<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Oktober 5,71%, BPS: Masih Aman</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2022 mencapai 5,71%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699320/inflasi-oktober-5-71-bps-masih-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699320/inflasi-oktober-5-71-bps-masih-aman"/><item><title>Inflasi Oktober 5,71%, BPS: Masih Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699320/inflasi-oktober-5-71-bps-masih-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/11/02/320/2699320/inflasi-oktober-5-71-bps-masih-aman</guid><pubDate>Rabu 02 November 2022 12:32 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699320/inflasi-oktober-5-71-bps-masih-aman-Uj2qLgXVbe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Oktober 2022 capai 5,71% (Foto: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/02/320/2699320/inflasi-oktober-5-71-bps-masih-aman-Uj2qLgXVbe.jpg</image><title>Inflasi Oktober 2022 capai 5,71% (Foto: Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2022 mencapai 5,71%. Namun BPS memastikan tingkat inflasi Indonesia masih dalam kondisi aman.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Pusat Setianto mengatakan kondisi tersebut dikarenakan dalam kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak baik Indonesia masih mengalami deflasi sebanyak dua kali.
BACA JUGA:Inflasi Oktober 2022 Capai 5,71%, Harga BBM hingga Tarif Angkutan Pemicunya

&quot;Jadi BPS sendiri melihat pergerakan inflasi di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir masih moderat. Karena kita masih beruntung inflasi kita masih di bawah inflasi negara-negara lain khususnya negara anggota g20,&quot; katanya dalam. Market Review IDX Channel, Rabu (2/111/2022).
&quot;Bahkan ini mungkin masih bisa mengindikasikan perekonomian Indonesia yang lumayan baik, karena setidaknya saat status perang Ukraina di akhir Februari hingga Oktober ini kita sudah dua kali mengalami deflasi di bulan Agustus dan Oktober,&quot; lanjutnya.
BACA JUGA:BI Prediksi Inflasi Oktober 2022 Tembus 5,8%

Setianto mengatakan, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2022 terjadi deflasi sebesar 0,11% dibanding bulan sebelumnya atau month-to-month (MtM).
Dia menambahkan, angka deflasi itu diperoleh berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 90 kota yang menunjukkan 60 kota deflasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMS80LzE1NjA1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk diketahui, Inflasi di bulan Oktober 2022 berdasarkan data Badan  Pusat Statistik (BPS) tercatat tembus 5,71% year-on-year (yoy). Seperti  diperkirakan sebelumnya, efek kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak)  masih terasa.
&quot;Terjadi kenaikan Indeks Harga konsumen (IHK) dari 106,66 pada bulan  Oktober 2021 menjadi 112,75 pada bulan Oktober 2022. Kalau kita lihat  September lalu inflasi kita di 5,95%, sekarang di Oktober 5,71%,&quot; ujar  Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.
Dia mencatat penyumbang inflasi terbesar tertinggi secara  year-on-year adalah beberapa komoditas seperti bensin, tarif angkutan  dalam kota, beras, solar, termasuk tarif angkutan antar kota, tarif  kendaraan online, dan bahan bakar rumah tangga.
&quot;Ini merupakan penyumbang inflasi tertinggi secara year-on-year,&quot; ungkap Setianto.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2022 mencapai 5,71%. Namun BPS memastikan tingkat inflasi Indonesia masih dalam kondisi aman.
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Pusat Setianto mengatakan kondisi tersebut dikarenakan dalam kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak baik Indonesia masih mengalami deflasi sebanyak dua kali.
BACA JUGA:Inflasi Oktober 2022 Capai 5,71%, Harga BBM hingga Tarif Angkutan Pemicunya

&quot;Jadi BPS sendiri melihat pergerakan inflasi di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir masih moderat. Karena kita masih beruntung inflasi kita masih di bawah inflasi negara-negara lain khususnya negara anggota g20,&quot; katanya dalam. Market Review IDX Channel, Rabu (2/111/2022).
&quot;Bahkan ini mungkin masih bisa mengindikasikan perekonomian Indonesia yang lumayan baik, karena setidaknya saat status perang Ukraina di akhir Februari hingga Oktober ini kita sudah dua kali mengalami deflasi di bulan Agustus dan Oktober,&quot; lanjutnya.
BACA JUGA:BI Prediksi Inflasi Oktober 2022 Tembus 5,8%

Setianto mengatakan, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2022 terjadi deflasi sebesar 0,11% dibanding bulan sebelumnya atau month-to-month (MtM).
Dia menambahkan, angka deflasi itu diperoleh berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di 90 kota yang menunjukkan 60 kota deflasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wMS80LzE1NjA1OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Untuk diketahui, Inflasi di bulan Oktober 2022 berdasarkan data Badan  Pusat Statistik (BPS) tercatat tembus 5,71% year-on-year (yoy). Seperti  diperkirakan sebelumnya, efek kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak)  masih terasa.
&quot;Terjadi kenaikan Indeks Harga konsumen (IHK) dari 106,66 pada bulan  Oktober 2021 menjadi 112,75 pada bulan Oktober 2022. Kalau kita lihat  September lalu inflasi kita di 5,95%, sekarang di Oktober 5,71%,&quot; ujar  Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.
Dia mencatat penyumbang inflasi terbesar tertinggi secara  year-on-year adalah beberapa komoditas seperti bensin, tarif angkutan  dalam kota, beras, solar, termasuk tarif angkutan antar kota, tarif  kendaraan online, dan bahan bakar rumah tangga.
&quot;Ini merupakan penyumbang inflasi tertinggi secara year-on-year,&quot; ungkap Setianto.</content:encoded></item></channel></rss>
