<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ciputra (CTRA) Raup Laba Rp1,52 Triliun di Kuartal III 2022</title><description>PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraup laba bersih sebesar Rp1,52 triliun di kuartal III 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699409/ciputra-ctra-raup-laba-rp1-52-triliun-di-kuartal-iii-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699409/ciputra-ctra-raup-laba-rp1-52-triliun-di-kuartal-iii-2022"/><item><title>Ciputra (CTRA) Raup Laba Rp1,52 Triliun di Kuartal III 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699409/ciputra-ctra-raup-laba-rp1-52-triliun-di-kuartal-iii-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/278/2699409/ciputra-ctra-raup-laba-rp1-52-triliun-di-kuartal-iii-2022</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/278/2699409/ciputra-ctra-raup-laba-rp1-52-triliun-di-kuartal-iii-2022-S3MuZBMyuN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba CTRA alami kenaikan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/278/2699409/ciputra-ctra-raup-laba-rp1-52-triliun-di-kuartal-iii-2022-S3MuZBMyuN.jpg</image><title>Laba CTRA alami kenaikan (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraup laba bersih sebesar Rp1,52 triliun di kuartal III 2022. Laba emiten properti ini naik 50,30% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,01 triliun.
BACA JUGA:Krisis Global, Apa Strategi Emiten Properti Ciputra Development (CTRA)?

Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan perseroan juga naik 8,69% menjadi Rp7,22 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp6,64 triliun. Berdasarkan segmennya, penjualan bersih tercatat sebesar Rp5,86 triliun, yang didominasi oleh penjualan kavling, rumah hunian dan ruko sebesar Rp5,09 triliun.
Kemudian, gedung kantor mencatatkan angka penjualan sebesar Rp404,61 miliar, dan apartemen sebesar Rp366,47 miliar. Adapun, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,6 triliun, dengan pendapatan pusat niaga sebesar Rp429,92 miliar, rumah sakit sebesar Rp414,54 miliar, dan hotel sebesar Rp294,55 miliar.
BACA JUGA:Laba Ciputra Development (CTRA) Naik 107% Jadi Rp1 Triliun

Selanjutnya, pendapatan sewa kantor tercatat sebesar Rp156,53 miliar, lapangan golf mencatatkan pendapatan sebesar Rp34,48 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar Rp33,73 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan dan beban langsung CTRA naik menjadi Rp3,60 triliun. Sementara, beban umum dan administrasi sebesar Rp955,91 miliar, dan beban penjualan sebesar Rp309,42 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Total nilai aset CTRA hingga akhir September 2022 naik 1,61% menjadi  Rp41,32 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp40,66  triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp20,61 triliun, dan  ekuitas sebesar Rp20,70 triliun.
Di samping itu, CTRA berhasil mencetak pendapatan pra penjualan atau  marketing sales senilai Rp6,5 triliun selama periode kuartal III 2022.  Angka tersebut setara dengan 79% dari target perseroan tahun ini yang  sebesar Rp7,8 triliun.
Perseroan optimistis pada 2023 bisnis properti masih akan cerah,  meski di tengah ancaman resesi global dan kenaikan suku bunga acuan.  Prospek bisnis properti ke depannya masih akan positif, mengingat  permintaan atau demand untuk rumah tinggal saat ini masih tinggi.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) meraup laba bersih sebesar Rp1,52 triliun di kuartal III 2022. Laba emiten properti ini naik 50,30% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,01 triliun.
BACA JUGA:Krisis Global, Apa Strategi Emiten Properti Ciputra Development (CTRA)?

Sejalan dengan pertumbuhan laba, pendapatan perseroan juga naik 8,69% menjadi Rp7,22 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp6,64 triliun. Berdasarkan segmennya, penjualan bersih tercatat sebesar Rp5,86 triliun, yang didominasi oleh penjualan kavling, rumah hunian dan ruko sebesar Rp5,09 triliun.
Kemudian, gedung kantor mencatatkan angka penjualan sebesar Rp404,61 miliar, dan apartemen sebesar Rp366,47 miliar. Adapun, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,6 triliun, dengan pendapatan pusat niaga sebesar Rp429,92 miliar, rumah sakit sebesar Rp414,54 miliar, dan hotel sebesar Rp294,55 miliar.
BACA JUGA:Laba Ciputra Development (CTRA) Naik 107% Jadi Rp1 Triliun

Selanjutnya, pendapatan sewa kantor tercatat sebesar Rp156,53 miliar, lapangan golf mencatatkan pendapatan sebesar Rp34,48 miliar, dan pendapatan lainnya sebesar Rp33,73 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan dan beban langsung CTRA naik menjadi Rp3,60 triliun. Sementara, beban umum dan administrasi sebesar Rp955,91 miliar, dan beban penjualan sebesar Rp309,42 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wNi8yNC80LzE0OTY2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Total nilai aset CTRA hingga akhir September 2022 naik 1,61% menjadi  Rp41,32 triliun, dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp40,66  triliun. Adapun, liabilitas perseroan sebesar Rp20,61 triliun, dan  ekuitas sebesar Rp20,70 triliun.
Di samping itu, CTRA berhasil mencetak pendapatan pra penjualan atau  marketing sales senilai Rp6,5 triliun selama periode kuartal III 2022.  Angka tersebut setara dengan 79% dari target perseroan tahun ini yang  sebesar Rp7,8 triliun.
Perseroan optimistis pada 2023 bisnis properti masih akan cerah,  meski di tengah ancaman resesi global dan kenaikan suku bunga acuan.  Prospek bisnis properti ke depannya masih akan positif, mengingat  permintaan atau demand untuk rumah tinggal saat ini masih tinggi.</content:encoded></item></channel></rss>
