<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adhi Karya (ADHI) Raup Laba Rp21 Miliar di Kuartal III-2022</title><description>PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) meraup laba Rp21 miliar di kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699276/adhi-karya-adhi-raup-laba-rp21-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699276/adhi-karya-adhi-raup-laba-rp21-miliar-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Adhi Karya (ADHI) Raup Laba Rp21 Miliar di Kuartal III-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699276/adhi-karya-adhi-raup-laba-rp21-miliar-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699276/adhi-karya-adhi-raup-laba-rp21-miliar-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/278/2699276/adhi-karya-adhi-raup-laba-rp21-miliar-di-kuartal-iii-2022-di94ewR9pW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba ADHI alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/278/2699276/adhi-karya-adhi-raup-laba-rp21-miliar-di-kuartal-iii-2022-di94ewR9pW.jpg</image><title>Laba ADHI alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) meraup laba Rp21 miliar di kuartal III 2022. ADHI juga membukukan pendapatan sebesar Rp9,1 triliun, meningkat 24% dibandingkan pendapatan September 2021 sebesar Rp7,4 triliun.
&amp;rdquo;ADHI juga mencetak laba bersih sampai dengan September 2022 sebesar Rp21 miliar atau naik sebesar 24% dari laba bersih September 2021,&quot; kata Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto.
BACA JUGA:Rights Issue, Adhi Karya (ADHI) Terima Modal dari Pemerintah Rp1,97 Triliun

Peningkatan bottom line ADHI pada September 2022, lanjutnya, selain dikontribusikan dari peningkatan pendapatan juga disebabkan adanya efisiensi pada beban usaha. Hal tersebut terlihat dari penurunan margin beban usaha dari 7% di September 2021 menjadi 6% di September 2022.
Kemudian, beban bunga mengalami penurunan sebesar 7% di September 2022 dibandingkan tahun lalu. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan ventura bersama sebesar 39,2% pada September 2022 menjadi Rp256,9 miliar dari Rp184,5 miliar.
BACA JUGA:Dana Rights Issue Rp3,87 Triliun, Adhi Karya Percepat Proyek Strategis Nasional

&quot;Hal ini menunjukkan konsistensi ADHI dalam pertumbuhan berkelanjutan berupa peningkatan kinerja perusahaan dan menjaga kinerja yang positif sejak awal pandemi hingga saat ini,&quot; tambahnya.
Total aset ADHI pada September 2022 mencapai Rp37,7 triliun, liabilitas ADHI pada September 2022 mencapai Rp31,6 triliun, sedangkan ekuitas sebesar Rp6,1 triliun. Sementara itu, terjadi penguatan juga pada rasio keuangan antara lain Debt to Equity Ratio (utang berbunga) pada September 2022 menurun menjadi 1,75x dibandingkan 2,03x pada September 2021, selain itu current ratio ADHI juga meningkat menjadi 1,20x pada September 2022 dari 1,02x pada September 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini sedang berlangsung proses perdagangan rights issue ADHI  sejak 28 Oktober hingga 8 November 2022. Aksi korporasi rights issue ini  seluruhnya digunakan untuk pengembangan bisnis sekaligus memperkuat  struktur permodalan perseroan. ADHI telah mendapatkan setoran modal  secara penuh dari pemerintah sebesar Rp1,97 triliun pada 28 Oktober 2022  atau di hari pertama perdagangan.
Setoran modal ini menunjukkan dukungan dan kepercayaan pemerintah  dalam rangka pengembangan bisnis ADHI khususnya untuk Pembangunan Proyek  Strategis Nasional antara lain Tol Solo Yogyakarta-YIA Kulon Progo,  Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong (Timur). Dengan  telah terlaksananya dukungan Pemerintah, ADHI ditargetkan untuk dapat  memperoleh dana right issue sebesar Rp3,8 triliun jika publik  berpartisipasi sepenuhnya dalam menggunakan Hak Memesan Efek Terlebih  Dahulu (HMETD).
Sampai dengan sembilan bulan pertama 2022, ADHI telah membukukan  kontrak baru senilai Rp18,1 triliun atau meningkat sebesar 57,3%  dibandingkan dengan perolehan kontrak pada September 2021. Disebutkan,  pembangunan Ibu Kota Negara Baru (IKN) telah menyumbang dalam perolehan  kontrak hingga September 2022 dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,4  triliun.
&amp;rdquo;Perolehan kontrak tersebut didominasi oleh proyek pembangunan Jalan  Tol IKN Seksi 3A Segmen Karangjoang &amp;ndash; Kariangau dengan nilai kontrak  Rp1,1 triluun. Selain itu, ADHI juga telah memperoleh kontrak pekerjaan  proyek pembangunan hunian pekerja dan tender jembatan Pulau  Balang,&amp;rdquo;ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) meraup laba Rp21 miliar di kuartal III 2022. ADHI juga membukukan pendapatan sebesar Rp9,1 triliun, meningkat 24% dibandingkan pendapatan September 2021 sebesar Rp7,4 triliun.
&amp;rdquo;ADHI juga mencetak laba bersih sampai dengan September 2022 sebesar Rp21 miliar atau naik sebesar 24% dari laba bersih September 2021,&quot; kata Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto.
BACA JUGA:Rights Issue, Adhi Karya (ADHI) Terima Modal dari Pemerintah Rp1,97 Triliun

