<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Saya Ingin BUMN Terbitkan Sukuk</title><description>Wakil Presiden Maruf Amin ingin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerbitkan sukuk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698495/wapres-saya-ingin-bumn-terbitkan-sukuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698495/wapres-saya-ingin-bumn-terbitkan-sukuk"/><item><title>Wapres: Saya Ingin BUMN Terbitkan Sukuk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698495/wapres-saya-ingin-bumn-terbitkan-sukuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/01/320/2698495/wapres-saya-ingin-bumn-terbitkan-sukuk</guid><pubDate>Selasa 01 November 2022 11:09 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/01/320/2698495/wapres-saya-ingin-bumn-terbitkan-sukuk-94GMkeFgg2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Ingin BUMN terbitkan sukuk (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/01/320/2698495/wapres-saya-ingin-bumn-terbitkan-sukuk-94GMkeFgg2.jpg</image><title>Wapres Ingin BUMN terbitkan sukuk (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin ingin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerbitkan sukuk. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi syariah bisa semakin pesat.
&quot;Sekarang potensinya 11%, sudah naik, tapi saya ingin 16%,saya bilang BUMN keluarkan sukuk, nanti langsung jadi 16%, Insha Allah, namanya sukuk BUMN, Insha Allah berkah,&quot; kata Wapres dalam dalam sambutannya pada Peringatan Hari Santri Nasional 2022, Senin (31/10/2022).
BACA JUGA:5 Jenis Investasi Syariah dari Sukuk hingga Reksadana

Wapres mengatakan saat ini pemerintah tengah serius untuk mengemban ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut diwujudkan dengan membentuk komite nasional ekonomi syariah untuk tingkat pusat, dan Komite Daerah Ekonomi dan keindahan syariah (KDEKS) di tingkat daerah.
BACA JUGA:Buat Bayar Utang, Indosat (ISAT) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,5 Triliun

&quot;Sekarang kita sedang membangun terus ekonomi syariah, saya ingin potensinya mencapai 16%, begitu kan ya pak Erick, BUMN keluarkan sukuk, jadi ada sukuk negara ada sukuk BUMN,&quot; kata Wapres.
Dengan demikian, Wapres Maruf Amin berharap Ekonomi dan keuangan Syariah terus bergerak dan bertumbuh beriringan ekonomi nasional.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Alhamdulillah ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah menjadi sistem nasional, sudah menjadi gerakan nasional,&quot; lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa  Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menambahkan salah satu hambatan dalam  pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia karena tingkat  Inklusi yang rendah.
&quot;Pemahaman dan tingkat edukasi para pengguna produk keuangan syariah  sudah tinggi, memang tantangan adalah bagaimana kita meningkatkan  Inklusi itu sendiri,&quot; pungkas Mahendra.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin ingin perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerbitkan sukuk. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi syariah bisa semakin pesat.
&quot;Sekarang potensinya 11%, sudah naik, tapi saya ingin 16%,saya bilang BUMN keluarkan sukuk, nanti langsung jadi 16%, Insha Allah, namanya sukuk BUMN, Insha Allah berkah,&quot; kata Wapres dalam dalam sambutannya pada Peringatan Hari Santri Nasional 2022, Senin (31/10/2022).
BACA JUGA:5 Jenis Investasi Syariah dari Sukuk hingga Reksadana

Wapres mengatakan saat ini pemerintah tengah serius untuk mengemban ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut diwujudkan dengan membentuk komite nasional ekonomi syariah untuk tingkat pusat, dan Komite Daerah Ekonomi dan keindahan syariah (KDEKS) di tingkat daerah.
BACA JUGA:Buat Bayar Utang, Indosat (ISAT) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2,5 Triliun

&quot;Sekarang kita sedang membangun terus ekonomi syariah, saya ingin potensinya mencapai 16%, begitu kan ya pak Erick, BUMN keluarkan sukuk, jadi ada sukuk negara ada sukuk BUMN,&quot; kata Wapres.
Dengan demikian, Wapres Maruf Amin berharap Ekonomi dan keuangan Syariah terus bergerak dan bertumbuh beriringan ekonomi nasional.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Alhamdulillah ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah menjadi sistem nasional, sudah menjadi gerakan nasional,&quot; lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa  Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menambahkan salah satu hambatan dalam  pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia karena tingkat  Inklusi yang rendah.
&quot;Pemahaman dan tingkat edukasi para pengguna produk keuangan syariah  sudah tinggi, memang tantangan adalah bagaimana kita meningkatkan  Inklusi itu sendiri,&quot; pungkas Mahendra.</content:encoded></item></channel></rss>
