pejabat Gedung Putih.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMS80LzE1NDY3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Biden akan meminta Kongres untuk mempertimbangkan mewajibkan  perusahaan-perusahaan minyak membayar denda pajak dan menghadapi  pembatasan lain, kata pejabat itu. Presiden sebelumnya telah mendorong  perusahaan-perusahaan minyak untuk meningkatkan produksi daripada  menggunakan keuntungan untuk pembelian kembali saham dan dividen.
Pemerintah juga mengandalkan pelepasan pasokan dari Cadangan Minyak  Strategis (SPR) untuk meredakan krisis pasokan. Sekitar 1,9 juta barel  dilepaskan dari SPR pekan lalu sebagai bagian dari rencana pemerintah  melepas 180 juta barel.
OPEC pada hari Senin (31/10) menaikkan perkiraan untuk permintaan  minyak jangka menengah dan panjang serta mengatakan investasi 12,1  triliun dolar AS untuk memenuhi permintaan ini meskipun ada transisi  energi.</content:encoded></item></channel></rss>