Peningkatan bottom line ADHI pada September 2022, lanjutnya, selain dikontribusikan dari peningkatan pendapatan juga disebabkan adanya efisiensi pada beban usaha. Hal tersebut terlihat dari penurunan margin beban usaha dari 7% di September 2021 menjadi 6% di September 2022.
Kemudian, beban bunga mengalami penurunan sebesar 7% di September 2022 dibandingkan tahun lalu. Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan ventura bersama sebesar 39,2% pada September 2022 menjadi Rp256,9 miliar dari Rp184,5 miliar.
BACA JUGA:Dana Rights Issue Rp3,87 Triliun, Adhi Karya Percepat Proyek Strategis Nasional

&quot;Hal ini menunjukkan konsistensi ADHI dalam pertumbuhan berkelanjutan berupa peningkatan kinerja perusahaan dan menjaga kinerja yang positif sejak awal pandemi hingga saat ini,&quot; tambahnya.
Total aset ADHI pada September 2022 mencapai Rp37,7 triliun, liabilitas ADHI pada September 2022 mencapai Rp31,6 triliun, sedangkan ekuitas sebesar Rp6,1 triliun. Sementara itu, terjadi penguatan juga pada rasio keuangan antara lain Debt to Equity Ratio (utang berbunga) pada September 2022 menurun menjadi 1,75x dibandingkan 2,03x pada September 2021, selain itu current ratio ADHI juga meningkat menjadi 1,20x pada September 2022 dari 1,02x pada September 2021.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Saat ini sedang berlangsung proses perdagangan rights issue ADHI  sejak 28 Oktober hingga 8 November 2022. Aksi korporasi rights issue ini  seluruhnya digunakan untuk pengembangan bisnis sekaligus memperkuat  struktur permodalan perseroan. ADHI telah mendapatkan setoran modal  secara penuh dari pemerintah sebesar Rp1,97 triliun pada 28 Oktober 2022  atau di hari pertama perdagangan.
Setoran modal ini menunjukkan dukungan dan kepercayaan pemerintah  dalam rangka pengembangan bisnis ADHI khususnya untuk Pembangunan Proyek  Strategis Nasional antara lain Tol Solo Yogyakarta-YIA Kulon Progo,  Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong (Timur). Dengan  telah terlaksananya dukungan Pemerintah, ADHI ditargetkan untuk dapat  memperoleh dana right issue sebesar Rp3,8 triliun jika publik  berpartisipasi sepenuhnya dalam menggunakan Hak Memesan Efek Terlebih  Dahulu (HMETD).
Sampai dengan sembilan bulan pertama 2022, ADHI telah membukukan  kontrak baru senilai Rp18,1 triliun atau meningkat sebesar 57,3%  dibandingkan dengan perolehan kontrak pada September 2021. Disebutkan,  pembangunan Ibu Kota Negara Baru (IKN) telah menyumbang dalam perolehan  kontrak hingga September 2022 dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,4  triliun.
&amp;rdquo;Perolehan kontrak tersebut didominasi oleh proyek pembangunan Jalan  Tol IKN Seksi 3A Segmen Karangjoang &amp;ndash; Kariangau dengan nilai kontrak  Rp1,1 triluun. Selain itu, ADHI juga telah memperoleh kontrak pekerjaan  proyek pembangunan hunian pekerja dan tender jembatan Pulau  Balang,&amp;rdquo;ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
